Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Banyak Orang Ingin Slow Living di Kanada?

Kenapa Banyak Orang Ingin Slow Living di Kanada?
ilustrasi slow living di Kanada (unsplash.com/Andre Furtado)

Istilah slow living belakangan ini kembali populer. Banyak anak muda yang mulai beralih ke tren gaya hidup tersebut karena menekankan pada aktivitas sehari-hari yang santai, tidak terburu-buru, dan lebih menikmati setiap momen yang dijalani. Namun tentunya, slow living bukan berarti malas atau lamban, lho.

Dari banyaknya opsi negara, Kanada sering kali disebut-sebut sebagai destinasi ideal untuk slow living oleh warganet di media sosial, nih. Fyi, Kanada adalah negara terbesar kedua di dunia berdasarkan luas wilayah total yang memiliki 10 provinsi dan 3 teritori. Kira-kira kenapa, ya? Yuk, cari tahu lewat ulasan berikut ini.

1. Tawarkan nature therapy

ilustrasi pemandangan alam Kanada
ilustrasi pemandangan alam Kanada (unsplash.com/Igor Kyryliuk & Tetiana Kravchenko)

Kanada menawarkan pemandangan alam yang luar biasa, mulai dari hutan boreal yang luas hingga pegunungan Rocky. Nah, keindahan ini mendorong penduduk untuk lebih sering menghabiskan waktu di luar ruangan seperti hiking, berkemah, atau sekadar berjalan-jalan santai. Aktivitas-aktivitas tersebut tentunya menjadi bagian dari gaya hidup tenang yang didambakan oleh banyak orang.

Selain itu, Kanada identik dengan nature therapy yang sering disebut sebagai shinrin-yoku atau "mandi hutan." Terapi tersebut merupakan praktik terapeutik yang memanfaatkan lingkungan alam yang luas dan asri di negara itu untuk meningkatkan kesejahteraan fisik sekaligus mental. Nature therapy juga menghubungkan penduduk dengan alam guna menikmati keheningan yang menenangkan.

2. Populasi penduduk yang rendah

ilustrasi penduduk di Kanada
ilustrasi penduduk di Kanada (unsplash.com/Andy Holmes)

Meski memiliki kota-kota besar dan menjadi negara terbesar kedua di dunia berdasarkan luas wilayah total, Kanada secara keseluruhan memiliki kepadatan penduduk yang relatif rendah, lho. Ini karena sebagian besar wilayah Kanada terdiri dari iklim dingin, tundra, dan medan berbatu yang tidak ramah untuk ditinggali oleh manusia, terutama di bagian utara.

Namun, faktor tersebut juga menciptakan suasana yang lebih tenang dan tidak terlalu ramai di Kanada daripada negara-negara maju lainnya. Nah, tingkat kepadatan penduduk yang rendah cenderung berkontribusi pada stabilitas sosial sehingga tingkat kejahatan pun lebih terkendali di banyak wilayah. Tak heran, orang-orang ingin slow living di Kanada, ya?

3. Tingkat kejahatan terkendali di banyak wilayah

ilustrasi polisi yang menjaga keamanan di Kanada
ilustrasi polisi yang menjaga keamanan di Kanada (unsplash.com/Small Giant)

Seperti yang disebutkan di poin sebelumnya, kepadatan penduduk di Kanada yang relatif rendah juga sangat berpengaruh terhadap tingkat kriminalitas yang terkendali di banyak wilayahnya, lho. Karena itu, penduduk akan merasa aman saat menjalani aktivitas sehari-hari.

Dilansir dari Global Peace Index, Kanada berada dalam peringkat 15 negara teraman di dunia. Bahkan jarang sekali wisatawan asing yang pelesir ke Kanada menjadi sasaran kejahatan. Kepadatan penduduk yang cukup rendah juga membuat penegakan hukum di negara tersebut lebih adil.

4. Budaya ramah namun tetap sopan

ilustrasi orang-orang berinteraksi
ilustrasi orang-orang berinteraksi (unsplash.com/Abhishek Revis)

Penduduk di Kanada pun dikenal sangat ramah, lho. Bahkan jika tidak sengaja berpapasan di jalan, jangan terkejut saat mereka melempar senyum atau menyapa. Itu merupakan cara penduduk lokal untuk berinteraksi dengan orang baru yang ditemui. Mirip di Indonesia banget, ya?

Penduduk lokal juga sering meminta maaf bahkan meski bukan salah mereka sebagai bentuk kesopanan. Lalu, penggunaan kata "please" dan "thank you" sangat umum dalam percakapan sehari-hari. Jadi, jika berencana untuk slow living di Kanada, ingat-ingat prinsip tersebut, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

Apa Arti Gratuity saat Naik Kapal Cruise?

13 Apr 2026, 11:15 WIBTravel