3 Kebiasaan Ini Bisa Mempercepat Kerusakan Baterai EV

- Terlalu sering menggunakan EV hingga baterai hampir habis dapat memberi tekanan lebih besar pada sistem baterai, meski level 10–20 persen masih wajar dalam pemakaian sehari-hari.
- Mengisi hingga 100 persen diperlukan untuk perjalanan jauh, tetapi membiarkan baterai penuh terlalu lama secara berulang dapat menambah tekanan pada sel; ikuti batas pengisian pabrikan.
- Temperatur memengaruhi proses pengisian: pengisian cepat setelah penggunaan berat saat cuaca panas perlu dihindari, sementara parkir teduh dan mengikuti rekomendasi pabrikan membantu mengurangi tekanan termal.
Baterai menjadi salah satu komponen paling penting sekaligus paling mahal pada mobil listrik. Karena itu, cara pemilik menggunakan dan mengisi daya kendaraan ikut menentukan seberapa lama baterai mampu mempertahankan performanya.
Sayangnya, ada sejumlah kebiasaan yang terlihat sepele tetapi bisa memberikan tekanan tambahan pada baterai jika dilakukan terus-menerus. Mengenal kebiasaan tersebut penting, terutama bagi pemilik EV yang ingin menjaga kapasitas baterai dalam jangka panjang.
1. Terlalu sering membiarkan baterai hampir kosong

ilustrasi kualitas baterai mobil listrik (unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦) Salah satu kebiasaan yang sebaiknya tidak dilakukan terus-menerus adalah membiarkan kapasitas baterai turun hingga sangat rendah. Baterai lithium-ion memiliki sistem perlindungan yang mencegah kondisi benar-benar kosong, tetapi penggunaan pada tingkat daya yang sangat rendah tetap dapat memberikan tekanan lebih besar pada sistem baterai.
Bukan berarti baterai tidak boleh mencapai 10 atau 20 persen. Kondisi tersebut masih bisa terjadi dalam penggunaan sehari-hari. Namun, jika kendaraan terus digunakan sampai indikator hampir habis sebelum kembali diisi, siklus penggunaan baterai menjadi lebih berat. Untuk pemakaian harian, mengikuti rentang pengisian yang direkomendasikan pabrikan merupakan pilihan yang lebih aman.
2. Selalu mengisi baterai sampai penuh

ilustrasi baterai mobil listrik (pixabay.com/andreas160578) Mengisi baterai hingga 100 persen bukan tindakan yang selalu salah. Kapasitas penuh justru berguna ketika EV akan digunakan untuk perjalanan jauh. Namun, membiarkan baterai berada pada kondisi sangat penuh dalam waktu lama dapat memberikan tekanan tambahan pada sel baterai, terutama jika dilakukan berulang kali tanpa kebutuhan.
Untuk penggunaan sehari-hari, beberapa produsen merekomendasikan batas pengisian tertentu agar baterai tidak terus berada pada kondisi penuh. Batas tersebut berbeda-beda tergantung jenis baterai dan model kendaraan. Karena itu, pengaturan pengisian sebaiknya mengikuti petunjuk yang diberikan pabrikan, bukan sekadar mengikuti kebiasaan pemilik EV lain.
3. Mengabaikan temperatur saat mengisi daya

ilustrasi baterai mobil listrik (unsplash.com/Markus Spiske) Temperatur memiliki pengaruh besar terhadap performa dan proses pengisian baterai. Mengisi daya ketika baterai berada dalam kondisi terlalu panas atau terlalu dingin dapat membuat sistem manajemen baterai membatasi kecepatan pengisian. Mobil listrik modern biasanya memiliki sistem pengaturan temperatur untuk membantu menjaga baterai tetap berada dalam kondisi aman.
Kebiasaan yang perlu dihindari adalah langsung melakukan pengisian berdaya tinggi setelah mobil digunakan secara berat dalam cuaca panas tanpa memperhatikan kondisi kendaraan. Sistem EV memang dirancang untuk mengatur proses tersebut, tetapi penggunaan yang bijak tetap membantu mengurangi tekanan termal. Jika memungkinkan, parkir di tempat teduh dan mengikuti rekomendasi pengisian dari pabrikan dapat membantu menjaga kondisi baterai.
Pada akhirnya, penurunan kapasitas baterai merupakan proses alami yang terjadi seiring usia dan penggunaan. Namun, kebiasaan seperti terlalu sering membiarkan baterai hampir kosong, selalu mempertahankan daya 100 persen, serta mengabaikan temperatur dapat mempercepat degradasi jika dilakukan terus-menerus.
Menjaga baterai tidak harus rumit. Kuncinya adalah mengikuti rekomendasi pabrikan, memperhatikan kondisi temperatur, dan menggunakan pola pengisian yang sesuai kebutuhan. Dengan kebiasaan tersebut, performa baterai diharapkan dapat dipertahankan lebih lama.




















