4 Hal Sepele yang Bisa Membuat Konsumsi BBM Mobil Melonjak

- Konsumsi BBM mobil dapat meningkat perlahan akibat kebiasaan harian, bukan hanya kapasitas mesin atau jenis kendaraan.
- Tekanan ban rendah serta akselerasi dan pengereman mendadak membuat mesin bekerja lebih berat, sehingga penggunaan bahan bakar bertambah.
- Mesin yang menyala lama saat berhenti dan barang tak perlu di kabin atau bagasi menambah konsumsi BBM karena kendaraan tetap memakai energi atau membawa beban ekstra.
Konsumsi bahan bakar minyak atau BBM mobil tidak hanya dipengaruhi oleh kapasitas mesin atau jenis kendaraan yang digunakan saja. Kebiasaan kecil yang kerap dianggap tidak penting ternyata bisa membuat mesin jadi harus bekerja lebih keras dan memerlukan bahan bakar lebih banyak.
Masalah utamanya sebetulnya terletak pada peningkatan konsumsi bahan bakar yang sering terjadi secara perlahan, sehingga pemilik mobil tidak langsung menyadari penyebab utamanya. Dengan mengenali kebiasaan sederhana yang bisa mempengaruhi efisiensi bahan bakar, maka pengemudi bisa melakukan perubahan kecil agar penggunaan BBM tetap hemat.
1. Tekanan ban tidak sesuai

ilustrasi tekanan ban mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio) Tekanan ban yang terlalu rendah bisa meningkatkan hambatan gulir pada saat mobil bergerak, sehingga mesin memerlukan tenaga yang lebih besar untuk mempertahankan laju kendaraan. Kondisi yang ada memang membuat konsumsi bahan bakar berpotensi meningkat, terutama pada saat mobil sering digunakan dalam perjalanan jauh atau membawa beban cukup berat.
Pemeriksaan tekanan ban secara berkala dan disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan tentunya harus diperhatikan dengan seksama. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan ketika ban berada dalam kondisi yang sesuai untuk pengukuran agar hasilnya pun lebih akurat.
2. Sering melakukan akselerasi dan pengereman mendadak

ilustrasi mobil (pexels.com/Trace Constant) Kebiasaan menginjak pedal gas secara agresif bisa membuat mesin memerlukan tenaga lebih besar dalam waktu singkat, sehingga penggunaan BBM pun dapat meningkat. Setelah itu, pengereman mendadak akan membuat energi gerak yang sudah dihasilkan mesin jadi terbuang tanpa menghasilkan jarak tempuh yang dinilai efisien.
Mengemudi dengan kecepatan yang lebih stabil juga dapat membantu dalam mengurangi perubahan beban mesin yang terlalu sering. Usahakan untuk selalu membaca kondisi lalu lintas yang ada di depan, sehingga pengemudi bisa mengurangi kecepatan secara bertahap tanpa harus selalu melakukan pengereman secara mendadak.
3. Membiarkan mesin menyala terlalu lama saat berhenti

ilustrasi mobil putih (unsplash.com/Media Studio Hong Kong) Membiarkan mesin tetap menyala pada saat mobil sedang berhenti dalam waktu lama ternyata memerlukan bahan bakar walau kendaraan tidak berpindah tempat. Kebiasaan ini sering terjadi pada saat sedang menunggu seseorang, mengantri, atau berhenti cukup lama di suatu lokasi dengan mesin dan pendingin udara yang tetap bekerja.
Pada saat kondisi dan aturan keselamatan memungkinkan, maka matikan mesin apabila harus berhenti dalam waktu yang cukup lama dan kendaraan tidak memerlukan mesin untuk tetap menyala. Namun, pengemudi tetap harus mempertimbangkan soal kondisi cuaca, kebutuhan pendingin kabin, hingga situasi sekitar sebelum mematikan mesin.
4. Membawa barang yang tidak diperlukan

ilustrasi bagasi mobil (pexels.com/wmaster890) Barang yang terus-menerus disimpan di dalam mobil ternyata bisa menambah bobot kendaraan, meski peningkatannya mungkin hanya terasa sedikit dalam penggunaan sehari-hari. Semakin berat kendaraan, maka semakin besar energi yang diperlukan untuk menggerakkannya, terutama pada saat mobil sering digunakan untuk berhenti dan kembali berakselerasi.
Coba periksa bagasi dan kabin secara berkala untuk memastikan bahwa hanya barang-barang yang diperlukan saja yang dibawa selama perjalanan. Lepaskan aksesori atau perlengkapan tambahan yang tidak diperlukan apabila memang dapat memberikan beban atau hambatan tambahan pada kendaraan.
Konsumsi bahan bakar yang meningkat tidak usah diakibatkan oleh kerusakan mesin atau masalah pada komponen secara serius. Justru melalui hal-hal di atas maka bisa sangat mempengaruhi efisiensi bahan bakar. Perbaiki kebiasaan-kebiasaan yang ada agar penggunaan bahan bakar lebih terkontrol dan biaya perjalanan pun akan menjadi lebih hemat.

















