Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Panduan Memilih Waktu Terbaik Liburan ke Spanyol, dari Musim Semi hingga Dingin

Panduan Memilih Waktu Terbaik Liburan ke Spanyol, dari Musim Semi hingga Dingin
ilustrasi suasana Kota Madrid saat cerah (unsplash.com/Vitaly Zamendyanskiy)
Intinya Sih
  • Spanyol menawarkan pengalaman liburan berbeda di tiap musim, mulai dari festival meriah di musim semi hingga parade Natal di musim dingin dengan suasana khas Eropa Selatan.
  • Musim panas cocok bagi pencinta pantai dan pesta seperti La Tomatina, sementara musim gugur menghadirkan ketenangan, panen anggur, serta harga wisata yang lebih terjangkau.
  • Musim dingin memberi kesempatan menikmati suasana Natal tanpa keramaian, sedangkan setiap musim memiliki daya tarik unik yang membuat Spanyol menarik dikunjungi sepanjang tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Di Eropa, Spanyol menjadi salah satu negara yang jadi incaran banyak turis asing. Bukan hanya mereka yang mau sekedar liburan dan wisata kuliner, Spanyol juga menjadi negara favorit banyak penggemar sepak bola. Bukan rahasia lagi jika Spanyol merupakan rumah bagi banyak tim besar dunia seperti Juventus dan Barcelona. Belum lagi, Spanyol baru saja berhasil memenangkan Piala Dunia 2026. 

Meski begitu yang namanya liburan ke luar negeri juga membutuhkan perencanaan yang super matang. Termasuk soal kapan waktu terbaik untuk berkunjung ke sana. Untuk yang satu ini, sebenarnya kembali lagi ke tujuan kamu liburan ke sana. Mengingat Spanyol sendiri memiliki empat musim yang berbeda, situasi dan kondisi dan negara tersebut bisa berubah dengan cepat. Lantas kapan waktu terbaik berkunjung ke Spanyol, berikut penjelasannya!

1. Musim semi, waktu terbaik untuk menikmati cuaca sempurna dan festival

ilustrasi suasana Kota Sevilla menjelang sunset
ilustrasi suasana Kota Sevilla menjelang sunset (unsplash.com/Henrique Ferreira)

Buat kamu yang ingin menjelajahi Spanyol dengan nyaman, musim semi merupakan waktu terbaik. Berlangsung dari akhir Maret hingga Mei, musim semi di Spanyol memiliki cuaca yang sejuk dengan curah hujan rendah. Suhunya berkisar antara 15-25 derajat Celcius dan masih terasa cukup dingin jika kamu keluar di pagi hari. Selain cuaca yang enak buat jalan-jalan, musim semi juga merupakan musim di mana berbagai festival dan pasar diadakan.

Salah satu yang paling terkenal adalah Semana Santa Festival. Berlokasi di Kota Sevilla, festival ini berlangsung seminggu menjelang Paskah. Selain itu, ada juga Fenria de Abril (Pekan Raya Sevilla) yang berlangsung di Andalusia. Berlangsung selama seminggu, festival ini menampilkan tarian, parade, adu banteng, hingga tarian dari perempuan bergaun Flamenco cerah. Terakhir, musim semi juga semakin meriah dengan dibukanya pasar-pasar kaget yang menjual berbagai hasil bumi dari para petani lokal serta makanan khas Spanyol.

2. Musim panas, waktu terbaik untuk berjemur di pantai dan berpesta

ilustrasi Playa de Muro
ilustrasi Playa de Muro (unsplash.com/Andreas Johansson)

Jika kamu gak keberatan untuk suhu panas, suasana ramai, dan akomodasi yang sedikit lebih mahal; maka kamu bisa berkunjung pada antara bulan Juni hingga Agustus saat Spanyol sedang musim panas. Di wilayah perkotaan seperti Madrid, Córdoba, dan Sevilla suhunya berkisar antara 38-40 derajat Celcius. Mayoritas penduduk biasanya menghindari beraktivitas di luar ruangan saat pagi dan siang hari. Mereka baru keluar menjelang sore dan malam saat suhu sudah turun. Sedangkan di daerah pesisir, suhu hariannya sedikit lebih ramah yakni antara 28-32 derajat Celcius.

