Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Plus Minus Duduk di Kursi Jomlo Kereta Api
Potret suasana di dalam kereta api (IDN Times/Cokie Sutrisno)

Bagi para pencinta moda transportasi kereta api, berburu tiket dengan posisi tempat duduk terbaik adalah sebuah ritual wajib sebelum memulai perjalanan. Selain kursi dekat jendela (window) atau dekat lorong (aisle) yang berpasangan, ada pula pilihan single seat atau "kursi jomlo" di kereta api kelas eksekutif.

Sebutan "kursi jomlo" ini memang populer di kalangan railfans untuk menggambarkan posisi sendiri atau tidak memiliki pasangan di sebelahnya. Posisinya berada di deretan paling belakang atau paling depan di setiap gerbong, serta dekat pintu bordes di beberapa rangkaian kereta eksekutif.

Format kursi tunggal ini sangat disukai pelancong yang bepergian seorang diri (solo traveler) dan tidak suka mengobrol dengan orang lain. Di sisi lain, juga ada kekurangan atau gangguan yang didapatkan jika duduk di kursi ini.

Sebelum memesannya di aplikasi booking tiket, berikut IDN Times bagikan informasi tentang kelebihan dan kekurangan atau plus minus duduk di "kursi jomlo" kereta api. Simak baik-baik sampai habis, ya!

1. Plus: mendapatkan privasi maksimal

Potret penumpang tidur di kursi kereta kelas eksekutif (pexels.com/Uprising production)

Kelebihan paling utama dan yang paling dicari dari kursi jomlo ini adalah ruang privasi yang maksimal. Saat memilih kursi reguler (dua kursi), kamu harus bersiap dengan kemungkinan mendapatkan teman sebangku orang asing yang mungkin suka mengobrol, memiliki kebiasaan tidur yang kurang nyaman, atau sering keluar-masuk.

Di kursi tunggal ini, kamu akan terbebas dari semua drama canggung dengan orang yang tidak dikenal tersebut. Kamu juga bisa melakukan banyak hal sepanjang perjalanan tanpa perlu khawatir bersenggolan lengan atau merasa risih ditatap orang di sebelahmu. Misanya tidur pulas dengan posisi sesuka hati, mendengarkan musik menggunakan headphone, hingga fokus menyelesaikan pekerjaan di laptop atau tab.

Bagi kaum introver yang menganggap interaksi sosial dengan orang baru selama belasan jam adalah hal yang melelahkan energi, kursi jomlo adalah sebuah kemewahan yang menyenangkan. Kamu tidak perlu berbasa-basi atau merasa bersalah saat ingin mengabaikan sekitar.

2. Minus: berdekatan dengan pintu bordes dan toilet

Potret toilet pria dan wanita di kereta api (x.com/keretaapikita)

Namin, di balik segala kebebasan dan privasi tersebut, posisi kursi jomlo yang umumnya diletakkan di dua ujung gerbong menyimpan konsekuensi yang cukup mengganggu kenyamanan. Kamu akan sering terganggu suara penumpang atau petugas yang membuka dan menutup pintu kereta api.

Selain itu, suara bising akibat gesekan besi antarsambungan gerbong juga akan terdengar jauh lebih keras di area ini, terutama saat kereta melaju kencang dan melintasi jalur berbelok. Apalagi masih banyak penumpang yang kurang memiliki kesadaran untuk menutup kembali pintu kereta. Kamu harus jadi "tukang tutup pintu" dadakan untuk meredam suara berisiknya.

3. Plus: bisa keluar masuk lorong tanpa sungkan

Potret kursi kereta kelas eksekutif (vecteezy.com/Hanggoro Prasongko)

Salah satu dilema terbesar saat duduk di kursi dekat jendela (window seat) pada baris reguler adalah munculnya perasaan sungkan ketika ingin pergi ke toilet, kereta makan, atau sekadar jalan-jalan. Jika penumpang sebelah duduk atau bahkan tertidur dengan posisi kaki di atas foot rest (pijakan kaki), maka kamu terpaksa harus membangunkan atau meminta izin kepadanya agar mengubah posisinya terlebih dahulu.

