Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Risiko Membiarkan Oli Terus Menetes di Mesin Mobil

4 Risiko Membiarkan Oli Terus Menetes di Mesin Mobil
ilustrasi mengganti oli mesin mobil (unsplash.com/Tim Mossholder)
  • Kebocoran oli yang dibiarkan mengurangi pelumasan, meningkatkan gesekan komponen, mempercepat keausan, hingga berisiko menyebabkan kerusakan berat yang memerlukan turun mesin.
  • Oli dari kebocoran seal crankshaft belakang dapat mengenai kampas kopling, melemahkan daya cengkeramnya, dan membuat kopling selip sehingga kendali kendaraan terganggu.
  • Kebocoran dapat membuat mesin kasar dan panas, bahkan memicu kebakaran bila oli mengenai komponen bersuhu tinggi; pengemudi perlu berhenti dan memeriksa saat indikator, asap, atau bau gosong muncul.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jika kamu melihat ada tetesan oli di area mesin mobil, segera lakukan pemeriksaan. Jangan menunda atau mengabaikannya begitu saja. Tindakan cepat dapat mencegah kerusakan yang lebih besar pada kendaraan kamu.

Membiarkan oli terus menetes akan menimbulkan berbagai masalah pada mesin. Kebocoran yang tidak ditangani bisa mengganggu kinerja dan menurunkan usia pakai komponen. Berikut macam-macam risiko membiarkan oli menetes di mesin mobil.

  1. 1. Turun mesin

    ilustrasi mesin mobil
    ilustrasi mesin mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)

    Jika kamu membiarkan oli mobil merembes tanpa segera memperbaikinya, dampaknya bisa sangat serius. Kebocoran yang dibiarkan dalam waktu lama berpotensi menyebabkan mesin mengalami kerusakan berat. Dalam kondisi terburuk, kamu mungkin harus melakukan turun mesin.

    Selain itu, oli yang terus berkurang akibat rembesan akan membuat volumenya habis. Akibatnya, pelumasan pada komponen mesin tidak berjalan dengan baik. Gesekan antar komponen pun meningkat sehingga suku cadang menjadi cepat aus dan rusak.

  2. 2. Risiko terjadi selip

    ilustrasi mobil
    ilustrasi mobil (unsplash.com/Kevin Carter)

    Oli yang merembes dari mesin dapat menimbulkan risiko selip pada kendaraan. Kondisi ini sangat berbahaya bagi kamu sebagai pengendara. Kendali mobil bisa berkurang ketika kopling tidak berfungsi dengan normal.

    Salah satu penyebabnya adalah kebocoran oli dari seal crankshaft bagian belakang. Oli tersebut dapat mengalir menuju area kampas kopling. Jika kampas terkena oli, daya cengkeramnya melemah sehingga kopling menjadi mudah selip.

  3. 3. Suara mesin jadi kasar

    Ilustrasi seseorang memeriksa kondisi mesin mobil sebelum melakukan perjalanan.
    ilustrasi memeriksa kondisi mesin mobil sebelum perjalanan jauh (pexels.com/Павел Хлыстунов)

    Kebocoran oli pada mesin mobil dapat membuat suara mesin terdengar lebih kasar dari biasanya. Selain itu, suhu mesin juga akan meningkat secara tidak normal. Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, lampu indikator oli di dashboard akan menyala.

    Untuk mengatasinya, sebaiknya kamu segera menepi dan menghentikan kendaraan. Lakukan pemeriksaan terhadap volume serta kondisi oli mesin terlebih dahulu. Jangan memaksakan mobil tetap berjalan agar komponen di dalam mesin tidak sampai mengalami macet atau terkunci.

  4. 4. Menyebabkan kebakaran

    ilustrasi bersihkan mesin mobil
    ilustrasi bersihkan mesin mobil (pexels.com/bigtunaonline)

    Kebocoran oli saat mobil sedang berjalan dapat menimbulkan bahaya serius. Tetesan oli yang keluar berisiko mengenai komponen mesin bersuhu tinggi. Jika hal itu terjadi, percikan dapat memicu munculnya api.

    Oleh karena itu, kamu harus segera memeriksa jika mencium bau gosong atau melihat asap dari kap mesin. Jangan menunda penanganan karena risiko kebakaran bisa meningkat dengan cepat. Memastikan tidak ada kebocoran oli merupakan langkah penting agar perjalanan kamu tetap aman.

    Menjaga mesin mobil bebas dari tetesan oli merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Kebocoran oli yang dibiarkan dapat memicu berbagai kerusakan pada komponen mesin. Dengan kata lain, kamu perlu segera memeriksa dan memperbaikinya agar performa kendaraan tetap optimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More