Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Benarkah Tekanan Ban Berubah setelah Mobil Dipakai Jauh?

3 min read
Benarkah Tekanan Ban Berubah setelah Mobil Dipakai Jauh?
ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Cedrik Wesche)
  • Tekanan ban biasanya naik setelah perjalanan jauh karena panas dari gesekan, putaran ban, kondisi jalan, beban, kecepatan, durasi, dan suhu lingkungan.
  • Patokan tekanan pabrikan berlaku saat ban dingin, sebelum digunakan atau setelah berhenti lama; jangan langsung mengurangi angin berdasarkan pengukuran setelah berkendara.
  • Penurunan tekanan berulang atau perbedaan antarban perlu diperiksa karena bisa terkait kebocoran, pentil, atau pelek; gunakan alat ukur akurat sebelum perjalanan jauh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah memeriksa tekanan ban sebelum berangkat, lalu mendapati angkanya berbeda setelah mobil menempuh perjalanan jauh? Kondisi ini sebenarnya cukup wajar. Tekanan ban bisa berubah selama perjalanan, terutama karena suhu ban meningkat akibat gesekan dengan permukaan jalan dan kerja ban saat berputar.

Namun, perubahan tekanan ban tidak selalu berarti ban mengalami kebocoran atau kerusakan. Ada hubungan antara suhu dan tekanan udara di dalam ban yang perlu dipahami pengemudi. Dengan mengetahui penyebabnya, pemeriksaan tekanan ban bisa dilakukan secara tepat tanpa buru-buru menambah atau mengurangi angin.

  1. 1. Suhu ban meningkat selama perjalanan

    Efek Jika Tekanan Angin Ban Mobil Berlebih
    ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Jimmy Nilsson Masth)

    Ketika mobil melaju, ban terus mengalami perubahan bentuk saat bersentuhan dengan permukaan jalan. Proses ini menghasilkan panas, ditambah panas dari gesekan dengan jalan dan kondisi lingkungan. Akibatnya, suhu udara di dalam ban ikut meningkat sehingga tekanan ban biasanya naik setelah mobil digunakan cukup lama.

    Kenaikan tekanan tersebut merupakan fenomena fisika yang normal selama masih berada dalam batas yang diperbolehkan. Besarnya perubahan bergantung pada berbagai faktor, seperti kecepatan berkendara, beban kendaraan, durasi perjalanan, kondisi jalan, dan suhu lingkungan. Karena itu, tekanan ban yang diukur sesaat setelah perjalanan bisa lebih tinggi dibandingkan ketika mobil masih dalam kondisi dingin.

  2. 2. Tekanan ban panas tidak sama dengan tekanan ban dingin

    ilustrasi mengisi tekanan ban mobil
    ilustrasi mengisi tekanan ban mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Perbedaan tekanan ban ketika dingin dan panas penting diperhatikan saat melakukan pemeriksaan. Tekanan ban dingin berarti tekanan diukur sebelum mobil digunakan atau setelah kendaraan berhenti cukup lama sehingga suhu ban kembali mendekati suhu lingkungan. Kondisi ini menjadi acuan utama untuk menentukan tekanan ban yang sesuai rekomendasi pabrikan.

    Informasi tekanan ban yang dianjurkan biasanya tercantum pada stiker di pilar pintu pengemudi, tutup tangki bahan bakar pada model tertentu, atau buku manual kendaraan. Angka tersebut menjadi patokan ketika ban masih dingin, bukan ketika baru selesai menempuh perjalanan jauh. Oleh sebab itu, jangan langsung mengurangi angin hanya karena angka pada alat pengukur meningkat setelah berkendara. Tunggu hingga ban dingin, kemudian ukur kembali tekanannya.

  3. 3. Kapan perubahan tekanan ban perlu diwaspadai?

    Ban mobil
    Ilustrasi ban mobil (pexels.com/Gaurav Kumar)

    Meski kenaikan tekanan akibat panas tergolong normal, penurunan tekanan yang berulang perlu diperiksa. Jika salah satu ban menunjukkan tekanan lebih rendah dibandingkan ban lainnya, kemungkinan penyebabnya meliputi kebocoran akibat paku, pentil yang tidak rapat, atau masalah pada bagian bibir ban yang menempel pada pelek. Kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan karena tekanan yang kurang dapat memengaruhi stabilitas dan meningkatkan risiko kerusakan ban.

    Pengemudi juga perlu memeriksa tekanan ban sebelum perjalanan jauh, terutama jika membawa banyak penumpang atau barang. Pastikan tekanan mengikuti rekomendasi pabrikan sesuai kondisi muatan kendaraan. Jangan mengandalkan tampilan ban semata karena ban yang kekurangan angin belum tentu terlihat kempis. Pemeriksaan menggunakan alat pengukur tekanan yang akurat jauh lebih membantu menjaga keselamatan dan kenyamanan selama berkendara.

    Jadi, tekanan ban memang bisa berubah setelah mobil dipakai jauh, terutama akibat kenaikan suhu. Kuncinya adalah memeriksa tekanan saat ban dingin dan mengikuti rekomendasi pabrikan. Dengan begitu, kondisi ban tetap terjaga tanpa melakukan penyesuaian angin yang justru tidak diperlukan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More