Di Spanyol, bulan Agustus merupakan waktunya liburan. Penduduk biasanya menghabiskan waktu ke Utara Spanyol yang merupakan wilayah perbukitan hijau dan desa yang memiliki suhu lebih bersahabat. Namun tak sedikit juga warga lokal yang pergi ke wilayah pesisir untuk menikmati musim panas dengan berjemur di pantai.

Jika kamu memiliki waktu liburan yang panjang, kamu juga gak boleh melewatkan La Tomatina di Kota Buñol. La Tomatina sendiri merupakan festival makanan terbesar di dunia, di mana ribuan orang saling melempar tomat matang ke orang-orang di jalanan.

3. Musim gugur, waktu terbaik untuk menikmati suasana pedesaan

ilustrasi Alhambra Palace di Spanyol
ilustrasi Alhambra Palace di Spanyol (unsplash.com/Jorge Ferńandez Salas)

Seiring dengan berlalunya musim panas, Spanyol akan menyambut musim gugur. Dengan suhu yang lebih bersahabat yakni sekitar 18-25 derajat Celcius, musim gugur disebut sebagai salah satu waktu terbaik untuk liburan ke Spanyol setelah musim semi. Selain suhunya yang jauh lebih sejuk, suasana musim semi juga lebih tenang dengan kunjungan turis yang gak terlalu banyak. Harga tiket tempat wisata dan hotel juga biasanya turun hingga 50 persen.

Layaknya musim semi, musim gugur juga merupakan waktu panen para petani buah. Kamu bisa berkunjung ke Rioja atau Ribera del Duero yang dikenal sebagai wilayah penghasil anggur. Di sana, kamu bisa ikut berpartisipasi dalam memetik anggur dan menghadiri festival panen. Selain anggur, pasar lokal juga dipenuhi dengan buah-buahan seperti buah ara, tomat, jeruk, hingga kastanye, dan daging hasil buruan. Di musim gugur jugalah banyak pertunjukan opera dimulai dan museum-museum menggelar pameran baru. 

4. Musim dingin, waktu terbaik untuk menyaksikan parade Natal

ilustrasi Spanish Plaza
ilustrasi Spanish Plaza (unsplash.com/Valentin)

Meski musim panas di Spanyol bisa jadi sangat panas, musim dingin di negara ini suhu bisa turun drastis. Di kota seperti Madrid, suhunya berkisar antara 0-10 derajat Celcius dengan salju yang turun sesekali. Sedangkan di wilayah pantai Mediterania seperti Valencia dan Málaga, suhunya sedikit lebih hangat yakni sekitar 12-18 derajat Celcius. Dibandingkan dengan musim lain, musim dingin di Spanyol bukanlah musim yang populer untuk liburan. Suhu dingin, restoran yang tutup, hingga jam operasional tempat wisata yang lebih pendek membuat banyak turis enggan berkunjung.

Sisi positifnya, kunjungan turis yang berkurang juga membuat harga akomodasi dan tempat wisata seperti museum jadi lebih murah hingga 30-60 persen. Selain itu, berkunjung saat musim dingin juga berarti kamu bisa menikmati musim Natal di negara ini tanpa perlu berdesakan. Mulai dari menikmati indahnya kota dengan lampu-lampu dan hiasan Natal spektakuler, pasar tradisional yang menjual aneka permen, hingga parade Cabalgata de Reyes yang menampilkan berbagai kendaraan hias pada 5 Januari.

Spanyol memang gak sepopuler negara lainnya di Eropa, tapi bukan berarti negara ini jadi gak layak untuk dikunjungi. Sebaliknya, Spanyol memiliki banyak hal menarik untuk dieksplorasi setiap musimnya. Gak hanya tempat wisata, jika beruntung, kamu juga bisa mengikuti berbagai acara festival seru bersama penduduk lokal!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More