Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Hal yang Harus Dilakukan jika Bagasi Kabin Ditolak
ilustrasi seseorang mengangkat koper (unsplash.com/Kit)
  • Maskapai Low-Cost Carrier (LCC) umumnya membatasi berat bagasi kabin hingga 7 kilogram per penumpang, dan kelebihan berat akan dikenakan biaya tambahan.
  • Penumpang dapat mengurangi beban tas dengan mengenakan pakaian berlapis atau menitipkan barang tidak penting kepada teman atau keluarga yang mengantar.
  • Alternatif lain termasuk mengirim barang lewat jasa ekspedisi atau menyimpannya di loker bandara untuk menghindari biaya bagasi tambahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kebanyakan maskapai Low-Cost Carrier (LCC) dengan tarif paling murah hanya akan menyediakan bagasi kabin untuk penumpang. Selain itu, berat dan dimensi tas yang diperbolehkan sangat dibatasi. Misalnya, AirAsia memberikan jatah maksimal 7 kilogram per penumpang.

Sementara barang bawaan ataupun tas yang melebihi aturan maskapai Low-Cost Carrier (LCC) akan dikenakan biaya tambahan. Namun, terdapat beberapa alternatif agar kamu tidak perlu membeli bagasi tambahan. Berikut hal-hal yang harus dilakukan jika bagasi kabin ditolak oleh maskapai sebelum penerbangan.

1. Kurangi beban dalam koper

ilustrasi koper yang terbuka (unsplash.com/Arnel Hasanovic)

Permasalahan berat tas yang melebihi ketentuan maskapai sering kali dialami oleh hampir semua orang saat bepergian. Apabila kamu tidak ingin membeli bagasi tambahan, maka alternatifnya adalah mengurangi beban di dalam tas tersebut dengan membongkar kembali isinya. Agak merepotkan, tetapi cara ini cukup ampuh, lho.

Keluarkan pakaian-pakaian, seperti jaket atau celana yang tebal, dari dalam tas, lalu kenakan secara berlapis selama penerbangan. Selain itu, jika kamu membawa barang-barang kecil, tetapi berat, seperti kamera saku maupun charger, sebaiknya juga dimasukkan ke dalam kantong jaket. Cara ini umum dilakukan oleh para penumpang maskapai Low-Cost Carrier (LCC) guna menghemat bujet.

2. Titipkan ke teman atau keluarga

ilustrasi tas dan koper (pixabay.com/StelaDi)

Siapa yang ke bandara diantar oleh teman, pacar, atau keluarga, nih? Mereka juga dapat membantumu saat mengalami tas overload. Jika tidak ingin mengenakan pakaian berlapis, sebaiknya segera repack, kemudian singkirkan barang-barang yang tidak terlalu diperlukan.

Daripada membayar bagasi tambahan, titipkan kepada orang-orang yang mengantarkanmu ke bandara. Namun, pastikan barang-barang itu bukan item yang penting, seperti dokumen perjalanan atau obatan-obatan yang harus dikonsumsi karena kondisi tertentu.

3. Kirim melalui jasa ekspedisi

ilustrasi seseorang di bandara (unsplash.com/Anete Lūsiņa)

Bagi solo traveler, kamu juga dapat menggunakan jasa ekspedisi untuk mengirimkan kembali barang-barang yang tidak diperlukan ke alamat rumahmu untuk meminimalisir biaya. Setiap bandara besar umumnya menyediakan layanan tersebut.

Jasa ekspedisi ini biasanya tersedia di area terminal kargo bandara atau di lini 2 yang dapat diakses oleh publik. Sayangnya, kamu tidak bisa mengirimnya secara langsung dari area check-in penumpang, sehingga pastinya akan sedikit merepotkan, nih.

4. Simpan di loker bandara

ilustrasi loker mandiri (unsplash.com/Shane)

Cara di atas terlalu merepotkan? Coba titipkan di bandara. Sebagian besar bandara besar di Indonesia biasanya menyediakan fasilitas penitipan barang (left luggage) atau loker mandiri. Layanan ini sangat berguna apabila bagasi kabin ditolak oleh maskapai dan kamu tidak ingin membawanya ke bagasi kargo.

Sebagai contoh, saat akan liburan ke Thailand dengan AirAsia, kamu biasa menitipkan barang-barang di loker mandiri atau layanan penitipan barang profesional yang tersedia di Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Tarif akan dihitung per 24 jam berdasarkan ukuran barang.

Jika tidak ingin mengeluarkan biaya sepeser pun untuk tas yang overload, cara pertama dan kedua dapat dipertimbangkan. Namun, sebaiknya cek ketentuan maskapai sebelum hari keberangkatan. Terlebih, jika kamu naik maskapai Low-Cost Carrier (LCC) dengan tarif paling murah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team