Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Liburan ke Thailand Harus Bawa Banyak Uang Baht?
Potre wisata Wat Arun, Bangkok, Thailand (IDN Times/Dewi Suci Rahayu)
  • Banyak tempat wisata, pasar, dan transportasi di Thailand masih mengandalkan transaksi tunai, sehingga wisatawan disarankan membawa uang Baht dalam jumlah cukup.
  • Menukar uang Baht sejak di Indonesia lebih menguntungkan karena nilai tukar di bandara atau money changer Thailand cenderung lebih mahal.
  • Penggunaan kartu asing di ATM Thailand dikenakan biaya tambahan tinggi, jadi membawa uang tunai membantu menghindari pengeluaran ekstra selama liburan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jika kamu berencana liburan ke Thailand dalam waktu dekat maupun tahun depan, ada satu hal penting yang wajib diingat, yakni selalu siapkan uang Baht dalam jumlah cukup banyak. Meskipun negara ini terkenal sebagai destinasi wisata yang terjangkau, banyak pelancong yang justru kerepotan selama liburan di sana karena terlalu bergantung pada kartu debit, kredit, atau aplikasi pembayaran digital.

Pasalnya, Thailand masih sangat mengandalkan transaksi tunai, terutama di area wisata lokal, pasar tradisional, hingga transportasi umumnya. Oleh karena itu, kamu perlu memahami alasan kenapa membawa banyak uang Baht saat ke Thailand itu penting banget! Sebaiknya tukar Bath sejak di Indonesia, ya!

1. Sebagian besar tempat wisata masih gunakan transaksi tunai

Meskipun Bangkok sudah tergolong modern, banyak tempat wisata populer di Thailand yang belum sepenuhnya mendukung pembayaran digital. Beberapa tempat seperti pasar malam, kuil, tempat makan dan restoran, atau area wisata hanya menerima uang tunai.

Misalnya saat kamu ingin mencoba street food di Chatuchak Market atau membeli oleh-oleh di pasar tradisional Chiang Mai, hampir semua pedagang hanya menerima Baht. Hal yang sama juga terjadi di mal-mal besar.

Banyak tempat makan yang tidak menerima pembayaran dengan kartu kredit. Kalau pun menerima, hanya jenis kartu kredit tertentu dengan biaya tambahan minimal empat persen dari harga produk atau makanan.

Jadi, membawa uang tunai membuat kamu bisa bebas bertransaksi tanpa repot mencari mesin ATM atau tukar uang di tengah perjalanan. Tentunya juga lebih hemat, karena kamu tidak perlu membayar biaya tambahan yang dibebankan pada kartu debit atau kartu kredit.

2. Nilai tukar di bandara atau money changer di sana bisa lebih mahal

Potret uang Bath Thailand (IDN Times/Dewi Suci)

Banyak wisatawan yang berpikir menukar uang di bandara itu lebih praktis. Namun, kenyataannya kurs di bandara biasanya kurang menguntungkan. Kalau kamu menukar uang dalam jumlah kecil, mungkin tidak terlalu terasa. Namun, jika menukar Bath untuk perjalanan beberapa hari, selisihnya bisa cukup besar.

Dengan menyiapkan uang Baht sejak di Indonesia, kamu bisa mendapatkan nilai tukar lebih baik. Jadi, lebih hemat dan gak buang-buang uang untuk biaya tambahan yang sebenarnya bisa dihindari.

Jika terpaksa harus menukarkan Bath lagi, karena kehabisan, kamu bisa memilih money changer resmi yang berada di pusat kota. Biasanya mereka memiliki nilai tukar yang lebih stabil dan masuk akal.

3. Transportasi umum dan tiket wisata lokal menggunakan uang tunai

Potret bus di Terminal Ekkamai, Bangkok, Thailand (IDN Times/Dewi Suci)

Jika kamu berencana naik tuk-tuk, songthaew, BTS, atau bus lokal, kamu wajib punya uang tunai. Banyak transportasi umum di Thailand masih belum menerima pembayaran digital atau kartu. Bahkan, di beberapa terminal atau stasiun kecil, kamu perlu membayar tiket langsung dengan uang Baht secara tunai.

