- Aalto Works, Finlandia.
- Benteng Alamut dan Fortifikasi Terkait, Iran.
- Teater Amazonia, Brasil.
- Situs Budha Kuno Sarnath, India.
- Ibu Kota Kuno Asuka dan Fujiwara, Jepang.
- Pantai Pendaratan D-Day, Normandia, 1944, Prancis.
- Pusat Kota Modernis Gdynia, Polandia.
- Situs Industri Porselen Kerajinan Jingdezhen, China.
- Benteng Gunung Amel, Lebanon.
- Masjid Batu dan Situs Suci Mangystau, Kazakhstan.
- Benteng Kerajaan Capetian di Languedoc, Prancis.
- Sebastia, Palestina.
- Arsitektur Modernis Tashkent, Uzbekistan.
- Kompleks Pemakaman Bangsawan Xiongnu, Mongolia.
- Medina Kasultanan Bersejarah Komoro, Komoro.
- Rocas di Sao Tome dan Principe, Sao Tome dan Principe.
- Sistem Teater Condominio Gaya Italia, Italia.
- Desa Sidi Bou Said, Tunisia.
- Wat Phra Mahathat Woramahawihan, Nakhon Si Thammarat, Thailand.
UNESCO Rilis 25 Situs Warisan Dunia Baru, Ada Gunung Olympus

- Komite Warisan Dunia UNESCO di Busan menambahkan 25 situs melalui kesepakatan bersama, sehingga daftar kini berisi 1.273 situs di 173 negara.
- Komoro, Sao Tome dan Principe, serta Sudan Selatan untuk pertama kalinya memiliki situs Warisan Dunia, mendukung daftar UNESCO yang lebih seimbang dan representatif.
- UNESCO memasukkan enam situs ke daftar terancam punah, menghapus Pusat Bersejarah Wina dari daftar itu, dan menetapkan Gunung Olympus sebagai satu-satunya situs campuran baru.
Komite Warisan Dunia UNESCO dalam pertemuan sesi ke-48 yang berlangsung di Busan, Korea Selatan, merilis 25 situs baru ke dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO. Seluruh penambahan tersebut didapatkan melalui kesepakatan bersama.
Sesi ini juga menjadi momen bersejarah karena tiga negara Afrika untuk pertama kalinya memiliki situs yang masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO. Penambahan ini menunjukkan komitmen UNESCO untuk membuat daftar yang lebih seimbang dan representatif.
Menariknya, Komite Warisan Dunia juga menambahkan enam situs ke dalam Daftar Warisan Dunia yang Terancam Punah. Langkah tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap nilai luar biasa situs, sekaligus kebutuhan untuk meningkatkan perlindungannya.
Salah satu hal yang menarik perhatian adalah masuknya Gunung Olympus dalam daftar situs yang mendapat pengakuan UNESCO. Gunung yang identik dengan mitologi Yunani ini juga tengah menjadi sorotan, karena ramainya pembahasan film The Odyssey.
Dengan penambahan 25 situs baru, Daftar Warisan Dunia UNESCO kini mencakup 1.273 situs yang tersebar di 173 negara. Situs-situs tersebut mendapatkan pengakuan dan perlindungan internasional tingkat tertinggi.
Rinciannya terdiri dari 19 situs budaya, lima situs alami, dan satu situs campuran. Lantas, ada apa saja? Melansir dari situs resmi unesco.org, simak informasi lengkapnya berikut ini!
1. Masuknya negara-negara Afrika
Inilah momen bersejarah bagi tiga negara Afrika, yakni Komoro, Sao Tome and Principe, serta Sudan Selatan, untuk pertama kalinya memiliki situs yang masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO. Dua di antaranya, Komoro serta Sao Tome and Principe merupakan negara berkembang pulau kecil atau small island developing states (SIDS).
Presiden Komoro, Azali Assoumani, turut menghadiri sesi tersebut untuk merayakan pencapaian bersejarah bagi negaranya. Masuknya situs dari Komoro ke dalam daftar UNESCO menjadi hal penting dalam upaya pengakuan dan perlindungan warisan budaya, serta alam negara tersebut.
Penambahan ini juga memperkuat upaya UNESCO membangun Daftar Warisan Dunia yang lebih seimbang dan representatif. Kehadiran lebih banyak negara dan kawasan dalam daftar tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga warisan dunia secara global.
2. Melindungi Warisan Dunia yang Terancam

Selain menambahkan situs baru, Komite Warisan Dunia UNESCO juga memberikan perhatian terhadap situs yang berada dalam kondisi terancam. Tiga situs baru diajukan melalui mekanisme pendaftaran darurat. Ketiganya antara lain Lanskap Migrasi Boma-Badingilo di Sudan Selatan, Kastil Gunung Amel di Lebanon, dan Sebastia di Palestina.
Penggunaan mekanisme darurat untuk tiga situs dalam satu sesi menunjukkan meningkatnya jumlah situs warisan yang menghadapi ancaman akibat konflik. Langkah ini juga mencerminkan upaya komite untuk memberikan perlindungan dan pengakuan internasional sebelum kondisi situs semakin memburuk.
Situs yang didaftarkan melalui mekanisme darurat tersebut juga langsung masuk ke dalam Daftar Warisan Dunia yang Terancam Punah. Selain ketiganya, terdapat tiga situs lain yang masuk dalam daftar tersebut, yakni Kota Tua Bersejarah Paramaribo di Suriname, Kota Kuno Tauric Chersonese dan Choranya di Ukraina, serta Tyre di Lebanon.
Dengan masuknya situs-situs tersebut ke dalam Daftar Warisan Dunia yang Terancam Punah, mereka dapat mengakses bantuan teknis dan keuangan untuk mendukung upaya perlindungan. Situs-situs tersebut juga mendapat dukungan lebih kuat untuk kegiatan konservasi dari komunitas internasional.
Di sisi lain, Komite Warisan Dunia UNESCO memutuskan menghapus Pusat Bersejarah Wina di Austria dari Daftar Warisan Dunia yang Terancam Punah. Keputusan ini menjadi perkembangan positif dalam upaya perlindungan dan pelestarian situs warisan dunia.
3. Daftar Situs Warisan Dunia UNESCO terbaru

Situs Budaya.
Situs Alami.
- Cagar Alam Bahari Aqaba, Yordania.
- Lanskap Migrasi Boma-Badingilo, Sudan Selatan.
- Suaka Margasatwa Nasional Okefenokee, Amerika Serikat.
- Fosil Ikan Bertulang Belakang Limfjord Barat, Denmark.
- Wadi Wurayah, Uni Emirat Arab.
Situs Campuran.
Kawasan Gunung Olympus, Yunani, menjadi satu-satunya Situs Campuran yang ditetapkan tahun ini. Gunung Olympus diakui karena keunikan budaya dan alamnya.
Secara budaya, Gunung Olympus merupakan markas mitologis Zeus dan 12 dewa Olimpus lainnya. Secara alami, kawasan ini merupakan pusat keanekaragaman hayati bagi kehidupan tumbuhan Mediterania dan tempat perlindungan gletser bagi spesies hutan purba.
Nah, bagi kamu yang suka wisata sejarah dan budaya, daftar terbaru UNESCO ini bisa menjadi referensi untuk menambah destinasi dalam wishlist liburanmu. Kamu bisa mengeksplorasi situs-situs tersebut, sekaligus mengenal sejarah dan nilai budaya yang membuatnya mendapat pengakuan sebagai Warisan Dunia UNESCO.





















