Menyambangi Desa Waerebo di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, selalu menjadi impian wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Desa ini menawarkan beragam pesona dan kearifan lokal yang membuat siapa pun kagum saat berkunjung ke sana, mulai dari rumah tradisional Mbaru Niang yang berdiri megah, upacara adat yang sakral, hingga keramahan warga setempat.
Namun, di balik pesona tersebut, Waerebo adalah sebuah ruang hidup yang dijaga seperangkat aturan adat secara turun-temurun. Setiap jengkal tanah dan bangunan di desa ini memiliki nilai sakral, sehingga kehadiran wisatawan tidak bisa disamakan dengan kunjungan ke destinasi wisata komersial lainnya.
Sebelum mengemas barang dan melangkah menembus perbukitan, wisatawan wajib memahami aturan atau tata krama yang berlaku di sana. Hal ini biasanya disampaikan dalam sesi briefing di Tourist information Center atau basecamp sebelum berkunjung ke Desa Waerebo.
IDN Times pun berkesempatan untuk menjelajahi desa cantik tersebut pada Selasa (13/10/2026). Sesi briefing dipimpin langsung oleh Koordinator Reservasi Tamu Lembaga Pelestari Budaya Waerebo (LPBW), Mikael Tonso. Ia membagikan sejumlah informasi tentang etika berkunjung ke Waerebo yang wajib dipahami wisatawan.
Apa saja itu? Simak informasinya di bawah ini, yuk!