5 Barang yang Dianggap Aman, tapi Bisa Disita di Bandara

- Pasta gigi ukuran besar melewati batas cairan
- Power bank berkapasitas tinggi wajib sesuai aturan
- Gunting kecil terkena aturan benda tajam
Bandara selalu identik dengan koper, paspor, dan langkah tergesa menuju gate. Namun, di balik suasana berangkat liburan yang seru, ada aturan keamanan ketat yang membuat beberapa barang sehari-hari tak selalu aman masuk kabin. Banyak traveler kaget ketika petugas meminta penumpang mengeluarkan benda yang terasa wajar dipakai di rumah. Padahal, tiap bandara punya standar berbeda untuk cairan, alat tajam, hingga elektronik.
Sekilas tampak sepele, tetapi salah urus barang bisa membuat antrean makin panjang dan peluang boarding makin sempit. Oleh karena itu, mengetahui barang apa saja yang berpotensi ditahan memberi kamu keuntungan mulai dari pintu masuk terminal. Dengan sedikit persiapan, kamu bisa fokus menikmati perjalanan tanpa dipanggil mundur oleh petugas keamanan.
Biar kamu bisa lebih berjaga-jaga lagi, berikut barang sehari-hari yang mungkin disita saat melewati pemeriksaan bandara. Apa alasannya, ya?
1. Pasta gigi ukuran besar melewati batas cairan

Banyak traveler masih membawa pasta gigi ukuran rumahan tanpa sadar bahwa produk ini termasuk kategori cairan yang wajib mengikuti batas volume tertentu di kabin pesawat. Tube 100 ml ke atas biasanya langsung masuk daftar pantauan petugas, sehingga kamu harus rela memindahkan ke bagasi atau membuangnya jika tidak memenuhi ketentuan.
Seringnya, benda ini terselip begitu saja di pouch toiletries dan baru diketahui ketika tas dibuka di meja pemeriksaan, sehingga memicu repot dadakan yang membuat perjalanan jadi kurang nyaman. Cara paling sederhana ialah membawa versi mini yang mudah lolos screening. Selain itu, menempatkan semua toiletry cair dalam plastik transparan membantu proses pemeriksaan lebih cepat. Kebiasaan kecil ini membuat antrean berjalan lancar tanpa drama.
Di beberapa bandara, penumpang boleh membawa cairan lebih besar dengan syarat bukti medis valid, tetapi tidak berlaku untuk kebutuhan umum seperti pasta gigi. Bila ragu, cek situs resmi maskapai sebelum terbang karena setiap negara punya angka batas berbeda meski masih dalam kisaran yang sama.
Traveler yang membawa banyak produk mandi bisa beli kemasan travel pack di minimarket terminal tujuan agar tidak repot membawa pulang. Ketelitian sederhana inilah yang sering membuat proses check-in terasa mulus. Tidak ada barang terbuang percuma dan waktu boarding terjaga. Kamu pun bisa melangkah menuju gate dengan santai.
2. Power bank berkapasitas tinggi wajib sesuai aturan

Power bank menjadi penyelamat baterai saat transit panjang, tetapi kapasitas yang terlalu besar berpotensi langsung dicabut petugas ketika melewati alat deteksi. Banyak penumpang lupa memeriksa label mAh atau Wh, padahal itu yang menentukan sebuah perangkat boleh dibawa kabin atau tidak.
Maskapai umumnya melarang baterai portabel yang melewati batas tertentu demi mencegah risiko kerusakan perangkat di udara. Jika tidak memenuhi standar, powe bank bisa disita bahkan ketika kondisinya masih bagus. Traveler pun kehilangan sumber daya untuk ponsel dan harus mencari colokan di terminal. Memastikan spesifikasi menjadi langkah sederhana yang menghemat waktu dan tenaga.
Pengawasan power bank cukup ketat, karena perangkat wajib berada di kabin, bukan bagasi. Membawa dua atau tiga unit kecil jauh lebih aman dibanding satu power bank raksasa. Bila kamu suka memakai case pelindung, pastikan label daya tetap terbaca agar petugas tidak membuka bungkus manual. Dengan menaruhnya di saku tas terluar, kamu bisa mengeluarkan cepat ketika diminta tanpa mengaduk isi ransel.
3. Gunting kecil terkena aturan benda tajam

