Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Berapa Jam Perjalanan dari Labuan Bajo ke Waerebo?
Potret Desa Waerebo di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (IDN Times/Fasrinisyah Suryaningtyas)
  • Perjalanan Labuan Bajo ke Basecamp Waerebo melalui jalur selatan Flores memakan sekitar empat jam, dengan jalan berkelok, naik turun, sempit, dan beberapa bagian rusak.

  • Di basecamp, pengunjung mengurus reservasi dan persiapan selama rata-rata 1–2 jam, lalu naik ojek sekitar 15–20 menit menuju Pos 1.

  • Trekking dari Pos 1 melewati tujuh pos menuju Desa Waerebo berlangsung 2–4 jam; rombongan penulis menempuh 3 jam 45 menit, sehingga total perjalanan sekitar delapan jam tanpa istirahat basecamp.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Selain Labuan Bajo, Desa Waerebo merupakan destinasi impian wisatawan yang berkunjung ke Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Desa di atas awan ini menawarkan keindahan rumah adat Mbaru Niang, keramahan penduduk, dan tradisi yang masih dijaga dengan baik selama ratusan tahun.

Ada banyak persiapan yang harus dilakukan wisatawan kalau mau ke Waerebo. Salah satunya memahami durasi perjalanan dari Labuan Bajo menuju ke Waerebo, karena umumnya mereka memulai perjalanan dari sana.

Kali ini IDN Times berkesempatan mengunjungi desa tersebut pada 13- 14 Oktober 2026 dan menghitung total waktu perjalanannya. Selengkapnya, simak informasi tentang durasi perjalanan dari Labuan Bajo menuju Waerebo berikut ini, yuk!

1. Labuan Bajo ke Basecamp Waerebo

Potret Labuan Bajo di Manggarai Barat, NTT (IDN Times/Fasrinisyah Suryaningtyas)

Kami berangkat dari hotel di Labuan Bajo sekitar pukul 07.30 WITA. Perjalanan darat kami berlangsung di rute jalur selatan Flores, yakni melintasi Lembor dan Nangalili. Kondisi jalanannya berkelok dan naik-turun. Kalau kamu gampang mabuk darat, sebaiknya mengonsumsi antimo sebelum berangkat.

Kondisi jalanannya pun tidak semuanya mulus. Di beberapa wilayah, terdapat jalan yang rusak, terutama bagian jembatannya. Jalanan tersebut juga cenderung sempit, sehingga harus berhati-hati saat berpapasan dengan kendaraan lainnya.

Setibanya di Desa Nangalili, kita bisa menikmati panorama alam berupa sungai dan pantai. Pulau Nuca Molas yang sedang viral juga mulai tampak dari sini. Kamu bisa mampir sebentar di Pantai Repi yang ada di tepi jalan raya atau Jembatan Wae Wuang (jembatan perbatasan Manggarai Barat dan Manggarai) untuk menikmati keindahannya dan berfoto dengan latar Nuca Molas.

Selanjutnya, perjalanan menelusuri jalan raya dengan pemandangan laut ini berlanjut hingga ke Dintor. Dari Dintor, kami belok kiri ke arah Desa Denge hingga tiba di Basecamp Wae Rebo atau Tourist Informaton Center (TIC). Saat itu, waktu menunjukkan pukul 11.30 WITA. Artinya, total perjalanan dari Labuan Bajo ke Basecamp Waerebo sekitar empat jam. Durasi ini bisa lebih atau kurang, tergantung kondisi selama di jalan.

2. Basecamp Waerebo ke Pos 1

Potret Basecamp Waerebo atau Tourist information Center (IDN Times/Fasrinisyah Suryaningtyas)

Selama di Basecamp Waerebo, ketua rombongan menyerahkan bukti reservasi dan melakukan pembayaran tiket masuk Waerebo, kemudian petugas memverifikasinya. Selanjutnya, kami makan siang, salat, mengecek kebutuhan dan barang pribadi, ke toilet, serta mendapatkan briefing dari pengelola. Waktu yang dihabiskan pengunjung di basecamp ini rata-rata 1-2 jam.

Dari basecamp, perjalanan dilanjutkan dengan naik mobil ke tempat parkir Wae Ntijo. Di sana sudah menunggu beberapa tukang ojek yang akan mengantar kami ke Pos 1. Jarak tempat parkir ke Pos 1 sekitar tiga kilometer dengan kondisi jalanan yang rusak dan menanjak. Sementara itu, tarif ojeknya sebesar Rp100 ribu per orang untuk perjalanan PP. Total perjalanan dari Basecamp Waerebo ke Pos 1 ini sekitar 15-20 menit.

3. Pos 1 ke Pos 7

Potret trek dari Pos 3 ke Pos 4 Desa Waerebo (IDN Times/Fasrinisyah Suryaningtyas)

Untuk menuju ke Waerebo, ada tujuh pos yang harus dilalui semua pengunjung. Setiap pos memiliki nama tersendiri, yakni Pos 1 Wae Lomba, Pos 2 Onto Lui, Pos 3 Wake Haju, Pos 4 Poso Roko, Pos 5 Reho Poso Roko, Pos 6 Nampe Bakok, dan Pos 7 Rumah Kasih Ibu.

Durasi trekking-nya 2-4 jam, tergantung kondisi fisik. Kami memulai perjalanan dari Pos 1 Wae Lomba pada pukul 13.30 WITA dengan style trekking yang "santai."

Kondisi trek dari Pos 1 Wae Lomba menuju ke Pos 3 Wake Haju sudah dipaving batu dengan elevasi yang menanjak. Sesekali boleh berhenti untuk minum dan mengatur napas. Setelah setengah jalan melintasi Pos 3, jalanan paving mulai "hilang" dan berganti dengan tanah.

Memasuki Pos 4 Poso Roko, jalanan mulai berbatu dan banyak akar pohon. Di sinilah kemampuanmu diuji untuk memilih pijakan. Kondisinya pun masih menanjak hingga ke Pos 5 Reho Poso Roko.

Dari Pos 5, jalanan sudah mulai landai hingga ke Pos 7 Rumah Kasih Ibu. Di sini terdapat sebuah pondok dengan kentongan yang harus dipukul sebelum memasuki desa. Ponsel dan kamera juga harus disimpan, karena wisatawan tidak diizinkan memotret dan mengambil video sebelum mengikuti upacara adat.

Dari Pos 7, perjalanan berlanjut ke pintu masuk desa selama 10-15 menit dengan kondisi jalanan menurun dan berbatu. Penulis dan rombongan masuk ke desa pada pukul 17.15 WITA. Jadi, total waktu perjalanan dari Pos 1 ke Desa Waerebo selama 3 jam 45 menit.

Berdasarkan pengalaman menulis, total waktu yang dibutuhkan dari Labuan Bajo sampai ke Desa Waerebo sekitar delapan jam (tanpa menghitung durasi istirahat di basecamp). Waktu ini bisa berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi di lapangan, fisik, dan trekking style. Gimana, sudah siap buat menjelajahi keindahan Waerebo?

Curated For You

Editorial Team

Related Article