Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Bahaya Mengemudi Pakai Sandal Jepit yang Wajib Kamu Tahu
ilustrasi mengemudi (pexels.com/Matheus Amaral)
  • Sandal jepit yang lentur berisiko tersangkut di sela pedal gas atau rem, sehingga pengemudi sulit menginjak pedal secara cepat dan tepat.
  • Permukaan karet sandal jepit, terutama saat basah karena hujan, mudah licin dan dapat membuat kaki terpeleset ketika mengoperasikan gas maupun rem.
  • Sandal jepit mudah lepas atau bergeser, mengganggu kenyamanan serta konsentrasi pengemudi; alas kaki tertutup dengan daya cengkeram lebih baik dianjurkan untuk menjaga kendali kendaraan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Memakai sandal jepit saat mengemudi bisa bahaya. Sandalnya dapat tersangkut di pedal gas atau rem. Kalau basah, sandal juga licin dan kaki bisa terpeleset. Sandal mudah lepas, jadi kaki harus sering dibetulkan. Pengemudi bisa tidak fokus. Sekarang, lebih aman memakai sepatu tertutup saat mengemudi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tidak sedikit pengemudi yang memilih memakai sandal jepit saat mengemudi karena dianggap lebih praktis dan nyaman. Kebiasaan ini sering dilakukan tanpa menyadari adanya risiko yang menyertainya. Padahal, sesuatu yang terlihat mudah belum tentu aman untuk dilakukan.

Kenyamanan sesaat saat memakai sandal jepit bisa menimbulkan bahaya di jalan. Kontrol terhadap pedal gas, rem, dan kopling bisa terganggu akibat sol sandal yang licin. Perhatikan berikut ini bahaya dari memakai sandal jepit saat mengemudi.

1. Sendal menyangkut pada pedal

ilustrasi mengemudi (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Risiko pertama yang bisa kamu hadapi saat mengemudi dengan sandal jepit adalah sandal tersangkut di pedal. Bahan sandal jepit yang lentur membuatnya mudah terlipat. Kondisi ini dapat menyebabkan sandal masuk ke sela pedal gas atau rem.

Jika sandal tersangkut, kaki kamu akan sulit menginjak pedal dengan tepat dan cepat. Keterlambatan dalam merespons situasi di jalan sangat berbahaya bagi keselamatan. Karena itu, sebaiknya kamu menggunakan sepatu yang tertutup saat berkendara agar kendali kendaraan tetap maksimal.

2. Bahan karet mudah terpeleset

ilustrasi mengemudi (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Saat hujan turun, permukaan karet pada sandal jepit akan menjadi lebih licin. Kondisi ini semakin berisiko jika sandal yang kamu gunakan dalam keadaan basah. Pijakan pada pedal pun menjadi tidak stabil dan mudah bergeser.

Akibatnya, potensi kaki kamu terpeleset di dalam kabin mobil meningkat. Kaki yang tergelincir dapat membuat kamu kehilangan kendali saat menginjak gas maupun rem. Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya kamu mengganti sandal jepit dengan alas kaki yang memiliki daya cengkeram lebih baik saat berkendara.

3. Mengemudi jadi tidak nyaman

ilustrasi mengemudi (unsplash.com/Art Markiv)

Bahaya ketiga dari penggunaan sandal jepit saat mengemudi adalah berkurangnya rasa nyaman. Sandal jepit tidak dapat menahan kaki dengan kuat sehingga mudah lepas atau bergeser. Kondisi ini membuat kamu harus sering menyesuaikan posisi kaki di pedal.

Apabila kenyamanan saat berkendara terganggu, konsentrasi kamu juga akan terpecah. Fokus yang tidak optimal membuat reaksi terhadap kondisi jalan menjadi lebih lambat. Oleh sebab itu, mengemudi dengan alas kaki yang tepat sangat penting agar keselamatan kamu tetap terjaga.

Mengemudi menggunakan sandal jepit dapat menimbulkan bahaya karena sandal mudah tersangkut, licin saat basah, dan membuat kenyamanan berkurang. Ketiga hal tersebut berpotensi mengganggu konsentrasi dan kendali kamu terhadap kendaraan. Perlu untuk kamu ingat terus untuk selalu menggunakan alas kaki yang aman dan tertutup agar keselamatan saat berkendara tetap terjaga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article