Masalah klasik itu sama sekali tidak akan kamu dapatkan jika memesan kursi jomlo. Posisinya yang berdiri sendiri tepat di samping lorong utama kereta akan membuatmu memiliki akses langsung yang tidak terhalang apa pun dan siapa pun. Kapan pun kamu kebelet pipis atau mau ke kereta makan, kamu tinggal berdiri dan melangkah pergi begitu saja.

4. Minus: menjadi pusat lalu-lalang petugas dan penumpang lainnya

Potret gerbong kereta api eksekutif (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Jika duduk di kursi jomlo, kamu memang bisa keluar masuk lorong tanpa sungkan dengan penumpang sebelahmu. Namu, posisi kursi ini yang tepat berada di pintu masuk gerbong, otomatis menjadi titik paling sibuk yang dilalui semua orang.

Sepanjang perjalanan, kamu akan sering menyaksikan pergerakan dari penumpang yang baru naik, penumpang yang hendak ke toilet, penumpang yang mau turun, petugas kereta makan, petugas keamanan,hingga petugas kebersihan.

Bagi sebagian orang, menyaksikan pemandangan ini tentu terasa sangat melelahkan dan mengganggu, terutama jika kamu sedang mencoba untuk beristirahat. Tak jarang beberapa bagian tubuh, seperti siku atau kaki, tidak sengaja tersenggol tas besar atau barang bawaan penumpang lain yang sedang berjalan melewati lorong.

5. Plus: ruang gerak kaki yang cenderung lebih luas

Potret kursi kereta kelas eksekutif (vecteezy.com/Hanggoro Prasongko)

Pada beberapa tipe rangkaian kereta eksekutif tertentu, kursi tunggal yang terletak di ujung barisan sering kali mendapatkan keuntungan berupa ruang kaki (legroom) yang lebih lapang. Hal ini terjadi karena tidak adanya struktur sandaran kursi di depannya.

Dengan ruang bawah yang lebih lega, kamu bisa meluruskan kaki secara maksimal tanpa takut membentur barang bawaan atau kursi penumpang lain. Kamu juga memiliki ruang yang cukup untuk meletakkan tas ransel kecil atau barang belanjaan tepat di bawah kakimu, tanpa harus mengorbankan kenyamanan posisi duduk.

6. Minus: guncangan kereta sangat terasa

Potret gerbong kereta api eksekutif (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Aspek teknis yang sering kali luput dari perhatian para pemburu tiket kursi jomlo adalah tingkat guncangan suspensi kereta. Posisinya di ujung dekat pintu akan membuat kamu merasakan sensasi guncangan yang intens. Efek getaran ini akan sangat terasa mengganggu saat kereta api melewati wesel perpindahan jalur atau saat mengerem mendadak, di mana tubuhmu akan terasa sedikit terombang-ambing dari atas kursi tunggalmu.

Bagi penumpang yang rentan mengalami mabuk perjalanan atau vertigo, dinamika guncangan di area ujung ini bisa dengan cepat memicu rasa mual dan pusing kepala. Menulis atau mengetik di laptop pun akan menjadi jauh lebih menantang. Oleh karena itu, kenyamanan fisik di kursi tunggal ini sangat bergantung pada seberapa tangguh ketahanan tubuhmu terhadap guncangan tersebut.

Nah, itu dia kelebihan dan kekurangan atau plus minus duduk di “kursi jomlo” kereta api. Pilih risiko yang paling minim atau yang dapat kamu toleransi, agar perjalananmu tetap aman dan nyaman. Semoga informasi ini bisa jadi pertimbangan sebelum kamu memesan kursi tersebut, ya!

Editorial Team

Related Article