Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Ban Bisa Kehilangan Traksi Saat Berkendara di Jalan Basah?

3 min read
Kenapa Ban Bisa Kehilangan Traksi Saat Berkendara di Jalan Basah?
ilustrasi mobil di jalan basah (pexels.com/Erik Mclean)
  • Lapisan air di aspal mengurangi gesekan ban, sehingga pengereman, akselerasi, dan kemampuan menjaga arah menurun; genangan pada kecepatan tinggi dapat memicu aquaplaning.
  • Alur telapak ban berfungsi membuang air agar karet tetap menyentuh aspal. Ban aus kurang efektif mengalirkan air, sehingga risiko selip dan hidroplaning meningkat.
  • Tekanan ban sesuai rekomendasi serta berkendara lebih halus membantu menjaga stabilitas. Saat hidroplaning, lepaskan gas perlahan, pertahankan arah, dan hindari rem atau setir mendadak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Berkendara di jalan basah membutuhkan perhatian ekstra karena kemampuan ban mencengkeram permukaan aspal bisa berkurang. Kondisi ini membuat mobil atau motor lebih mudah tergelincir, terutama ketika pengemudi melakukan pengereman mendadak, berbelok tajam, atau berakselerasi terlalu agresif.

Kehilangan traksi bukan sekadar akibat jalan yang licin. Ada beberapa faktor yang memengaruhi daya cengkeram ban, mulai dari lapisan air di permukaan aspal, kondisi alur ban, hingga kecepatan kendaraan. Memahami penyebabnya penting agar pengendara bisa mengantisipasi risiko selip saat hujan.

  1. 1. Lapisan air mengurangi kontak ban dengan aspal

    ilustrasi mobil di jalan basah
    ilustrasi mobil di jalan basah (pexels.com/Erik Mclean)

    Ban mendapatkan traksi melalui kontak antara permukaan karet dan jalan. Ketika hujan turun, air membentuk lapisan di atas aspal yang dapat mengurangi gesekan. Akibatnya, kemampuan ban untuk meneruskan tenaga mesin, mengerem, dan mempertahankan arah kendaraan ikut menurun.

    Risikonya semakin besar ketika kendaraan melaju terlalu cepat melewati genangan. Pada kondisi tertentu, ban dapat mengalami aquaplaning atau hidroplaning, yaitu ketika lapisan air membuat ban kehilangan kontak langsung dengan permukaan jalan. Kendaraan kemudian terasa melayang dan sulit dikendalikan. Kondisi ini berbahaya karena pengemudi bisa kehilangan kemampuan mengarahkan kendaraan maupun mengerem secara efektif.

  2. 2. Alur dan kondisi ban menentukan kemampuan membuang air

    ilustrasi truk di jalan basah
    ilustrasi truk di jalan basah (pexels.com/dinkar edupuganti)

    Ban kendaraan dirancang memiliki alur atau pola telapak untuk membantu mengalirkan air dari area kontak ban dengan jalan. Ketika melewati permukaan basah, alur tersebut memberikan jalur bagi air agar tidak menumpuk di bawah telapak ban. Dengan begitu, karet masih memiliki kesempatan untuk bersentuhan dengan aspal.

    Namun, kemampuan tersebut akan berkurang apabila alur ban sudah menipis. Ban yang aus tidak mampu membuang air seefektif ban dengan kedalaman alur yang masih memadai. Risiko selip dan hidroplaning pun meningkat, terutama ketika kendaraan melaju cepat atau melewati genangan cukup dalam. Karena itu, pengendara perlu rutin memeriksa kondisi telapak ban dan menggantinya jika sudah mencapai batas keausan yang ditentukan.

  3. 3. Tekanan ban dan cara berkendara ikut memengaruhi traksi

    ilustrasi mobil di jalan basah
    ilustrasi mobil di jalan basah (unsplash.com/C Joyful)

    Tekanan angin juga berpengaruh terhadap bidang kontak ban dengan permukaan jalan. Tekanan yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi dapat mengubah karakteristik kontak ban dan memengaruhi stabilitas kendaraan. Oleh sebab itu, tekanan ban sebaiknya mengikuti rekomendasi pabrikan yang biasanya tercantum pada stiker kendaraan atau buku manual, bukan sekadar mengikuti perkiraan.

    Selain kondisi ban, perilaku pengendara menentukan seberapa besar traksi yang dibutuhkan. Pengereman mendadak, akselerasi terlalu kuat, dan gerakan setir yang tiba-tiba dapat membuat ban kehilangan cengkeraman. Saat hujan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, dan hindari manuver agresif. Jika kendaraan mulai mengalami hidroplaning, jangan menginjak rem atau memutar setir secara mendadak. Lepaskan pedal gas secara perlahan, pertahankan arah kendaraan, dan tunggu sampai ban kembali mendapatkan kontak dengan jalan.

    Pada akhirnya, traksi ban di jalan basah dipengaruhi oleh kondisi permukaan jalan, kualitas ban, tekanan angin, dan cara berkendara. Memastikan ban dalam kondisi baik serta menyesuaikan kecepatan saat hujan merupakan langkah penting untuk menjaga kendaraan tetap terkendali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More