5 Solusi Atasi Mual dan Pusing saat Naik Bus, Terapkan!

- Pilih kursi bagian depan atau tengah bus untuk mengurangi guncangan dan membantu pandangan ke jalan menyelaraskan keseimbangan tubuh.
- Isi perut secukupnya 1–2 jam sebelum berangkat dengan makanan ringan, hindari makanan pedas, bersantan, atau asam yang dapat mengganggu lambung.
- Hindari gadget dan bacaan saat bus bergerak; gunakan musik atau podcast, aromaterapi, serta obat antimabuk 30–60 menit sebelum berangkat bila diperlukan.
Melakukan perjalanan jauh naik bus antarkota memang menyenangkan dan ekonomis. Kamu bisa menikmati pemandangan di sepanjang jalan tanpa harus capek menyetir sendiri. Sayangnya, bagi sebagian orang, naik bus adalah ujian tersendiri karena ancaman mabuk perjalanan alias mabuk darat yang selalu membayangi.
Mulai dari pusing, keringat dingin, sampai mual yang tak tertahankan tentu bisa merusak seluruh mood liburanmu. Namun, tenang, mabuk darat ini sebenarnya bisa dicegah kalau kamu tahu triknya. Supaya perjalananmu tetap nyaman dan bebas dari adegan "jackpot", yuk terapkan lima solusi praktis berikut!
1. Pilih posisi kursi di bagian depan atau tengah

ilustrasi deretan kursi penumpang di dalam bus antarkota (pexels.com/Александр Лич) Posisi tempat duduk sangat menentukan nasibmu selama perjalanan panjang. Sebisa mungkin, hindari memilih kursi di barisan paling belakang atau di atas ban. Area tersebut biasanya menghasilkan guncangan yang jauh lebih keras, sehingga perut akan lebih mudah terkocok dan memicu rasa mual.
Lebih baik, amankan kursi di barisan depan atau tengah bus. Selain guncangannya lebih minim dan stabil, duduk di depan memberimu pandangan yang lebih luas ke arah jalan raya. Hal ini sangat membantu otak untuk menyinkronkan pergerakan tubuh dengan apa yang dilihat oleh mata, sehingga keseimbangan tetap terjaga.
2. Jangan biarkan perut kosong, tapi hindari makan berlebihan

ilustrasi camilan ringan untuk pengganjal perut (pexels.com/Tima Miroshnichenko) Banyak orang sengaja tidak makan apa pun sebelum naik bus karena takut muntah. Padahal, membiarkan perut dalam keadaan kosong justru akan membuat asam lambung naik, yang akhirnya memperparah pusing dan memicu masuk angin.
Kuncinya adalah makan secukupnya sekitar 1 atau 2 jam sebelum jadwal keberangkatan. Hindari makanan yang terlalu pedas, bersantan, atau asam karena bisa mengiritasi lambung. Pilih makanan ringan yang mudah dicerna, seperti roti atau biskuit, agar perutmu tetap terisi dan nyaman selama di jalan.
3. Siapkan minyak angin atau aromaterapi andalanmu

ilustrasi seorang wanita menghirup aroma dari botol minyak esensial (pexels.com/doTERRA International, LLC) Jangan pernah meremehkan kekuatan sebotol kecil minyak angin, minyak kayu putih, atau inhaler saat bepergian jauh. Aroma menyegarkan dari bahan-bahan ini terbukti sangat ampuh untuk mengalihkan rasa mual yang tiba-tiba menyerang saat bus melaju kencang.
Oleskan sedikit di area pelipis, tengkuk leher, dan perut agar tubuh terasa lebih hangat, rileks, dan terhindar dari masuk angin. Kalau kamu kurang suka dengan bau minyak angin tradisional yang menyengat, kamu bisa menggunakan essential oil dengan varian wangi kekinian, seperti peppermint, lemon, atau lavender.
4. Hindari bermain gadget atau membaca buku di jalan

ilustrasi penumpang bus yang duduk tenang di dekat jendela (pexels.com/Elizabeth Celestino) Perjalanan berjam-jam memang membosankan, tetapi menatap layar HP atau membaca buku di dalam bus yang bergerak adalah pantangan besar bagi mereka yang mudah mabuk. Kebiasaan ini akan membuat mata dan telinga bagian dalam mengirimkan sinyal yang berlawanan ke otak, yang ujung-ujungnya bikin kepalamu pusing berputar.
Daripada memaksakan diri menatap layar, lebih baik allihkan kebosananmu dengan mendengarkan musik favorit atau podcast komedi lewat earphone. Sesekali, lemparkan pandangan lurus ke arah cakrawala di luar jendela untuk mengistirahatkan mata dan membantu menstabilkan sensor keseimbangan di tubuhmu.
5. Minum obat antimabuk perjalanan sebagai langkah waspada

ilustrasi beberapa kemasan obat-obatan (pexels.com/mehmetography) Kalau kamu tahu betul bahwa pertahanan tubuhmu sangat lemah terhadap guncangan kendaraan, jangan memaksakan diri. Mengonsumsi obat antimabuk perjalanan yang banyak dijual bebas di apotek atau minimarket bisa jadi solusi paling praktis, instan, dan efektif.
Pastikan kamu meminum obat tersebut sekitar 30-60 menit sebelum bus mulai berangkat agar efeknya bisa bekerja maksimal. Efek samping rasa kantuk yang ditimbulkan oleh obat ini justru akan sangat membantumu untuk tidur nyenyak di sepanjang jalan, sehingga kamu bisa bangun dalam keadaan segar saat tiba di tempat tujuan.
Mabuk perjalanan memang sering kali bikin malas bepergian jauh, tapi dengan persiapan yang matang, perjalanan naik bus bisa jadi pengalaman yang seru dan tetap nyaman. Jangan biarkan rasa mual merusak antusiasme dan momen liburanmu, ya!
Nah, dari kelima solusi di atas, mana yang jadi trik andalan atau yang paling pengin kamu coba di perjalanan berikutnya? Atau, jangan-jangan kamu punya cara rahasia lain buat mengusir mabuk darat?













![[QUIZ] Destinasi Liburan untukmu Sesuai Hewan Endemik Favoritmu](https://image.idntimes.com/post/20250516/pexels-ivan-samkov-9630190-6f73be0ad715324e357bf878182ef89d-24b5a82a6afb512ece29d8c1e5a28ebf.jpg)






![[QUIZ] Destinasi Sejuk di Bali yang Cocok untuk Liburanmu!](https://image.idntimes.com/post/20250410/whatsapp-image-2025-04-10-at-085358-1-8f77f9f8dd7d6a011e56e78c265312ee.jpeg)