Selain itu, beberapa tempat wisata seperti Wat Arun atau Grand Palace juga masih meminta pembayaran tiket masuk secara tunai, terutama jika kamu datang pada jam-jam sibuk. Dengan uang tunai yang cukup, kamu bisa bergerak lebih cepat tanpa harus mengantre di mesin ATM atau bolak-balik menukarkan uang.

4. Lebih mudah saat belanja di pasar dan kuliner lokal

Potret pujasera di kawasan Pattaya Beach, Thailand (IDN Times/Dewi Suci)

Salah satu daya tarik utama Thailand adalah kulinernya yang luar biasa enak dan harganya terjangkau, misalnya seperti mango sticky rice, pad thai, dan som tam. Kita bisa menjumpai berbagai pasar tradisional, pasar malam, atau sentra kuliner di berbagai sudut kota di Thailand.

Namun, jangan kaget kalau banyak penjaja makanan atau penjual oleh-oleh yang hanya menerima pembayaran tunai. Selain itu, kalau kamu mau tawar-menawar di pasar malam seperti Asiatique atau Pratunam Market, uang tunai juga membuat proses transaksi jadi lebih fleksibel. Siapa tahu kamu bisa mendapat harga lebih murah kalau bayar langsung tanpa kartu!

5. Beberapa mesin ATM kenakan biaya tambahan untuk kartu asing

Kalau kamu berpikir akan menarik uang di ATM saat sampai di Thailand, hati-hati! Mesin ATM di luar negeri biasanya mengenakan biaya tambahan. Misalnya di Thailand, biasanya dikenakan biaya tambahan sekitar 200–250 Baht per transaksi (sekitar Rp90–110 ribu).

Bayangkan kalau kamu harus menarik uang beberapa kali selama liburan, biaya tambahan itu bisa menguras bujet makan atau belanja suvenir. Dengan membawa uang Baht secukupnya sejak awal, kamu bisa menghindari biaya tidak perlu ini dan fokus menikmati perjalanan.

Membawa banyak uang baht saat liburan ke Thailand bukan berarti kamu harus boros, tapi lebih ke strategi cerdas agar perjalananmu lebih praktis dan hemat. Jadi, sebelum berangkat, pastikan kamu sudah menukar uang di tempat yang terpercaya dan menyimpannya dengan aman, ya!

FAQ Seputar Kenapa Liburan ke Thailand Harus Bawa Banyak Uang Baht

Apakah ada aturan resmi dari Imigrasi Thailand yang mewajibkan turis membawa uang tunai?

Ya, ada. Otoritas Imigrasi Thailand memberlakukan aturan bukti kemampuan finansial bagi wisatawan asing yang masuk menggunakan fasilitas bebas visa (termasuk WNI). Wisatawan diwajibkan menunjukkan bukti fisik uang tunai minimal sebesar 15.000 hingga 20.000 Baht per orang (atau setara dengan sekitar Rp6,5 juta) jika diminta oleh petugas imigrasi.

Mengapa pihak Imigrasi Thailand memperketat pemeriksaan uang tunai ini?

Aturan ini diterapkan untuk memastikan bahwa turis yang datang benar-benar memiliki kemampuan finansial selama tinggal di sana, tidak terlantar, serta untuk mencegah maraknya kasus pekerja ilegal dan aktivitas ilegal lainnya (human trafficking atau penyalahgunaan izin tinggal).

Apakah pemeriksaan uang tunai ini dilakukan ke semua turis?

Pemeriksaan uang tunai ini dilakukan secara acak (random check) oleh petugas imigrasi di bandara kedatangan. Namun, bagi wisatawan yang dicurigai (misalnya tidak memiliki tiket pulang, tidak ada bukti pesanan hotel, atau pernah overstay sebelumnya), pemeriksaan ini akan dilakukan secara lebih ketat.

Apakah saya bisa menunjukkan saldo rekening bank atau e-wallet jika diminta bukti finansial?

Tidak bisa. Otoritas Imigrasi Thailand secara tegas meminta bukti dalam bentuk uang tunai fisik (baik dalam mata uang Baht maupun mata uang asing lain yang setara nilainya). Bukti berupa aplikasi mobile banking, kartu kredit, maupun rekening koran tidak selalu diterima oleh petugas di lapangan jika pemeriksaan fisik dilakukan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article