Mengemudi di jalan raya selalu memiliki risiko yang sulit diprediksi, mulai dari permukaan jalan licin, tikungan tajam, hingga manuver mendadak untuk menghindari kendaraan lain. Dalam kondisi tertentu, pengemudi bisa kehilangan kendali ketika mobil mengalami understeer atau oversteer, terutama saat kecepatan kendaraan terlalu tinggi atau daya cengkeram ban berkurang. Situasi seperti ini membutuhkan teknologi keselamatan aktif yang mampu membantu mempertahankan arah dan kestabilan kendaraan.
Salah satu teknologi yang memiliki peran penting dalam kondisi tersebut adalah Electronic Stability Control (ESC). Sistem ini bekerja dengan memantau pergerakan mobil melalui sejumlah sensor, kemudian melakukan intervensi secara otomatis ketika mendeteksi potensi kehilangan kendali. Penasaran bagaimana teknologi ini membantu mobil tetap stabil dalam berbagai situasi berkendara? Yuk, kenali lima peran pentingnya berikut ini!