Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Olahraga Ringan 3 Menit untuk Pengemudi saat Macet Total
Ilustrasi sopir (Pexels/RDNE Stock project)
  • Duduk terlalu lama saat macet dapat memicu pegal pada leher, bahu, punggung, tangan, dan kaki; pengemudi bisa melakukan peregangan ringan sekitar tiga menit saat kendaraan berhenti aman.
  • Putaran bahu 8–10 kali serta peregangan jari dan pergelangan tangan membantu mengurangi ketegangan akibat posisi mengemudi statis, tanpa memaksakan gerakan atau mengalihkan perhatian.
  • Gerakan pergelangan kaki 10–15 kali dapat menjaga mobilitas kaki, tetapi tidak boleh mengganggu pedal; peregangan bukan pengganti istirahat setelah perjalanan panjang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kalau mobil macet dan berhenti aman, pengemudi bisa gerakkan bahu, jari, tangan, dan kaki selama tiga menit. Bahu diputar pelan. Jari dibuka lalu dikepal. Pergelangan kaki digerakkan naik turun. Ini bisa bikin badan tidak terlalu pegal. Tapi mobil harus benar-benar berhenti, dan pengemudi harus siap fokus lagi saat jalan mulai bergerak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Macet total bisa membuat pengemudi duduk terlalu lama di balik kemudi. Posisi tubuh yang jarang berubah dapat memicu rasa pegal pada leher, bahu, punggung, hingga kaki. Kondisi ini terasa semakin mengganggu ketika perjalanan yang seharusnya singkat justru menghabiskan waktu berjam-jam.

Meski begitu, bukan berarti pengemudi harus melakukan gerakan olahraga di tengah jalan. Ada beberapa gerakan ringan yang bisa dilakukan selama kendaraan benar-benar berhenti dan berada dalam kondisi aman. Cukup meluangkan waktu sekitar tiga menit, tubuh bisa terasa lebih rileks tanpa membutuhkan alat khusus ataupun ruang yang luas.

1. Putaran bahu untuk mengurangi ketegangan

ilustrasi sopir travel (pexels.com/Tobi)

Gerakan pertama yang bisa dicoba adalah putaran bahu atau shoulder rolls. Duduk terlalu lama sambil memegang kemudi dapat membuat otot bahu dan punggung bagian atas terasa kaku. Untuk memulainya, duduklah dengan posisi tegak, punggung tetap bersandar pada jok, dan kedua tangan berada dalam posisi santai. Angkat bahu perlahan ke arah telinga, kemudian putar ke belakang dan turunkan kembali.

Ulangi gerakan tersebut sebanyak 8–10 kali dengan tempo perlahan. Setelah itu, lakukan putaran ke arah depan jika terasa nyaman. Gerakan ini membantu mengurangi ketegangan akibat posisi duduk yang statis. Namun, pastikan kendaraan benar-benar berhenti di tempat aman dan rem parkir sudah diaktifkan. Hindari melakukan gerakan yang mengganggu kendali kemudi atau membuat perhatian teralihkan dari kondisi lalu lintas.

2. Peregangan jari dan pergelangan tangan

ilustrasi sopir (pexels.com/UHGO)

Tangan pengemudi bekerja cukup lama untuk mengendalikan kemudi, mengoperasikan tuas, dan menggunakan berbagai kontrol kendaraan. Posisi tangan yang relatif sama selama perjalanan dapat menimbulkan rasa kaku, terutama setelah berkendara dalam waktu panjang. Peregangan jari dan pergelangan tangan bisa menjadi pilihan sederhana untuk membantu mengurangi ketegangan tersebut.

Saat kendaraan berhenti total dan aman, lepaskan tangan dari kemudi jika situasinya memungkinkan. Buka jari-jari tangan selebar mungkin tanpa menimbulkan rasa sakit, tahan selama beberapa detik, kemudian kepalkan secara ringan. Ulangi 8–10 kali. Setelah itu, gerakkan pergelangan tangan perlahan ke atas dan ke bawah. Jangan memaksakan rentang gerak atau melakukan peregangan ketika kendaraan mulai bergerak kembali.

3. Gerakan pergelangan kaki untuk melancarkan mobilitas

ilustrasi sopir (pexels.com/Oleksandr Pidvalnyi)

Duduk terlalu lama juga membuat kaki jarang bergerak. Pengemudi mobil matik, misalnya, mungkin mempertahankan posisi kaki yang sama selama menghadapi kemacetan. Gerakan pergelangan kaki dapat membantu menjaga mobilitas dan mengurangi rasa kaku setelah duduk dalam waktu lama.

Ketika kendaraan sudah berhenti total di lokasi yang aman, posisikan kaki kiri di area yang tidak mengganggu pedal. Gerakkan ujung kaki perlahan ke atas dan ke bawah sebanyak 10–15 kali. Jika mobil menggunakan transmisi manual, jangan melakukan gerakan yang mengganggu kesiapan kaki untuk mengoperasikan kopling. Pada mobil matik sekalipun, kaki kanan harus tetap siap mengendalikan pedal rem sesuai kondisi. Hentikan gerakan sebelum lalu lintas kembali berjalan.

Olahraga ringan selama tiga menit bukan pengganti istirahat setelah berkendara panjang. Namun, gerakan sederhana dapat membantu tubuh terasa lebih nyaman selama perjalanan. Keselamatan tetap menjadi prioritas: lakukan peregangan hanya ketika kendaraan berhenti sepenuhnya di tempat aman, jangan keluar dari mobil di tengah arus lalu lintas, dan segera kembali fokus saat perjalanan akan dilanjutkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article