Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kesalahan Umum saat Connecting Flight, Bikin Ketinggalan Pesawat!
Potret penumpang pesawat (unsplash.com/Erik Odiin)
  • Transit terlalu singkat di bandara besar meningkatkan risiko tertinggal penerbangan lanjutan; disarankan minimal 45 menit untuk domestik dan dua jam untuk internasional sambil memantau status penerbangan.
  • Tiket terpisah pada maskapai berbeda dapat menyulitkan perpindahan terminal dan tidak menjamin perpanjangan boarding, terutama bila penerbangan pertama terlambat.
  • Kursi belakang, penerbangan siang atau sore, serta bagasi tercatat bisa memperlambat perpindahan; kursi dekat pintu, jadwal pagi, dan bagasi kabin membantu mengejar penerbangan berikutnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat menempuh perjalanan berdurasi panjang dengan pesawat terbang, biasanya penumpang "diajak" singgah terlebih dahulu di suatu bandara, kemudian melanjutkan di destinasi akhirnya. Durasi singgah ini tergantung kebijakan pesawat. Ada yang hanya satu jam, ada pula yang harus bermalam di bandara. Bahkan, ada yang harus singgah beberapa kali di beberapa bandara berbeda.

Saat singgah itulah penumpang harus tahu letak gate dan jadwal penerbangan lanjutan atau connecting flight-nya. Meski sudah berusaha semaksimal mungkin mengejar connecting flight, tak sedikit penumpang yang ketinggalan pesawat. Faktor penyebabnya bisa jadi karena diri sendiri atau hal-hal lain di luar kendali.

Melihat fenomena ini, Travel+Leisure menjabarkan kesalahan umum yang kerap dilakukan penumpang hingga membuat mereka ketinggalan connecting flight. Apa saja itu? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, yuk!

1. Jarak antarpenerbangan yang terlalu mepet

Potret penumpang transit di bandara (unsplash.com/JESHOOTS.COM)

Saat memesan jadwal penerbangan, biasanya seseorang cenderung rute dengan durasi transit yang singkat. Hal itu justru berpotensi menimbulkan masalah, apalagi kalau bandaranya besar dan sibuk, serta jarak gerbang kedatangan dan keberangkatan cukup jauh (lebih dari 30 menit atau lebih jika ditempuh dengan berjalan kaki). Jika tidak sigap, penumpang bisa ketinggalan connecting flight.

Sebaiknya, penumpang memilih waktu transit minimal 45 menit untuk penerbangan domestik dan dua jam untuk penerbangan internasional. Penumpang juga diimbau untuk selalu mengecek jadwal dan status penerbangan yang tertera di layar bandara.

2. Memesan tiket pesawat terpisah

Potret tiket pesawat dan paspor (unsplash.com/Jaimie Harmsen)

Memesan dua maskapai berbeda juga bisa menjadi penyebab penumpang ketinggalan connecting flight, apalagi jika terminalnya berjauhan. Penumpang harus menempuh jarak yang cukup jauh setelah turun dari penerbangan pertama.

Petugas gerbang seringkali memperpanjang waktu boarding untuk mengakomodir penumpang yang sedikit terlambat pada penerbangan pertama. Namun, hal ini hanya berlaku untuk maskapai yang sama. Jika maskapainya berbeda, penumpang tidak akan memiliki "keistimewaan" tersebut.

3. Memilih kursi di bagian belakang

Potret kursi di dalam pesawat (unsplash.com/Alexander Schimmeck)

Duduk di kursi bagian belakang ternyata juga bisa jadi penyebab penumpang ketinggalan connecting flight, lho! Saat keluar, kamu harus mengantre di lorong pesawat lebih lama. Sebab, penumpang lain juga akan "belomba-lomba" untuk keluar lebih dulu.

Jika kamu ada connecting flight, sebaiknya pilih kursi bagian depan atau dekat dengan pintu keluar. Beberapa maskapai membebankan biaya kepada penumpang untuk pemilihan kursi. Jangan ragu untuk merogoh kocek daripada ketinggalan pesawat nantinya.

4. Tidak memilih penerbangan pagi

Potret penumpang pesawat melakukan perjalanan pagi hari (unsplash.com/Daniel McCullough)

Penerbangan pagi hari biasanya jarang mengalami penundaan, karena menjadi yang pertama berangkat dan tidak terpengaruh jadwal penerbangan sebelumnya. Sementara itu, penerbangan siang atau sore cukup rentan mengalami delay yang bisa berpengaruh terhadap connecting flight.

Dengan mengambil penerbangan pagi, kamu hanya perlu mengorbankan waktu tidur. Hal ini tentu tidak menjadi masalah daripada kamu mengambil penerbangan siang atau sore, tetapi durasi transitnya sangat mepet. Kalau ketinggalan connecting flight, risikonya jauh lebih banyak, mulai dari menginap di bandara atau mencari hotel di sekitarnya, hingga keluar biaya lagi untuk memesan pesawat.

5. Menunggu dan memindahkan bagasi

Potret menyimpan barang di kabin pesawat (unsplash.com/Ben Iwara)

Bagasi tercatat (checked baggage) ternyata juga berpotensi menjadi penghambat saat hendak mengejar connecting flight. Apalagi jika maskapainya berbeda dan dipesan secara terpisah. Kamu harus mengambil bagasi terlebih dahulu, kemudian checkin dan drop bagasi lagi di konter bandara.

Jika barangmu tidak banyak, sebaiknya gunakan koper kabin atau tas jinjing untuk mengemasnya. Namun, jangan sampai melebihi batas yang ditetapkan oleh maskapai, ya! Selanjutnya, bawa barang-barang tersebut ke dalam kabin. Saat pesawat sudah mendarat, kamu tinggal turun dan membawa barangmu untuk langsung mengejar penerbangan selanjutnya.

Nah, sekarang kamu sudah tahu beberapa kesalahan umum yang bikin penumpang ketinggalan pesawat saat connecting flight. Jangan sampai terjadi kepadamu, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article