Sepatu hiking baru memang terlihat lebih meyakinkan untuk dibawa mendaki karena sol masih tebal, material belum aus, dan tampilannya terasa siap menghadapi medan berat. Namun, kondisi baru bukan berarti sepatu tersebut sudah langsung nyaman digunakan untuk berjalan berjam-jam di jalur pendakian. Kaki dan sepatu masih memerlukan masa adaptasi agar bentuk, titik tekanan, serta karakter materialnya terasa lebih familier selama bergerak.
Proses break-in membantu pendaki mengenali kecocokan sepatu sekaligus memberi kesempatan bagi material tertentu untuk menyesuaikan diri dengan pola gerak kaki. Melewatkan tahap tersebut dapat membuat masalah yang awalnya terasa sepele berkembang menjadi gangguan serius ketika perjalanan sudah jauh dari titik awal. Daripada pendakian terganggu hanya karena sepatu baru belum pernah diuji, yuk pahami berbagai risikonya sebelum berangkat.
