Memasuki puncak musim kemarau, kondisi vegetasi di kawasan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang semakin kering membuat potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu diwaspadai. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, sejumlah penyelenggara jasa pendakian mulai meningkatkan kesiapsiagaan guide dan porter dengan membekalinya Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Langkah ini menjadi bentuk keterlibatan pelaku wisata dalam menjaga kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Terlebih lagi, risiko kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga membutuhkan kepedulian dari pihak yang beraktivitas langsung di kawasan tersebut.
