Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Daftar Komponen Mobil Yang Wajib Diganti Meski Jarang Dipakai

3 min read
Daftar Komponen Mobil Yang Wajib Diganti Meski Jarang Dipakai
ilustrasi bengkel mobil (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Mobil yang jarang dipakai tetap memerlukan perawatan berbasis waktu karena suhu, kelembapan, dan reaksi kimia dapat menua komponen meski odometer rendah.
  • Oli mesin, cairan rem, aki, dan ban perlu diperiksa atau diganti sesuai interval pabrikan serta kondisi fisik, bukan hanya berdasarkan jarak tempuh.
  • Karet wiper, selang pendingin, dan cairan pendingin juga dapat menurun kualitasnya; pemilik disarankan mencatat servis terakhir dan rutin inspeksi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mobil yang jarang digunakan bukan berarti bebas dari perawatan. Meski odometer hampir tidak bertambah, sejumlah komponen tetap mengalami penuaan akibat waktu, perubahan suhu, kelembapan, dan reaksi kimia. Karena itu, mengandalkan jarak tempuh saja tidak cukup untuk menentukan kapan komponen mobil perlu diganti.

Pemilik mobil yang lebih sering menyimpan kendaraan di garasi tetap perlu memperhatikan jadwal perawatan berdasarkan waktu. Beberapa komponen bahkan bisa menurun kualitasnya ketika mobil terlalu lama diam. Jika dibiarkan, kerusakannya berpotensi mengganggu keselamatan atau memicu biaya perbaikan yang lebih besar.

  1. 1. Oli mesin dan cairan rem tetap punya masa pakai

    ilustrasi oli mobil
    ilustrasi oli mobil (unsplash.com/Tim Mossholder)

    Oli mesin perlu diganti mengikuti interval waktu atau jarak tempuh yang ditentukan pabrikan, mana yang tercapai lebih dahulu. Ketika mesin jarang dinyalakan, oli tidak selalu mencapai suhu kerja optimal. Dalam kondisi tertentu, kelembapan dan kontaminan dapat terakumulasi, terutama jika mobil hanya digunakan untuk perjalanan sangat pendek. Kondisi oli juga dipengaruhi usia, jenis pelumas, serta lingkungan penyimpanan.

    Cairan rem pun perlu diperhatikan meski mobil jarang dikendarai. Pada banyak mobil, cairan rem berbasis glikol menyerap kelembapan dari lingkungan seiring waktu. Kandungan air yang meningkat dapat menurunkan titik didih cairan dan memengaruhi kinerja pengereman dalam kondisi berat. Interval penggantiannya mengikuti buku manual kendaraan atau hasil pemeriksaan yang sesuai, bukan semata-mata berdasarkan seberapa sering pedal rem digunakan.

  2. 2. Aki dan ban bisa menurun meski mobil diam

    ilustrasi aki mobil
    ilustrasi aki mobil (pexels.com/Vladimir Srajber)

    Aki tetap mengalami pengosongan daya secara bertahap meski mesin tidak dinyalakan. Sistem alarm, jam, dan perangkat elektronik lain juga dapat menarik arus kecil ketika mobil diparkir. Jika aki terlalu lama berada dalam kondisi lemah, kemampuannya menyimpan daya dapat menurun. Memeriksa kondisi dan tegangan aki secara berkala membantu mencegah mobil sulit dinyalakan ketika dibutuhkan.

    Ban juga mengalami penuaan meskipun jarak tempuhnya rendah. Paparan panas, sinar matahari, dan kondisi penyimpanan dapat memengaruhi elastisitas karet. Selain itu, mobil yang terlalu lama diam bisa mengalami perubahan bentuk sementara pada area ban yang terus menahan beban. Periksa tekanan udara, retakan pada dinding ban, benjolan, serta tanda kerusakan lain. Usia ban dapat menjadi pertimbangan penggantian, sesuai petunjuk produsen ban dan hasil inspeksi.

  3. 3. Karet wiper, selang, dan cairan pendingin perlu diperiksa

    ilustrasi wiper
    ilustrasi wiper (pexels.com/Maria Tyutina)

    Karet wiper dapat mengeras atau retak akibat panas dan paparan sinar ultraviolet. Akibatnya, wiper meninggalkan garis air, berbunyi, atau tidak membersihkan kaca secara merata ketika hujan. Komponen ini sebaiknya diganti saat performanya menurun, bukan menunggu jarak tempuh tertentu. Kondisi kaca dan kebersihan bilah wiper juga memengaruhi efektivitasnya.

    Selang karet pada sistem pendingin dan komponen berbahan karet lainnya juga dapat menua akibat panas serta perubahan suhu. Periksa apakah ada retakan, kebocoran, atau bagian yang menggelembung. Cairan pendingin pun perlu diganti sesuai interval waktu dan spesifikasi pabrikan karena kandungan aditif pelindungnya dapat menurun seiring pemakaian dan waktu. Jangan membuka tutup radiator ketika mesin panas karena cairan bertekanan dapat menyembur.

    Pada akhirnya, mobil yang jarang dipakai tetap membutuhkan perawatan berbasis waktu. Periksa buku manual, catat tanggal servis terakhir, dan lakukan inspeksi rutin. Dengan begitu, kendaraan tetap siap digunakan tanpa harus menunggu gejala kerusakan muncul terlebih dahulu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More