Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Bagian Kabin Mobil yang Paling Banyak Mengandung Bakteri
ilustrasi setir mobil (unsplash.com/Stephan Mahlke)
  • Setir menjadi area rawan bakteri karena sering disentuh setelah memegang benda lain; keringat, minyak kulit, dan kotoran dapat menumpuk bila jarang dibersihkan.
  • Layar sentuh serta tombol AC, audio, jendela, dan pintu kerap luput dibersihkan; gunakan kain mikrofiber lembap atau produk rekomendasi tanpa menyemprot cairan langsung.
  • Karpet dan jok menyimpan debu, sisa makanan, keringat, serta kotoran; bersihkan berkala dan pastikan interior kering agar kelembapan, jamur, dan bau tidak terperangkap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di dalam mobil, setir, layar, tombol, karpet, dan jok bisa banyak bakteri. Tangan yang kotor, makanan, debu, dan pasir bisa membuatnya kotor. Karpet yang basah juga bisa jadi berjamur dan bau. Sekarang, bagian-bagian itu perlu sering dibersihkan. Karpet dan jok juga harus dibuat kering.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kabin mobil sering dianggap sebagai tempat yang bersih karena terlindung dari debu dan kotoran jalanan. Padahal, sejumlah bagian interior mobil justru bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri, terutama jika sering disentuh dan jarang dibersihkan.

Kebiasaan makan di mobil, membawa barang dari luar, hingga membuka jendela saat berkendara dapat membuat kotoran dan mikroorganisme masuk ke dalam kabin. Tanpa disadari, beberapa bagian yang digunakan setiap hari berpotensi menjadi sumber kontaminasi. Lantas, bagian kabin mana saja yang perlu mendapat perhatian lebih?

1. Setir mobil yang sering disentuh tangan

ilustrasi setir mobil (unsplash.com/Oliur)

Setir menjadi salah satu bagian mobil yang paling sering disentuh selama perjalanan. Pengemudi memegangnya saat mengendalikan kendaraan, termasuk setelah menyentuh ponsel, uang, gagang pintu, atau benda lain dari luar. Jika tangan tidak bersih, kotoran dan mikroorganisme bisa berpindah ke permukaan setir.

Risiko kontaminasi juga meningkat ketika setir jarang dibersihkan. Keringat, minyak alami kulit, dan sisa kotoran dapat menumpuk, terutama pada bagian yang sering digenggam. Kondisi ini membuat setir perlu dibersihkan secara rutin menggunakan cairan pembersih yang sesuai dengan materialnya. Hindari memakai bahan kimia keras karena bisa merusak lapisan kulit sintetis maupun permukaan setir.

2. Layar sentuh dan tombol pengaturan

ilustrasi headunit mobil (pexels.com/Erik Mclean)

Mobil modern semakin banyak menggunakan layar sentuh untuk mengatur sistem hiburan, navigasi, hingga pendingin kabin. Layar tersebut kerap disentuh berulang kali oleh pengemudi maupun penumpang. Sama seperti setir, permukaannya berpotensi menjadi tempat berpindahnya mikroorganisme dari tangan ke benda lain.

Tombol pengaturan AC, audio, jendela, dan pintu juga tidak boleh diabaikan. Bagian-bagian tersebut sering digunakan, tetapi terkadang luput dari rutinitas pembersihan interior. Bersihkan layar dan tombol menggunakan kain mikrofiber yang sedikit lembap atau produk yang direkomendasikan oleh produsen mobil. Jangan menyemprotkan cairan langsung ke perangkat elektronik karena cairan bisa merembes ke celah dan menimbulkan kerusakan.

3. Karpet dan jok mobil yang menyimpan kotoran

ilustrasi jok mobil (pexels.com/Ayyeee Ayyeee)

Karpet mobil menjadi tempat berkumpulnya debu, pasir, sisa makanan, serta kotoran yang terbawa dari alas kaki. Jika sering terkena air dan dibiarkan lembap, karpet juga berisiko menjadi tempat tumbuhnya jamur. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kebersihan kabin dan memunculkan bau tidak sedap.

Sementara itu, jok mobil dapat menampung keringat, serpihan makanan, dan kotoran dari pakaian penumpang. Risiko kontaminasi lebih besar jika mobil sering digunakan untuk perjalanan bersama keluarga atau membawa banyak penumpang. Karena itu, karpet sebaiknya dibersihkan dengan penyedot debu secara berkala, sedangkan jok perlu dirawat menggunakan metode yang sesuai dengan bahan pelapisnya. Pastikan bagian interior benar-benar kering setelah dibersihkan agar kelembapan tidak terperangkap.

Menjaga kebersihan kabin bukan hanya soal membuat interior terlihat rapi atau harum. Membersihkan bagian yang sering disentuh, membuang sampah, serta menjaga karpet dan jok tetap kering dapat membantu mengurangi penumpukan kotoran dan kontaminasi mikroorganisme. Meski tidak semua bakteri berbahaya, kebiasaan sederhana ini penting untuk menciptakan lingkungan berkendara yang lebih bersih dan nyaman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article