Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pabrik VinFast di Subang Siap Produksi 350 Ribu Mobil Listrik

3 min read
Pabrik VinFast di Subang Siap Produksi 350 Ribu Mobil Listrik
Produksi VinFast VF3 (IDN Times/Fadhliansyah)
  • Pabrik VinFast di Subang, Jawa Barat, mulai beroperasi bertahap pada pertengahan Desember 2025 dengan investasi awal US$300 juta dan kapasitas yang ditargetkan naik hingga 350.000 unit per tahun.

  • Fasilitas seluas 171 hektare ini akan memproduksi sejumlah model kendaraan listrik, sekaligus diproyeksikan menjadi basis ekspor mobil setir kanan ke pasar regional.

  • VinFast menargetkan TKDN 80 persen mulai 2030 melalui Supplier Park lokal; saat kapasitas penuh, pabrik diperkirakan menyerap 5.000–15.000 pekerja langsung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Indonesia berpeluang memperkuat posisinya dalam industri kendaraan listrik global melalui pengembangan pabrik VinFast di Subang, Jawa Barat. Fasilitas tersebut disiapkan sebagai basis produksi sekaligus pusat ekspor kendaraan listrik setir kanan ke sejumlah pasar regional.

Pabrik yang mulai beroperasi secara bertahap pada pertengahan Desember 2025 itu menjadi bagian dari investasi jangka panjang VinFast di Indonesia.

Selain meningkatkan kapasitas produksi, fasilitas ini diharapkan memperkuat rantai pasok lokal, mendorong keterlibatan industri komponen dalam negeri, serta membuka peluang kerja baru.

  1. 1. Pabrik VinFast di Subang dibangun dengan investasi besar

    IMG_0640.jpeg
    Melihat proses produksi mobil VinFast (IDN Times/Fadhliansyah)

    Pabrik VinFast di Subang berdiri di atas lahan seluas 171 hektare. Pada tahap pertama, perusahaan menggelontorkan investasi sebesar 300 juta dolar AS dari total komitmen investasi yang direncanakan melebihi 1 miliar dolar AS.

    Fasilitas tersebut menjadi pabrik kendaraan listrik global keempat VinFast sekaligus yang pertama di Asia Tenggara di luar Vietnam.

    Pada tahap awal, kapasitas produksinya mencapai 50.000 unit per tahun dan akan ditingkatkan secara bertahap hingga 350.000 unit per tahun.

    Sejumlah model yang disiapkan untuk diproduksi mencakup city car VF 3 dan VF 5, SUV VF 6 dan VF 7, serta kendaraan komersial Limo Green dan MPV VF 7 sebagaimana tercantum dalam siaran pers.

    Pengembangan kapasitas tersebut diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam industri otomotif regional. Pabrik Subang juga diproyeksikan menjadi basis ekspor kendaraan listrik ke negara-negara yang menggunakan sistem setir kanan.

  2. 2. VinFast targetkan TKDN 80 persen pada 2030

    IMG_0645.jpeg
    Pabrik VinFast di Subang punya luas 171 hektare (VinFast)

    Selain meningkatkan kapasitas produksi, VinFast menargetkan peningkatan penggunaan komponen dalam negeri atau tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

    Targetnya, TKDN mencapai lebih dari 40 persen pada 2026, meningkat menjadi 60 persen pada 2029, kemudian mencapai 80 persen mulai 2030.

    Untuk mendukung target tersebut, VinFast menyiapkan Supplier Park di kawasan manufaktur Subang. Area ini dirancang untuk mengintegrasikan pemasok komponen otomotif lokal, termasuk industri kecil dan menengah (IKM), ke dalam rantai pasok perusahaan.

    Fasilitas manufaktur VinFast mencakup proses pengelasan bodi, pengecatan, perakitan akhir, hingga pengendalian kualitas. Keterlibatan pemasok domestik diharapkan dapat meningkatkan kemampuan produksi dan membantu industri komponen lokal memenuhi standar otomotif global.

    Peningkatan penggunaan komponen dalam negeri juga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap impor dan mengefisienkan biaya logistik.

    Bagi konsumen, rantai pasok lokal yang lebih kuat diharapkan mendukung ketersediaan suku cadang serta mempermudah perawatan dan perbaikan kendaraan.

  3. 3. Pabrik VinFast berpotensi menyerap hingga 15 ribu pekerja

    IMG_0646.jpeg
    Seremoni peresmian pabrik VinFast di Subang (VinFast)

    Pengembangan pabrik VinFast di Subang diproyeksikan memberikan dampak ekonomi bagi Jawa Barat, terutama melalui penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan industri pendukung.

    Ketika beroperasi pada kapasitas penuh, fasilitas tersebut diperkirakan menyerap 5.000 hingga 15.000 tenaga kerja langsung. Selain itu, ribuan peluang kerja tidak langsung berpotensi muncul di sektor logistik, jasa, serta industri komponen pendukung.

    Investasi manufaktur ini juga diharapkan mendorong transfer teknologi dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja dalam bidang manufaktur serta rekayasa otomotif.

    Dengan demikian, dampaknya tidak hanya berkaitan dengan jumlah kendaraan yang diproduksi, tetapi juga peningkatan kemampuan industri lokal.

    Pengembangan pabrik, peningkatan TKDN, dan integrasi pemasok domestik menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.

    Jika target tersebut terealisasi, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah industri otomotif sekaligus memperluas perannya dalam rantai pasok kendaraan listrik regional dan global.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More