Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Menggunakan Emergency Blanket yang Benar saat Mendaki, Anti-Hipo!
ilustrasi menggunakan emergency blanket (commons.wikimedia.org/Pakkin Leung)

Mendaki gunung memang kegiatan yang seru banget, tapi kamu harus selalu ingat kalau cuaca di alam bebas itu susah ditebak. Salah satu barang "kecil-kecil cabai rawit" yang wajib banget ada di dalam carrier kamu adalah emergency blanket atau selimut darurat. Sayangnya, masih banyak pendaki yang asal pakai atau bahkan cuma menjadikannya penghias tas saja.

Padahal, kalau kamu tahu cara pakainya, benda tipis mengkilap ini bisa jadi penyelamat nyawa, lho. Agar pendakian kamu tetap aman dan nyaman, yuk simak cara menggunakan emergency blanket yang benar berikut ini!

1. Pilih sisi yang tepat sesuai kebutuhan

ilustrasi emergency blanket (commons.wikimedia.org/ Firetwister)

Kalau kamu perhatikan, emergency blanket biasanya punya dua sisi warna yang berbeda, yaitu perak (silver) dan emas (gold) atau warna lainnya. Jangan asal tempel ke badan, ya! Keduanya punya fungsi yang bertolak belakang.

  • Untuk menghangatkan (kondisi hipotermia): Hadapkan sisi perak ke arah tubuh. Sisi ini berfungsi memantulkan kembali panas tubuh yang keluar agar tidak terbuang ke udara bebas. Ini krusial banget buat menjaga suhu inti tubuh tetap stabil.

  • Untuk mendinginkan (cuaca terik): Kalau kamu terjebak di cuaca yang panas menyengat dan butuh perlindungan dari sengatan matahari, hadapkan sisi emas ke arah tubuh. Dengan begitu, sisi perak di luar akan memantulkan panas matahari menjauh dari badan kamu.

2. Gunakan teknik membungkus yang rapat

ilustrasi emergency blanket (commons.wikimedia.org/Paul Holloway)

Bukan sekadar disampirkan seperti handuk, cara pakai selimut darurat ini ada tekniknya. Pertama, buka lipatan selimut pelan-pelan karena bahannya tipis dan mudah terbang terkena angin. Bungkus seluruh tubuh kamu, mulai dari bagian bahu sampai ke kaki.

Fokuskan untuk menutup rapat area dada dan perut, karena di sanalah organ-organ vital berada. Pastikan tidak ada celah udara atau angin yang bisa masuk ke dalam bungkusan tersebut. Namun ingat ya, sisakan sedikit ruang di area wajah agar kamu tetap bisa bernapas dengan lega. Jangan sampai niatnya mau hangat malah jadi sesak napas.

3. Terapkan sistem lapisan (layering) yang benar

ilustrasi emergency blanket (pexels.com/cottonbro studio)

Emergency blanket bekerja paling efektif kalau dikombinasikan dengan pakaian yang tepat. Hal pertama yang wajib kamu pastikan adalah pakaian kamu harus kering. Jika baju yang kamu pakai basah karena keringat atau hujan, segera ganti dulu. Memakai selimut darurat di atas baju basah justru akan mempercepat proses hipotermia karena kelembapan terperangkap di dalam.

Gunakan emergency blanket sebagai lapisan terluar. Kamu bisa memakainya di atas jaket atau bahkan membungkus sleeping bag kamu dengan selimut ini. Teknik ini akan memerangkap panas di antara lapisan pakaian dan selimut dengan jauh lebih efektif daripada hanya memakai selimut di kulit langsung.

4. Manfaatkan untuk fungsi darurat lainnya

ilustrasi emergency blanket (pexels.com/cottonbro studio)

Selain untuk membungkus badan, benda ini multifungsi banget di keadaan survival. Kamu bisa menjadikannya Tenda Darurat (Shelter) sederhana. Caranya, bentangkan selimut di atas tali atau ranting pohon. Ini sangat berguna untuk melindungi kamu dari terpaan angin kencang atau air hujan saat kamu tidak sempat mendirikan tenda utama.

Selain itu, selimut ini bisa jadi Alat Sinyal. Sisi peraknya sangat mengkilap dan bisa memantulkan cahaya matahari dengan kuat. Jika kamu butuh bantuan, kibaskan sisi perak di tempat terbuka yang luas. Pantulan cahayanya bakal memudahkan tim SAR atau pendaki lain menemukan posisi kamu dari jarak jauh.

5. Hindari kesalahan fatal saat pemakaian

Ilustrasi emergency blanket (commons.wikimedia.org/Dionisis Christofilogiannis)

Ada beberapa hal yang tidak boleh kamu lakukan. Pertama, jangan pernah merobek selimut ini. Sekali robek, kemampuannya menahan panas akan hilang karena udara hangat di dalam akan langsung keluar. Perlakukan dengan lembut karena bahannya cukup rentan terhadap benda tajam.

Kedua, jika kamu sedang menangani teman yang terkena hipotermia, jangan biarkan dia tidur sendirian. Meskipun sudah dibungkus emergency blanket, kamu harus tetap mengajaknya bicara untuk memantau kesadarannya. Ingat, selimut ini hanyalah solusi sementara. Begitu kondisi memungkinkan, segera cari perlindungan yang lebih permanen atau hubungi bantuan medis.

Membawa emergency blanket itu tidak berat, tapi manfaatnya luar biasa besar. Dengan memahami cara pakai yang benar, kamu tidak hanya melindungi diri sendiri, tapi juga bisa membantu rekan pendakian yang membutuhkan.

Apakah kamu selalu sedia selimut darurat ini di dalam tas setiap kali muncak? Kalau belum, pastikan masuk daftar belanja alat daki kamu selanjutnya, ya!

Sumber rujukan:

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team