Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Mengendalikan Stres saat Mengemudi di Jalan Raya
ilustrasi mual saat terkena ac mobil (freepik.com/freepik)
  • Stres saat mengemudi dapat mengganggu konsentrasi, memperlambat reaksi, dan memengaruhi pengambilan keputusan, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
  • Berangkat lebih awal dan menyiapkan air minum membantu mengurangi rasa terburu-buru serta menjaga tubuh tetap terhidrasi selama perjalanan.
  • Fokus berkendara dijaga dengan menonaktifkan atau menyenyapkan ponsel, mengatur napas saat macet, dan melakukan peregangan ringan ketika tubuh lelah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Saat menyetir di jalan, kita harus tenang dan fokus supaya tidak celaka. Kita bisa berangkat lebih awal, bawa air minum, dan membuat ponsel diam. Kalau jalan macet, tarik napas pelan-pelan. Kalau badan capek dan kaku, berhenti lalu peregangan ringan supaya segar lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Konsentrasi penuh sangat diperlukan ketika kamu sedang mengemudi. Mengabaikan fokus dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan. Oleh karena itu, kamu harus selalu menjaga pikiran tetap tenang selama berada di jalan.

Stres saat berkendara sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu pengambilan keputusan. Emosi yang tidak stabil membuat reaksi kamu menjadi lebih lambat dan tidak tepat. Berikut cara mengendalikan stres saat mengemudi di jalan raya.

1. Berangkat lebih awal

ilustrasi menyetir mobil (pexels.com/Adrien Gambet)

Berangkat lebih awal dapat membuat perjalanan kamu menjadi lebih santai. Kamu tidak perlu tergesa-gesa karena waktu yang tersedia cukup memadai. Hal ini juga membantu mengurangi tekanan selama berada di perjalanan.

Dengan mengatur waktu keberangkatan lebih cepat, kamu bisa sampai di tujuan tanpa rasa khawatir terlambat. Perjalanan pun terasa lebih nyaman karena tidak diburu waktu. Selain itu, kamu memiliki kesempatan untuk menikmati suasana di sepanjang jalan dengan lebih tenang.

2. Sedia air minum

ilustrasi mengemudi (unsplash.com/Art Markiv)

Kebutuhan cairan tubuh harus tetap terpenuhi selama melakukan perjalanan. Mengonsumsi air minum secara cukup dapat mencegah terjadinya dehidrasi. Dengan begitu, kondisi tubuh kamu akan tetap terjaga dan tidak mudah lemas.

Perjalanan jarak jauh biasanya menguras banyak tenaga dan waktu. Aktivitas tersebut berisiko membuat tubuh kamu kehilangan banyak cairan. Oleh sebab itu, kamu perlu menyiapkan persediaan air minum agar tetap terhidrasi sepanjang perjalanan.

3. Non-aktifkan ponsel

ilustrasi menyetir mobil (unsplash.com/why kei)

Ponsel yang dalam keadaan menyala dapat mengganggu fokus kamu saat mengemudi. Notifikasi yang masuk secara tiba-tiba sering kali membuat perhatian teralihkan dari jalan. Kondisi ini tentu dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

Apabila kamu tidak ingin mematikan ponsel selama berkendara, maka ubahlah pengaturan menjadi mode senyap atau getar. Dengan cara tersebut, kamu tetap dapat menerima panggilan penting tanpa terganggu suara notifikasi. Langkah ini membantu kamu untuk tetap berkonsentrasi dan berkendara dengan lebih aman.

4. Atur pernapasan

ilustrasi mengemudi (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Menghadapi kemacetan di jalan memerlukan sikap tenang agar emosi tetap terkendali. Kepanikan hanya akan membuat perjalanan terasa semakin melelahkan dan tidak nyaman. Oleh karena itu, kamu perlu menjaga suasana hati agar tetap stabil.

Salah satu cara yang dapat kamu lakukan adalah dengan mengatur pola pernapasan. Tarik napas secara perlahan dan buang perlahan-lahan untuk membantu meredakan ketegangan. Dengan menerapkan teknik ini, kamu bisa berkendara dengan lebih rileks meskipun lalu lintas sedang padat.

5. Lakukan peregangan

ilustrasi mengemudi (pexels.com/Gustavo Fring)

Duduk dalam waktu lama di dalam mobil dapat menyebabkan tubuh kamu terasa kaku dan lelah. Posisi yang tidak banyak berubah juga membuat peredaran darah menjadi kurang lancar. Akibatnya, kamu akan lebih cepat merasa tidak nyaman selama perjalanan.

Apabila rasa lelah mulai muncul, sebaiknya kamu melakukan peregangan ringan. Gerakan sederhana dapat membantu mengendurkan otot dan mengembalikan kesegaran tubuh. Dengan begitu, kamu dapat melanjutkan perjalanan dengan kondisi yang lebih bugar dan fokus.

Keselamatan dan kenyamanan saat berkendara sangat dipengaruhi oleh persiapan dan cara kamu mengelola diri selama di jalan. Kamu perlu berangkat lebih awal, menjaga hidrasi, mengatur emosi, serta menghindari gangguan seperti ponsel agar tetap fokus. Intinya, berkendara yang baik dimulai dari kondisi fisik yang fit dan sikap yang tenang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article