Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Waktu Ideal Ganti Oli Mobil, Jangan Sampai Telat!

3 min read
4 Waktu Ideal Ganti Oli Mobil, Jangan Sampai Telat!
ilustrasi oli mobil (unsplash.com/Dextar Vision)
Oli mobil perlu diganti supaya mesin tetap sehat. Kita bisa lihat dari jarak mobil berjalan dan lama oli dipakai. Oli juga harus diganti kalau warnanya sudah cokelat tua atau hitam. Kalau mesin bunyinya kasar, bergetar, atau mobil terasa berat, olinya mungkin sudah tidak bagus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setiap pemilik mobil tentu ingin kendaraannya selalu memiliki performa yang optimal dan usia pakai yang panjang. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan perawatan yang rutin dan konsisten. Salah satu upaya yang tidak boleh kamu lewatkan adalah menjaga kondisi mesin tetap prima.

Perawatan tersebut dapat dilakukan dengan cara memeriksa kondisi oli mobil secara berkala. Oli memiliki peran vital dalam menjaga kelancaran kerja komponen mesin. Berikut waktu ideal mengganti oli mobil.

  1. 1. Sesuai jarak tempuh kendaraan

    ilustrasi oli mobil
    ilustrasi oli mobil (magnific.com/peoplecreations)

    Salah satu acuan yang paling sering digunakan untuk menentukan kapan oli mobil harus diganti adalah jarak tempuh kendaraan. Semakin sering mobil kamu gunakan, semakin cepat pula oli akan mengalami penurunan kualitas. Oleh karena itu, kamu perlu mencatat jarak tempuh secara rutin.

    Apabila mobil kamu dipakai setiap hari untuk perjalanan jauh atau melintasi jalan bebas hambatan, maka patokan berdasarkan kilometer menjadi sangat penting. Kondisi tersebut membuat mesin bekerja lebih berat sehingga oli lebih cepat kotor. Kamu harus menyesuaikan jadwal penggantian oli dengan intensitas pemakaian tersebut.

  2. 2. Sesuai lama waktu penggunaan

    ilustrasi oli mobil
    ilustrasi oli mobil (unsplash.com/Tim Mossholder)

    Selain berdasarkan jarak tempuh, kamu juga perlu mempertimbangkan faktor waktu pemakaian dalam mengganti oli mobil. Hal ini menjadi penting karena kualitas oli dapat menurun seiring berjalannya waktu meskipun mobil jarang digunakan. Kamu tidak boleh hanya berpatokan pada angka kilometer saja.

    Ketentuan ini berlaku terutama jika mobil kamu lebih sering dipakai di tengah kemacetan atau hanya untuk jarak dekat. Kondisi stop and go membuat suhu mesin meningkat dan membuat oli lebih cepat mengental. Oleh sebab itu, kamu harus tetap mengganti oli sesuai jadwal waktu yang dianjurkan.

  3. 3. Sesuai warna dan kondisi fisik oli

    ilustrasi oli mobil
    ilustrasi oli mobil (unsplash.com/Dextar Vision)

    Kamu juga bisa menilai kelayakan oli mobil dengan cara mengamatinya secara langsung. Oli yang masih bagus biasanya memiliki warna yang bening atau kekuningan. Selain itu, kekentalannya masih sesuai standar dan terasa licin saat disentuh.

    Seiring dengan pemakaian, warna oli akan berubah menjadi cokelat tua bahkan hitam pekat. Perubahan tersebut terjadi karena oli telah menyerap banyak kotoran dan sisa pembakaran dari mesin. Jika kamu menemukan kondisi seperti itu, segera lakukan penggantian oli.

  4. 4. Sesuai performa dan respons mesin

    Ilustrasi setir mobil yang kurang responsif
    Ilustrasi setir mobil yang kurang responsif (freepik.com/diana.grytsku)

    Kondisi oli mobil dapat kamu lihat dari performa yang dihasilkan oleh mesin kendaraan. Apabila kualitas pelumas sudah menurun, kemampuannya dalam melumasi komponen mesin juga akan berkurang. Hal ini akan berpengaruh langsung terhadap kenyamanan kamu saat berkendara.

    Beberapa gejala yang biasanya muncul adalah suara mesin yang terdengar lebih kasar dari biasanya. Selain itu, kamu mungkin akan merasakan getaran saat mobil dioperasikan dan tarikan yang terasa berat. Respons kendaraan pun menjadi lambat meskipun kamu sudah menginjak pedal gas secara penuh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More