Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Alasan Kobe Jepang Jadi Kota Ramah Muslim yang Layak Dikunjungi

5 Alasan Kobe Jepang Jadi Kota Ramah Muslim yang Layak Dikunjungi
Kobe, Jepang (pexels.com/Thắng Văn)
Intinya Sih
  • Kobe memiliki sejarah panjang komunitas muslim sejak abad ke-19, ditandai dengan berdirinya Masjid Muslim Kobe tahun 1935 yang menjadi masjid pertama di Jepang dan simbol multikulturalisme kota ini.
  • Kota Kobe menyediakan fasilitas ibadah dan kuliner halal yang mudah dijumpai, mulai dari masjid, ruang salat di tempat wisata, hingga restoran bersertifikat halal dan menu tanpa babi serta alkohol.
  • Pemerintah melalui Visit Kobe menerbitkan panduan Muslim Friendly Travel Kobe berisi informasi akomodasi, lokasi salat, dan kuliner halal untuk memudahkan wisatawan muslim merencanakan perjalanan mereka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Liburan ke Jepang dari Indonesia bisa lebih terjangkau dengan adanya sejumlah maskapai low cost carrier (LCC), terutama untuk tujuan wilayah Kansai. Selain itu, biaya akomodasi, kuliner, dan transportasi kerap kali tidak semahal di Tokyo. Pantas saja kalau banyak yang memilih traveling ke Osaka, Kyoto, dan Nara. 

Ketika sejumlah kota tersebut sudah ramai wisatawan, kamu bisa melipir ke Kobe. Kota pelabuhan ini terbilang underrated, tetapi muslim friendly, lho. Berikut ini sejumlah alasan yang membuat Kobe jadi kota ramah muslim di Jepang.

1. Berakar dari sejarah panjang komunitas muslim

Masjid Muslim Kobe, Jepang
Masjid Muslim Kobe, Jepang (photo-ac.com/Kyotosanpo)

Kobe merupakan salah satu kota pelabuhan yang melayani pelayaran dan perdagangan internasional pada awal periode Meiji (1868–1891). Jangkauan globalnya tidak hanya mencakup negara-negara Barat, tetapi juga menjalin persahabatan dengan Kekaisaran Ottoman dan Timur Tengah. Maka dari itu, mereka mulai saling mengunjungi dan sebagian pedagang dari Turki, India, dan Tatar menetap di Tokyo, Yokohama, serta Kobe. 

Lambat laun, komunitas muslim berkembang seiring Pelabuhan Kobe menjadi tempat yang mencerminkan multikulturalisme sejak abad ke-19. Kamu bisa melihatnya di Distrik Kitano, lokasi di mana Masjid Muslim Kobe berdiri di antara deretan rumah bergaya Barat kuno. Masjid tersebut didirikan tahun 1935 dan menjadi yang pertama di Jepang.

Masjid Muslim Kobe dijuluki Miracle Mosque, karena selamat pada Perang Dunia II dan gempa besar Hanshin-Awaji pada 1995. Kini Masjid Muslim Kobe bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi tempat perlindungan bagi umat Islam di negara tersebut. Masjid ini terbuka untuk wisatawan non-muslim dan dapat dikunjungi kapan saja, kecuali pada hari Jumat.

2. Tempat salat tersebar di berbagai sudut kota

Kamomeria, Naka Piere Cruise Terminal
Kamomeria, Naka Piere Cruise Terminal (photo-ac.com/EMA*S)

Tempat salat tidak harus berupa masjid atau musala, terlebih di negara non-muslim. Untukmu yang muslim gak perlu bingung saat berada di Kobe, karena terdapat masjid hingga ruang ibadah di sejumlah fasilitas umum. Bahkan, sejumlah tempat wisata juga menyediakan fasilitas serupa.

Selain Masjid Muslim Kobe, terdapat Masjid Hyogo yang beroperasi 24 jam. Masjid ini terletak sekitar 15 menit berjalan kaki dari Stasiun Sannomiya, 5-3-15 Kamikawa-dori, Chuo-ku, Kobe. Tempat lainnya berada di Kamomeria, Naka Pier Cruise Terminal untuk penumpang kapal pesiar dan feri.