Gunting kuku atau gunting kecil biasanya jadi korban tertinggal di meja pemeriksaan, karena banyak traveler lupa benda ini tetap masuk kategori alat tajam. Meskipun ukurannya kecil, bilahnya tetap memiliki batas panjang tertentu dan tidak semua bandara memperbolehkannya.
Beberapa maskapai mungkin membolehkan ukuran mini, tetapi keputusan akhir tetap pada petugas keamanan. Kalau melebihi standar, benda akan ditahan tanpa kompromi. Bagi yang sering dandan di perjalanan, situasi ini tentu menyebalkan karena kehilangan alat perawatan pribadi.
Alternatif terbaik adalah memindahkan gunting ke bagasi sejak di rumah. Jika ingin tetap membawa versi mini, pilih produk dengan bilah pendek dan simpan terpisah agar mudah ditunjukkan saat diminta. Pemeriksaan jadi lebih cepat dan kamu tidak perlu mengeluarkan seluruh isi tas. Kebiasaan menata pouch perawatan membuat proses ini makin mudah. Kamu pun tidak perlu membeli pengganti di bandara atau tujuan hanya karena lupa aturan sederhana.
4. Korek gas terbatas jumlah dan jenis

Korek gas sebenarnya barang ringan, tetapi termasuk benda yang sangat diawasi karena sifatnya mudah terbakar. Aturannya ketat, yakni umumnya penumpang hanya boleh membawa satu korek sekali pakai dalam kabin. Korek isi ulang atau model berkapasitas besar biasanya langsung ditolak. Banyak traveler tak sadar sering menyelipkan korek di saku celana atau tas, bahkan lupa memilikinya sampai tas masuk mesin X-ray. Saat ditemukan, petugas biasanya meminta menyerahkan barang.
Membawa lebih dari satu korek juga tidak disarankan, karena tambahan biasanya disita. Bandara juga melarang korek gas di bagasi, karena penumpang tidak dapat mengawasi kondisinya selama penerbangan. Jika kamu memang membutuhkan korek di tempat tujuan, lebih aman membeli setelah mendarat. Langkah mudah ini mencegah waktu terbuang hanya untuk menjelaskan asal korek di depan petugas.
5. Saus dan sambal dikategorikan cairan

Membawa sambal favorit memang menyenangkan, tetapi saus, sambal, dan pasta makanan tetap dianggap cairan, sehingga tunduk pada batas volume kabin. Banyak penumpang baru sadar ketika harus membuang botol kesukaan karena ukurannya terlalu besar.
Nah, yang membuat makin menyebalkan, aturan berlaku baik untuk bekal makan maupun oleh-oleh kuliner. Produk semacam ini sebaiknya langsung masuk bagasi agar aman. Kalau harus dibawa kabin, pindahkan ke botol kecil yang jelas tak melebihi batas.
Risiko lain adalah kemasan tidak rapat, sehingga bocor dalam tas dan membuat pakaian atau gadget kotor. Tas kabin kecil membuat konsekuensi ini terasa berat. Pilihan terbaik adalah membeli kemasan mini atau mengemas ulang dengan rapi sebelum berangkat. Paling aman, beli saus dan sambal begitu sudah tiba di kota tujuan.
Liburan lewat bandara jauh lebih menyenangkan ketika tasmu lolos pemeriksaan tanpa hambatan, sehingga waktu cadangan bisa dipakai berjalan santai menuju gate atau menikmati kopi sebelum terbang. Cek ulang isi ransel dan pastikan barang berpotensi bermasalah berada di tempat yang sesuai agar proses keamanan terasa cepat dan ringan. Sudah siap memastikan tasmu aman melintasi X-ray sebelum liburan berikutnya?


















