Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Seoul Punya Museum Bawah Tanah Baru, Isinya Reruntuhan Dinasti Joseon!

Seoul Punya Museum Bawah Tanah Baru, Isinya Reruntuhan Dinasti Joseon!
Insa Historic Sites Museum di Seoul (instagram.com/seoulcity)
Intinya Sih
  • Pemerintah Seoul membuka Insa Historic Sites Museum, museum bawah tanah baru yang menampilkan situs arkeologi Dinasti Joseon di pusat kota.
  • Museum ini menyajikan enam zona pameran bertema dengan artefak bersejarah seperti jam astronomi Raja Sejong dan mesin cetak logam era Joseon.
  • Insa Historic Sites Museum berlokasi di basement gedung G1 Seoul, Jongno-gu, dapat dikunjungi gratis setiap Selasa hingga Minggu mulai 16 Juli 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kota Seoul di Korea Selatan memang tidak pernah kehabisan cara untuk menarik wisatawan untuk mengunjungi beragam destinasi menarik di sana. Di balik megahnya gedung pencakar langit dan hiruk-pikuk perkotaan yang modern, kota ini menyimpan banyak tempat bersejarah yang seru untuk dijelajahi dan menjadi sarana belajar bagi wisatawan, terutama para pencinta sejarah dan budaya Negeri Ginseng.

Pada Selasa (14/7/2026), pemerintah Seoul melalui Seoul Museum of History mengumumkan pembukaan destinasi wisata sejarah yang sangat unik, karena lokasinya berada di bawah tanah. Namanya Insa Historic Sites Museum. Koleksi di dalamnya sangat beragam dan akan memenuhi rasa ingin tahu para pencinta sejarah.

Penasaran seperti apa museum bawah tanah tersebut? Simak informasi lengkap tentang Seoul Museum of History berikut ini, yuk!

1. Berawal dari proyek penggalian gedung

Potret Insa Historic Sites Museum di Seoul
Potret Insa Historic Sites Museum di Seoul (instagram.com/seoulcity)

Tidak ada yang mengira bahwa di bawah gedung pencakar langit dan pusat komersial Seoul, terdapat sebuah situs arkeologi yang sangat luas. Melansir Korean Times, situs tersebut ditemukan antara tahun 2020 dan 2021 ketika ada proyek penggalian untuk pembangunan kembali sebuah tempat komersial di kawasan pusat kota.

Menyadari adanya nilai sejarah dan akademis dari temuan tersebut, pemerintah kota dan pejabat warisan budaya membuat kesepakatan dengan pihak pengembang swasta. Proyek penggalian situs arkeologi tersebut tetap berjalan tanpa merusak gedung yang sudah ada.

Sebagai imbalan atas pelestarian lapisan arkeologi di lokasi dan donasi ruang museum kepada kota, pengembang tersebut diberikan insentif zonasi yang signifikan. Izin pembangunan yang semula hanya 17 lantai, menjadi 25 lantai.

2. Koleksi museum

Potret Insa Historic Sites Museum di Seoul (
Potret Insa Historic Sites Museum di Seoul (instagram.com/seoulcity)

Insa Historic Sites Museum menyajikan enam zona pameran bertema yang mencakup proses penggalian arkeologi, kehidupan sehari-hari di kawasan Jongno, serta ilmu pengetahuan dan teknologi Dinasti Joseon.

Berbeda dengan museum pada umumnya yang menyimpan koleksi di balik etalase kaca dan berasal jauh dari tempat asalnya (tempat penemuan dan tempat pamerannya terpisah), Insa Historic Sites Museum ini menyajikan situs arkeologi langsung di tempat penemuannya atau disebut sebagai on-site museum.

Pengunjung akan diarahkan untuk berjalan di sepanjang dek kayu dan lantai kaca untuk melihat langsung situs arkeologi di bawahnya. Situs tersebut terdiri dari pondasi bangunan, sistem drainase kuno, dan sumur batu komunal berukuran besar yang diperkirakan dibangun pada abad ke-16.

"Insa Historic Sites Museum adalah contoh utama bagaimana pelestarian perkotaan dan pembangunan berkelanjutan dapat hidup berdampingan," ujar Direktur Seoul Museum of History, Choi Byung Goo, dilansir The Korean Times, Selasa (14/7/2026).

Selain reruntuhan arsitektur, museum ini juga menampilkan 523 artefak yang ditemukan dari tanah. Di antaranya seperti sampel Ilseongjeongsiui (jam astronomi yang dipesan oleh Raja Sejong Agung pada tahun 1437), mesin cetak logam bergerak di era awal Joseon, lebih dari 440 keping replika huruf cetak logam yang langka, komponen jam air bersejarah, dan senjata api Korea kuno.

Pengunjung juga bisa menjajal pengalaman interaktif berupa tampilan rekonstruksi 3D, karya seni media digital oleh seniman kontemporer, dan aktivitas mesin cetak logam interaktif untuk anak-anak.

3. Bisa dikunjungi masyarakat umum secara gratis

Potret Insa Historic Sites Museum di Seoul
Potret Insa Historic Sites Museum di Seoul (instagram.com/seoulcity)

Sehari setelah pengumuman pembukaannya, tepatnya pada Rabu (15/7/2026), pemerintah dan otoritas setempat akhirnya meresmikan Insa Historic Sites Museum. Masyarakat umum dan wisatawan sudah bisa mengunjunginya sejak Kamis (16/7/2026).

Museum seluas 4.810 meter persegi ini terletak di basement gedung G1 Seoul atau tepatnya di 18 Jong-ro 11-gil, Jongno-gu, Seoul. Buka setiap hari Selasa-Minggu pada pukul 09.00-18.00 waktu Seoul. Museum tutup pada hari Senin dan hari-hari khusus. Tiket masuknya gratis.

Dengan hadirnya Insa Historic Sites Museum ini, sekarang kamu punya banyak pilihan destinasi untuk liburan di Seoul, nih! Masukkan ke dalam itinerary perjalananmu, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More