Mobil listrik menawarkan cara berkendara yang lebih praktis tanpa ketergantungan pada bahan bakar konvensional. Namun, pengalaman menggunakan kendaraan ini gak hanya bergantung pada kapasitas baterai dan jarak tempuh, tetapi juga pada metode pengisian daya yang dipilih. Dua metode yang umum digunakan adalah pengisian arus bolak-balik (alternating current atau AC) dan arus searah (direct current atau DC), yang memiliki karakteristik teknis berbeda.
Perbedaan keduanya sering menjadi pertimbangan penting bagi pemilik mobil listrik, terutama saat memilih pengisi daya untuk rumah atau perjalanan jarak jauh. Pengisian AC umumnya cocok untuk penggunaan harian, sedangkan pengisian DC banyak dimanfaatkan saat membutuhkan tambahan daya dalam waktu relatif singkat. Supaya gak salah memilih metode pengisian daya, yuk pahami lima perbedaan cas AC dan DC pada mobil listrik berikut ini!
