Geely EX2 Jadi Mobil Terlaris di China sepanjang Agustus 2026

- Geely EX2 menjadi mobil terlaris di China pada Agustus 2026 dengan 39.651 unit, sekaligus memimpin penjualan mobil listrik kumulatif Januari-Agustus sebanyak 266.166 unit.
- Sembilan dari 10 mobil penumpang terlaris merupakan BEV; Leapmotor A10 di posisi kedua, Tesla Model Y ketiga, sementara Fang Cheng Bao Ti7 menjual kombinasi BEV dan PHEV.
- Tidak ada mobil bensin di 10 besar; Toyota Corolla tertinggi di peringkat ke-13. Dalam 20 besar, hanya lima model ICE bertahan, sementara Nissan Sylphy turun ke posisi ke-23.
Pasar otomotif China kembali menunjukkan kuatnya dominasi mobil listrik. Sepanjang Agustus 2026, sembilan dari 10 mobil penumpang terlaris di negara tersebut merupakan kendaraan listrik berbasis baterai atau BEV.
Menariknya, tidak ada satu pun mobil bermesin bensin yang berhasil masuk 10 besar. Geely EX2 menjadi model paling laris setelah mencatat penjualan 39.651 unit selama Agustus 2026.
1. Geely EX2 memimpin penjualan Agustus

Geely EX2 (geelyauto.id) Berdasarkan laporan carnewschina.com, Geely EX2 menempati posisi pertama mobil terlaris di China pada Agustus dengan penjualan 39.651 unit. Mobil hatchback berukuran kecil ini juga dikenal dengan nama Xingyuan dan menjadi salah satu model listrik penting bagi Geely.
Geely EX2 merupakan rival langsung BYD Seagull di pasar China. Model ini juga diproyeksikan menjadi pesaing Volkswagen ID. Polo ketika mobil listrik tersebut memasuki pasar Eropa. Harga EX2 di China berada di kisaran 64.800 hingga 94.800 yuan atau sekitar US$9.662 sampai US$14.135.
2. Mobil listrik kuasai 9 posisi teratas

Tesla Model Y (dok. Tesla) Posisi kedua ditempati Leapmotor A10 dengan penjualan 30.652 unit, sedangkan Tesla Model Y berada di peringkat ketiga dengan 29.260 unit. Tesla Model 3 menyusul di posisi keenam dengan penjualan 20.787 unit, sementara Xiaomi SU7 berada di posisi ke-10 dengan 16.518 unit.
Satu-satunya model di 10 besar yang tidak sepenuhnya merupakan BEV adalah Fang Cheng Bao Ti7. Mobil ini tersedia dalam pilihan BEV dan plug-in hybrid atau PHEV. Dari total 23.471 unit yang terjual, sebanyak 12.864 unit merupakan versi BEV dan 10.607 unit memakai sistem PHEV. Artinya, sekitar 55 persen penjualan Ti7 berasal dari varian listrik murni.
3. Mobil bensin makin sulit masuk 10 besar

ilustrasi isi bensin (pexels.com/Gustavo Fring) Dominasi mobil listrik terlihat semakin jelas karena tidak ada kendaraan bermesin pembakaran internal atau ICE yang masuk 10 besar. Toyota Corolla menjadi mobil bermesin bensin dengan posisi tertinggi, tetapi hanya berada di peringkat ke-13 setelah mencatat penjualan 14.675 unit.
Ini menjadi kali kedua sepanjang 2026 ketika mobil bermesin bensin tersingkir dari daftar 10 besar mobil terlaris China. Dalam daftar 20 besar, hanya lima model ICE yang berhasil bertahan, yakni Toyota Corolla Cross, Geely Starray, Volkswagen Lavida, Toyota RAV4, dan Geely Monjaro. Volkswagen Lavida menjadi satu-satunya sedan dalam kelompok tersebut.
Performa beberapa model bensin lama juga terlihat menurun. Volkswagen Lavida dan Nissan Sylphy, yang sebelumnya dikenal sebagai penjual konsisten di atas 20 ribu unit per bulan, kini berada jauh dari posisi teratas. Nissan Sylphy bahkan turun ke peringkat ke-23 dengan penjualan hanya 12.227 unit.
Sementara itu, BYD menempatkan empat model di 20 besar, yakni Atto 2, Song Ultra, Song Pro, dan Sealion 6. Jika Fang Cheng Bao Ti7 ikut dihitung, total ada lima model dari grup BYD yang masuk daftar tersebut.
Secara kumulatif Januari hingga Agustus 2026, Geely EX2 juga masih menjadi mobil listrik China terlaris dengan total 266.166 unit. Posisi berikutnya ditempati Tesla Model Y dengan 226.931 unit dan Li Auto i6 dengan 152.845 unit. Data ini memperlihatkan bahwa persaingan mobil listrik di China semakin ketat, sekaligus menandakan pergeseran besar dari mobil bermesin konvensional.


















