Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Debu Vukanik Menempel di Kaca Mobil, Jangan Dulu Gunakan Wiper!

Debu Vukanik Menempel di Kaca Mobil, Jangan Dulu Gunakan Wiper!
ilustrasi wiper mobil (pixabay.com/Sergey Isaev)
  • Debu vulkanik bersifat abrasif; jika terjepit antara karet wiper dan kaca, partikel dapat menggores kaca depan serta mengganggu visibilitas.
  • Jangan menyalakan wiper pada kaca yang masih tertutup abu kering. Bilas dahulu dengan air atau gunakan cairan pembersih untuk mengurangi gesekan langsung.
  • Bersihkan juga bilah wiper dari sisa abu sebelum digunakan kembali. Periksa kondisi karet wiper karena karet keras atau rusak dapat meningkatkan risiko goresan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Debu vulkanik yang menempel di mobil tidak boleh diperlakukan seperti debu biasa. Partikel abu hasil erupsi dapat memiliki sifat abrasif sehingga berpotensi menggores permukaan kendaraan, termasuk kaca depan.

Masalah bisa menjadi lebih serius ketika pengemudi langsung menyalakan wiper untuk membersihkan kaca yang masih dipenuhi abu. Alih-alih membuat pandangan lebih jelas, tindakan tersebut justru dapat menyeret partikel keras di permukaan kaca dan meninggalkan goresan.

  1. 1. Abu vulkanik bisa seperti amplas

    ilustrasi wiper mobil
    ilustrasi wiper mobil (pexels.com/Jonathan Borba)

    Abu vulkanik memiliki partikel yang sangat halus, tetapi bukan berarti teksturnya lembut. Kandungan mineral tertentu membuat partikel tersebut memiliki karakter tajam dan abrasif. Ketika terjebak di antara karet wiper dan kaca, abu dapat bergesekan dengan permukaan kaca setiap kali wiper bergerak.

    Goresan mungkin tidak langsung terlihat ketika kaca masih tertutup debu. Namun, setelah dibersihkan, bekas gesekan dapat lebih mudah terlihat terutama ketika kaca terkena sinar matahari atau sorotan lampu kendaraan dari arah berlawanan. Jika goresannya cukup banyak, gangguan terhadap visibilitas juga bisa semakin terasa.

  2. 2. Wiper bukan alat untuk membersihkan abu kering

    ilustrasi wiper mobil
    ilustrasi wiper mobil (pexels.com/Maria Tyutina)

    Fungsi utama wiper adalah menyapu air dan membantu menjaga pandangan ketika hujan. Karena itu, wiper bukan pilihan yang tepat untuk membersihkan lapisan abu vulkanik yang masih kering. Kementerian Kesehatan secara khusus mengingatkan bahwa penggunaan wiper untuk menghilangkan abu kering dapat menggores kaca depan.

    Jika kaca dipenuhi abu, sebaiknya jangan langsung mengaktifkan wiper. Bersihkan terlebih dahulu menggunakan air agar partikel terlepas dari permukaan kaca. Jika perjalanan benar-benar diperlukan saat kondisi masih berdebu, cairan pembersih kaca dan air perlu dipastikan tersedia. Prinsip utamanya adalah mengurangi gesekan langsung antara abu dengan kaca.

  3. 3. Bersihkan kaca sebelum kembali menggunakan wiper

    Ilustrasi cuci mobil (Pexels/Tima Miroshnichenko)
    Ilustrasi cuci mobil (Pexels/Tima Miroshnichenko)

    Setelah mobil terkena hujan abu, langkah pertama adalah membilas kaca dengan air bersih. Tujuannya untuk meluruhkan partikel vulkanik sebanyak mungkin sebelum permukaan kaca disentuh. Cara serupa juga berlaku ketika membersihkan bodi mobil karena menggosok abu yang masih menempel dapat menyebabkan guratan.

    Bilah wiper juga perlu dibersihkan karena sisa abu dapat menempel pada permukaan karetnya. Setelah kaca dan karet wiper benar-benar bersih, barulah komponen tersebut digunakan kembali secara normal. Pemeriksaan kondisi karet juga penting karena wiper yang sudah mengeras atau rusak dapat meninggalkan garis air dan bahkan meningkatkan risiko goresan. Dengan langkah sederhana tersebut, kaca mobil dapat tetap terjaga meski kendaraan sempat terkena debu vulkanik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More