Perawatan tersebut dapat dilakukan dengan cara memeriksa kondisi oli mobil secara berkala. Oli memiliki peran vital dalam menjaga kelancaran kerja komponen mesin. Berikut waktu ideal mengganti oli mobil.
4 Waktu Ideal Ganti Oli Mobil, Jangan Sampai Telat!

Setiap pemilik mobil tentu ingin kendaraannya selalu memiliki performa yang optimal dan usia pakai yang panjang. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan perawatan yang rutin dan konsisten. Salah satu upaya yang tidak boleh kamu lewatkan adalah menjaga kondisi mesin tetap prima.
1. Sesuai jarak tempuh kendaraan

ilustrasi oli mobil (magnific.com/peoplecreations) Salah satu acuan yang paling sering digunakan untuk menentukan kapan oli mobil harus diganti adalah jarak tempuh kendaraan. Semakin sering mobil kamu gunakan, semakin cepat pula oli akan mengalami penurunan kualitas. Oleh karena itu, kamu perlu mencatat jarak tempuh secara rutin.
Apabila mobil kamu dipakai setiap hari untuk perjalanan jauh atau melintasi jalan bebas hambatan, maka patokan berdasarkan kilometer menjadi sangat penting. Kondisi tersebut membuat mesin bekerja lebih berat sehingga oli lebih cepat kotor. Kamu harus menyesuaikan jadwal penggantian oli dengan intensitas pemakaian tersebut.
2. Sesuai lama waktu penggunaan

ilustrasi oli mobil (unsplash.com/Tim Mossholder) Selain berdasarkan jarak tempuh, kamu juga perlu mempertimbangkan faktor waktu pemakaian dalam mengganti oli mobil. Hal ini menjadi penting karena kualitas oli dapat menurun seiring berjalannya waktu meskipun mobil jarang digunakan. Kamu tidak boleh hanya berpatokan pada angka kilometer saja.
Ketentuan ini berlaku terutama jika mobil kamu lebih sering dipakai di tengah kemacetan atau hanya untuk jarak dekat. Kondisi stop and go membuat suhu mesin meningkat dan membuat oli lebih cepat mengental. Oleh sebab itu, kamu harus tetap mengganti oli sesuai jadwal waktu yang dianjurkan.
3. Sesuai warna dan kondisi fisik oli

ilustrasi oli mobil (unsplash.com/Dextar Vision) Kamu juga bisa menilai kelayakan oli mobil dengan cara mengamatinya secara langsung. Oli yang masih bagus biasanya memiliki warna yang bening atau kekuningan. Selain itu, kekentalannya masih sesuai standar dan terasa licin saat disentuh.
Seiring dengan pemakaian, warna oli akan berubah menjadi cokelat tua bahkan hitam pekat. Perubahan tersebut terjadi karena oli telah menyerap banyak kotoran dan sisa pembakaran dari mesin. Jika kamu menemukan kondisi seperti itu, segera lakukan penggantian oli.
4. Sesuai performa dan respons mesin

Ilustrasi setir mobil yang kurang responsif (freepik.com/diana.grytsku) Kondisi oli mobil dapat kamu lihat dari performa yang dihasilkan oleh mesin kendaraan. Apabila kualitas pelumas sudah menurun, kemampuannya dalam melumasi komponen mesin juga akan berkurang. Hal ini akan berpengaruh langsung terhadap kenyamanan kamu saat berkendara.
Beberapa gejala yang biasanya muncul adalah suara mesin yang terdengar lebih kasar dari biasanya. Selain itu, kamu mungkin akan merasakan getaran saat mobil dioperasikan dan tarikan yang terasa berat. Respons kendaraan pun menjadi lambat meskipun kamu sudah menginjak pedal gas secara penuh.






















