Nasua narica atau coati hidung putih merupakan mamalia yang berasal dari famili Procyonidae. Artinya, ia berkerabat dekat dengan rakun yang merupakan salah satu mamalia paling cerdas di dunia. Namun, coati hidung putih merupakan spesies tersendiri yang memiliki berbagai ciri khas.
5 Fakta Unik Coati Hidung Putih, Penyerbuk Alami Pohon Balsa

- Coati hidung putih adalah mamalia dari famili Procyonidae yang tersebar luas di Amerika Utara hingga Selatan dan dikenal tangguh hidup di berbagai habitat.
- Hewan ini memiliki moncong panjang berwarna putih, aktif di siang hari, serta mencari makanan seperti serangga, telur, dan bangkai hewan.
- Coati hidung putih berperan penting sebagai penyerbuk alami pohon balsa dan betinanya hidup berkelompok dengan perilaku sosial yang kuat.
Ia juga termasuk hewan yang penting di alam karena berperan sebagai penyerbu. Penyebarannya juga luas, yaitu mencakup wilayah Amerika, utara, tengah, hingga selatan. Seperti namanya, mamalia arboreal tersebut memiliki hidung berwarna putih. Penasaran dengan berbagai fakta unik coati hidung putih? Yuk, simak pembahasannya di artikel berikut.
1. Coati hidung putih hidup di Amerika utara hingga selatan

Dilansir Sonoran Desert Fact Sheet, coati hidung putih menghuni wilayah Amerika utara, tengah, hingga selatan. Tepatnya, wilayah penyebaran hewan ini mencakup Negara Bagian New Meksiko di Amerika Serikat hingga Kolombia utara di Amerika Selatan. Bisa hidup di berbagai tipe habitat seperti gurun, area kering, hutan, hingga dataran tinggi, artinya coati hidung putih memiliki daya tahan tubuh yang sangat tinggi. Hewan ini ahli memanjat, lincah, gesit, dan sering terlihat berkelana secara individual.
2. Moncongnya panjang dan berwarna putih

Ciri khas utama dari coati hidung putih ada di area kepalanya. Seperti namanya, ia memiliki moncong panjang dan hidung mengotak berwarna putih. Kepalanya sendiri ramping, telinganya kecil dan membulat, serta hewan ini punya mata kecil berwarna hitam. Dilansir San Diego Zoo Wildlife Alliance Library, panjang coati hidung putih sekitar 43-66 centimeter dengan panjang ekor mencapai 68 centimeter. Bobotnya cukup beragam, tapi individu berukuran besar memiliki bobot yang mencapai 7 kilogram. Berbicara warna, tubuh hewan ini diselimuti bulu berwarna putih, cokelat, abu-abu, dan hitam.
3. Coati hidung putih merupakan hewan diurnal

Laman National Geographic menjelaskan bahwa coati hidung putih merupakan hewan diurnal yang aktif di siang hari. Hal tersebut sangat berbeda dari spesies Procyonidae lain yang kebanyakan merupakan hewan nokturnal dan aktif di malam hari. Di siang hari, coati hidung putih sering berkelana di daratan, memanjat pohon, atau sekadar bersantai di semak-semak. Sembari beraktivitas ia akan mencari makanan yang berupa ular, telur, serangga, hingga bangkai hewan. Dalam sehari, hewan ini bisa berkelana hingga jarak 2000 meter.
4. Coati hidung putih merupakan penyerbuk pohon balsa

Laman iNaturalist menjelaskan bahwa coati hidung putih merupakan pemyerbuk alami bagi pohon balsa. Secara khusus, hal tersebut nampak pada populasi yang hidup di wilayah Kosta Rika. Penyerbukan terjadi saat coati hidung putih memasukan moncongnya ke dalam bunga untuk mendapatkan nektar. Nantinya serbuk sari akan menempel di moncong dan saat hewan ini memasukan moncong ke bunga lain maka kegiatan penyerbukan akan terjadi. Kegiatan tersebut membantu pertumbuhan pohon balsa dan menunjukan adanya simbiosis mutualisme dengan coati hidung putih.
5. Individu betinanya hidup berkelompok

Sejatinya individu jantan coati hidung putih merupakan hewan soliter yang hidup menyendiri. Namun, laman JungleDragon menjelaskan bahwa individu betina dan individu akan hidup berkelompok. Biasanya satu kelompok bisa beranggotakan 4-20 individu. Coati hidung putih juga merupakan hewan yang vokal dan sering bersuara. Nah, suara tersebut ia gunakan untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Tak hanya itu, coati hidung putih juga sangat suka bermain, akan menjaga sesamanya, dan sangat peduli dengan anak-anaknya.
Itulah beberapa fakta unik dan menarik coati hidung putih yang bisa menambah wawasanmu tentang hewan liar dari Amerika. Walau coati hidung putih tak bisa ditemukan di Asia, tapi ia tetaplah hewan eksotis yang kehidupannya harus dijaga. Selain itu, kehadiran coati hidung putih menjadi bukti bahwa tiap daerah dihuni oleh hewan yang berbeda.

















