Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Debu Vulkanik Berbahaya bagi Rem Mobil, Bikin Kampas Cepat Habis!

Debu Vulkanik Berbahaya bagi Rem Mobil, Bikin Kampas Cepat Habis!
Ilustrasi memperbaiki rem mobil (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Debu vulkanik dapat masuk ke area kampas dan cakram rem, lalu sifat abrasif partikelnya berpotensi mempercepat keausan serta membuat permukaan pengereman lebih kasar.
  • Abu yang menempel pada cakram dapat bercampur air atau kelembapan, membentuk kotoran yang memengaruhi karakter pengereman; suara aneh dan getaran perlu diperiksa.
  • Setelah melintasi area berabu vulkanik, roda dan sistem rem perlu dibersihkan dengan metode tepat; bila abu tebal atau mobil sering terpapar, pemeriksaan bengkel lebih aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Debu vulkanik tidak hanya membuat bodi mobil terlihat kotor. Partikel halus yang terbawa angin juga dapat menempel pada bagian kaki-kaki, termasuk sistem pengereman yang menjadi komponen penting untuk menjaga keselamatan.

Ketika mobil digunakan di tengah kondisi jalan yang dipenuhi abu vulkanik, debu dapat masuk ke berbagai celah di sekitar roda. Jika dibiarkan menumpuk, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kinerja rem dan mempercepat keausan komponen tertentu.

  1. 1. Debu bisa masuk ke area kampas rem

    ilustrasi servis rem mobil
    ilustrasi servis rem mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

    Sistem rem cakram memiliki sejumlah bagian yang terbuka terhadap lingkungan. Kampas rem bekerja dengan menjepit piringan cakram sehingga gesekan dapat memperlambat putaran roda. Ketika debu vulkanik berada di sekitar komponen tersebut, sebagian partikelnya dapat ikut berada di antara permukaan kampas dan cakram.

    Debu vulkanik memiliki partikel mineral yang dapat bersifat abrasif. Jika bercampur dengan permukaan rem dan terus mengalami gesekan, partikel tersebut berpotensi mempercepat keausan kampas maupun cakram. Dalam kondisi tertentu, permukaan pengereman juga dapat menjadi lebih kasar sehingga kinerja rem perlu diperiksa lebih lanjut.

  2. 2. Permukaan cakram bisa ikut terkontaminasi

    ilustrasi memperbaiki rem mobil (freepik.com/freepik)
    ilustrasi memperbaiki rem mobil (freepik.com/freepik)

    Abu vulkanik yang menempel pada cakram rem dapat bercampur dengan air atau kelembapan ketika mobil digunakan dalam kondisi hujan. Campuran tersebut kemudian dapat membentuk lapisan kotoran pada permukaan komponen. Efeknya mungkin tidak selalu langsung terasa, tetapi bisa memengaruhi karakter pengereman.

    Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah munculnya suara tidak biasa ketika pedal rem diinjak. Getaran pada setir atau pedal rem juga tidak sebaiknya diabaikan. Gejala tersebut memang tidak selalu disebabkan debu vulkanik, tetapi pemeriksaan diperlukan untuk memastikan tidak ada masalah pada cakram, kampas, atau komponen pengereman lainnya.

  3. 3. Pembersihan rem tidak boleh sembarangan

    ilustrasi memperbaiki rem mobil (freepik.com/senivpetro)
    ilustrasi memperbaiki rem mobil (freepik.com/senivpetro)

    Setelah melewati wilayah yang dipenuhi abu vulkanik, bagian roda dan sistem pengereman sebaiknya diperiksa. Pembersihan perlu dilakukan dengan metode yang tepat agar debu tidak justru terdorong masuk ke celah komponen. Jika lapisan abu cukup tebal, pemeriksaan di bengkel menjadi pilihan yang lebih aman.

    Mobil yang sering digunakan di kawasan terdampak juga membutuhkan perhatian lebih pada kampas dan cakram rem. Jangan menunggu sampai muncul suara atau pengereman terasa berubah untuk melakukan pemeriksaan. Debu vulkanik mungkin terlihat seperti kotoran biasa, tetapi sifat partikelnya membuat kebersihan sistem rem menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More