Perbedaan Kursi Reserved dan Non-Reserved di Shinkansen

Naik Shinkansen pertama kali memang terasa seru sekaligus bikin bingung. Salah satu hal yang sering membuat ragu adalah memilih antara kursi reserved dan non-reserved. Jika kamu pernah berdiri lama di peron sambil bertanya-tanya mana yang paling cocok, artikel ini pas untuk kamu.
Supaya perjalanan di kereta cepat Jepang tetap nyaman dan bebas drama, penting untuk memahami perbedaannya. Dengan tahu detailnya sejak awal, kamu bisa menyesuaikan pilihan kursi dengan gaya traveling dan jadwal perjalananmu. Yuk, bahas satu per satu perbedaan kursi reserved dan non-reserved di Shinkansen melalui ulasan berikut ini, biar liburanmu nyaman.
1. Kepastian tempat duduk

Kursi reserved di Shinkansen memberikan kepastian tempat duduk sejak awal. Begitu tiket dibeli, nomor kursi dan gerbong sudah ditentukan secara jelas. Hal ini sangat membantu jika kamu membawa koper besar atau bepergian jarak jauh.
Berbeda dengan kursi non-reserved yang tidak menjamin kamu akan langsung duduk. Penumpang harus berebut tempat berdasarkan siapa yang datang lebih dulu ke gerbong non-reserved. Saat jam sibuk atau musim liburan, kemungkinan berdiri cukup besar.
2. Harga tiket yang dibayarkan

Dari segi harga, kursi reserved biasanya sedikit lebih mahal. Biaya tambahan ini dibayar untuk kenyamanan dan kepastian tempat duduk selama perjalanan. Selisih harganya memang tidak ekstrem, tapi tetap terasa untuk rute panjang.
Sementara itu, kursi non-reserved menawarkan harga yang lebih ramah di kantong. Opsi ini sering dipilih traveler dengan bujet terbatas atau yang bepergian spontan. Namun, harga lebih murah ini datang dengan risiko tidak mendapatkan kursi.
3. Fleksibilitas waktu keberangkatan

Kursi reserved terikat pada jadwal kereta tertentu. Jika kamu ketinggalan kereta, tiket reserved biasanya tidak bisa langsung digunakan untuk kereta berikutnya. Kondisi ini membuat penumpang harus lebih disiplin dengan waktu.
Sebaliknya, tiket non-reserved lebih fleksibel dalam hal jadwal. Kamu bisa naik shinkansen berikutnya di hari yang sama tanpa perlu mengubah tiket. Fleksibilitas ini cocok untuk itinerary yang masih berubah-ubah.
4. Kenyamanan saat musim ramai

Saat musim liburan, kursi reserved menjadi incaran banyak orang. Dengan kursi yang sudah ditentukan, kamu tidak perlu antre panjang atau khawatir kehabisan tempat duduk. Pengalaman naik kereta pun terasa lebih tenang dan teratur.
Kursi non-reserved justru bisa jadi tantangan saat periode ramai. Penumpang sering mengantre sejak lama demi mendapatkan kursi. Jika terlambat, siap-siap berdiri cukup lama hingga ada kursi kosong.
5. Target penumpang yang cocok

Kursi reserved sangat cocok untuk keluarga, lansia, atau traveler dengan barang bawaan banyak. Kepastian kursi membuat perjalanan lebih nyaman dan minim stres. Opsi ini juga ideal untuk rute panjang seperti Tokyo—Osaka.
Sementara itu, kursi non-reserved lebih pas untuk solo traveler atau perjalanan singkat. Jika kamu terbiasa fleksibel dan tidak masalah berdiri sebentar, opsi ini bisa jadi pilihan praktis. Banyak wisatawan berpengalaman justru memanfaatkan non-reserved untuk hemat biaya.
Memilih kursi di Shinkansen sebenarnya menyesuaikan kebutuhan, bukan sekadar tentang harga semata. Dengan memahami perbedaannya, perjalanan keliling Jepang bisa terasa lebih ringan dan menyenangkan. Jadi, sebelum beli tiket, pastikan pilihan kursimu sudah sejalan dengan rencana petualanganmu, ya.


