Kalau sedang jalan-jalan di area Nagata, bisa mampir ke Kobe International Community Center (KICC). Ruang salat juga tersedia di Rokkosan Athletic Park GREENIA (musim panas). Tidak selalu buka, tetapi kamu bisa meminta tolong petugas jika membutuhkannya. Berbeda dengan ruang salat di Rokkosan Snow Park yang selalu buka setiap jam operasional pada musim dingin.

3. Makanan halal mudah dijumpai

ilustrasi makanan halal
ilustrasi makanan halal (pexels.com/Fred Lee Jr)

Kobe bukan hanya menyediakan tempat ibadah untuk umat Islam, tetapi juga makanan halal yang mudah dijumpai. Saat menyempatkan diri keliling sebentar di sekitar Masjid Hyogo, maka akan menemukan beberapa tempat makan seperti Hyogo Halal Shop, Merit Hyogo Halal Restaurant, dan Al Noor Halal Food. Sesuai latar belakang sejarah komunitas muslim di sana, mayoritas hidangannya merupakan khas Timur Tengah dan Asia Tengah.

Kamu juga bisa menjumpai makanan Indonesia di sekitar Stasiun Sannomiya dan Kuil Ikuta. Masih di kawasan yang sama, terdapat daging sapi Kobe yang sudah tersertifikasi halal bernama Tsuki Usagi. Selain itu, masih banyak lagi tempat makan seperti di Harborland dan beberapa resor ski. Sebagian telah mendapat sertifikasi halal dari Japan Halal Association (JHA) dan Osaka Halal Association, tetapi sebagian lagi cukup muslim friendly dengan label tanpa daging babi dan tanpa alkohol.

4. Tersedianya akomodasi ramah muslim

ilustrasi kamar hotel
ilustrasi kamar hotel (pexels.com/Pixabay)

Selain tempat makan, sejumlah akomodasi di Kobe telah menyediakan layanan ramah muslim. Ada hotel jaringan internasional seperti Hotel Okura Kobe dan ANA Crowne Plaza Kobe hingga hotel butik Ariston Hotel Kobe. Mayoritas menyediakan menu tanpa daging babi dan alkohol untuk tamu grup, lengkap dengan piktogram di area buffet agar tamu mudah mengenali bahan makanan yang digunakan.

Sebagian hotel maupun penginapan bahkan melangkah lebih jauh dengan menyediakan sajadah, hijab, serta penanda kiblat di setiap kamar. Meski begitu, penting untuk memastikan detail layanan sebelum memesan karena standar ramah muslim setiap akomodasi dapat berbeda. Beberapa penyedia akomodasi hanya melayani permintaan halal untuk rombongan besar dengan reservasi, jadi kamu perlu mengecek kembali sebelum memutuskan menginap.

5. Ada panduan resmi untuk kebutuhan wisatawan muslim

tangkapan layar website Kobe Tourism Bureau
tangkapan layar website Kobe Tourism Bureau (feel-kobe.jp)

Kobe Tourism Bureau melalui Visit Kobe menyusun panduan khusus bertajuk Muslim Friendly Travel Kobe yang mencakup informasi lokasi salat hingga daftar akomodasi ramah muslim. Mereka menyusunnya berdasarkan riset kebutuhan komunitas muslim, bukan sekadar promosi wisata biasa. Informasinya pun tersedia dalam berbagai bahasa sehingga memudahkan wisatawan mancanegara untuk merencanakan perjalanan.

Tidak hanya mengandalkan panduan resmi pemerintah, kamu juga dapat memanfaatkan platform independen seperti Halal Navi yang rutin memperbarui daftar restoran dan fasilitas halal di Kobe. Kombinasi kedua sumber tersebut membuatmu lebih mudah untuk memperoleh referensi terpercaya sebelum berkunjung. Rencana liburan ke Kobe menjadi lebih minim kekhawatiran soal kebutuhan ibadah maupun makanan.

Sederet alasan di atas membuat Kobe jadi kota ramah muslim di Jepang. Bahkan pemerintah setempat memberikan panduan untuk mendukung kebutuhan komunitas muslim maupun wisatawan. Yuk, rencanakan perjalananmu ke Kobe!


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More