Benarkah Mengikuti Bus di Jalan Tol Bisa Menghemat Bensin?

- Mengikuti bus atau truk dapat mengurangi hambatan angin melalui efek drafting, sehingga mesin mobil berpotensi membutuhkan tenaga lebih kecil saat melaju di jalan tol.
- Besarnya penghematan bahan bakar bergantung pada kecepatan, bentuk kendaraan, ukuran kendaraan di depan, jarak, angin, kondisi jalan, dan posisi kendaraan.
- Mengemudi terlalu dekat di belakang bus membatasi jarak pandang dan meningkatkan risiko tabrakan; penghematan lebih aman dilakukan dengan kecepatan stabil, ban sesuai rekomendasi, serta perawatan mesin.
Saat melaju di jalan tol, sebagian pengemudi mungkin pernah mendengar anggapan bahwa mengikuti bus atau truk besar bisa membuat konsumsi bensin lebih irit. Logikanya, kendaraan besar tersebut membelah hambatan angin sehingga mobil yang berada di belakangnya membutuhkan tenaga lebih sedikit untuk melaju.
Anggapan ini memang memiliki dasar ilmiah. Fenomena tersebut dikenal sebagai drafting atau memanfaatkan aliran udara di belakang kendaraan lain. Namun, apakah cara ini benar-benar efektif untuk menghemat bahan bakar mobil? Dan apakah risikonya sebanding dengan penghematan yang diperoleh?
1. Bus besar dapat mengurangi hambatan angin

Ilustrasi bus yang beroperasi di jalanan Mexico City (unsplash.com/Markus Krisetya) Ketika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi, hambatan udara menjadi salah satu faktor yang memengaruhi konsumsi bahan bakar. Semakin cepat kendaraan bergerak, semakin besar pula tenaga yang dibutuhkan untuk melawan hambatan tersebut. Pada kecepatan tinggi di jalan tol, pengaruh aerodinamika bahkan bisa menjadi cukup dominan.
Bus dan truk memiliki dimensi besar sehingga mendorong udara di depannya dan membentuk turbulensi di bagian belakang. Ketika mobil berada di dalam area aliran udara tersebut, tekanan udara di bagian depan dan belakang mobil dapat berubah. Kondisi ini berpotensi mengurangi hambatan aerodinamika sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih kecil untuk mempertahankan kecepatan. Inilah prinsip dasar drafting yang juga dimanfaatkan dalam olahraga balap.
2. Penghematan bensin bergantung pada jarak dan kecepatan

ilustrasi jalan tol (pexels.com/Mike Bird) Efek drafting terhadap konsumsi bahan bakar tidak selalu sama. Besarnya pengaruh dipengaruhi oleh kecepatan kendaraan, bentuk bodi, ukuran kendaraan yang diikuti, serta jarak antara kedua kendaraan. Semakin besar pengurangan hambatan udara, semakin kecil pula tenaga yang diperlukan untuk melaju pada kecepatan tertentu.
Namun, penghematan tersebut bukan berarti mobil harus menempel dekat dengan bus. Dalam pengujian aerodinamika, efek pengurangan hambatan memang dapat muncul ketika kendaraan berada di belakang kendaraan besar. Akan tetapi, kondisi pengujian tidak selalu mencerminkan situasi lalu lintas sehari-hari. Perubahan angin, kondisi jalan, dan posisi kendaraan bisa membuat manfaatnya berbeda. Selain itu, mengikuti bus terlalu dekat justru dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
3. Risiko mengikuti bus terlalu dekat lebih besar

ilustrasi jalan tol (pexels.com/Robert So) Berada tepat di belakang bus membuat jarak pandang pengemudi menjadi terbatas. Pengemudi sulit melihat kondisi jalan di depan bus, termasuk kendaraan yang mengerem, lubang, benda jatuh, atau hambatan lainnya. Jika bus melakukan pengereman mendadak, mobil di belakang memiliki waktu reaksi yang lebih singkat dan berisiko mengalami tabrakan.
Risiko lainnya adalah terkena cipratan air, debu, atau kotoran dari kendaraan besar. Pada kondisi hujan, cipratan tersebut bisa mengganggu visibilitas. Karena itu, pengemudi sebaiknya tetap menjaga jarak aman sesuai kecepatan dan kondisi jalan. Menghemat bahan bakar tidak seharusnya dilakukan dengan mengorbankan keselamatan.
Jadi, mengikuti bus di jalan tol memang berpotensi mengurangi hambatan angin dan konsumsi bensin melalui efek drafting. Namun, manfaatnya tidak bisa dijadikan alasan untuk berkendara terlalu dekat. Cara yang lebih aman dan konsisten untuk menghemat bahan bakar adalah menjaga kecepatan stabil, menghindari akselerasi dan pengereman mendadak, memastikan tekanan ban sesuai rekomendasi, serta merawat mesin secara berkala.




















