Kenapa Ban Mobil Sering Kempes Padahal Mobil Tidak Dipakai?

Ban mobil yang lama tidak digunakan dapat kempes karena suhu menurun, membuat molekul udara menyusut dan pori-pori kecil.
Perubahan suhu signifikan serta lokasi parkir yang terlalu dingin atau panas memengaruhi ban.
Kempes juga bisa berasal dari tambalan longgar, ban retak, pelek rusak, atau lubang angin bermasalah.
Ada kalanya mobil hanya disimpan di garasi dan jarang dipakai dalam waktu lama. Mungkin kamu menganggap bahwa hal tersebut bisa membuat mobil makin awet. Namun, terkadang banyak masalah yang muncul, salah satunya adalah ban kempes.
Tak hanya sekali dua kali, mobil yang tidak dipakai bisa mengalami ban kempes berkali-kali, lho. Terkadang kempes akan menimpa ban belakang, depan, bahkan bisa terjadi pada beberapa ban sekaligus.
Lantas, kenapa ban mobil sering kempes padahal mobil tidak dipakai dan bagaimana cara mengatasinya? Kupas tuntas jawabannya di artikel berikut, yuk!
Table of Content
1. Ban mengalami penyusutan udara lebih cepat
Ketika tidak digunakan, biasanya ban akan mengalami penurunan suhu sehingga menjadi lebih dingin. Hal tersebut membuat molekul udara mengecil, mudah merembes, dan tekanan udara menyusut dengan cepat.
Penyusutan tersebut membuat karet ban kehilangan kepadatannya. Akibatnya. muncul pori-pori di karet yang membuat udara bisa keluar secara perlahan dan akhirnya ban kempes. Meski begitu, pori-pori yang muncul sangat kecil sehingga tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
2. Terjadi perubahan suhu yang signifikan

ilustrasi ban kempes (unsplash.com/Sebastian Huxley) Penyebab kedua ini masih berhubungan dengan yang pertama. Secara spesifik, perubahan suhu menjadi lebih dingin (khususnya secara signifikan) membuat pori-pori di karet ban bisa muncul. Pori-pori itulah yang menjadi katalis untuk keluarnya udara dan membuat ban kempes.
Pada banyak kesempatan, perubahan suhu tersebut disebabkan oleh lantai, alas, atau tempat penyimpanan mobil. Contohnya, lantai ubin yang dingin bisa mempercepat ban kempes. Suhu garasi atau lingkungan juga berpengaruh, khususnya pada musim hujan atau dingin.
3. Kondisi tempat parkir atau penyimpanan
Kondisi tempat parkir juga memiliki pengaruh yang besar terhadap kondisi ban. Karena itu, kamu harus memarkirkan mobil di tempat yang ideal, artinya tidak terlalu panas atau dingin.
Jika alas parkir atau tempat penyimpanan mobil terlalu dingin, ban bisa kempes karena munculnya pori-pori di karet. Sebaliknya, memarkirkan mobil di tempat yang terlalu panas bisa memicu keretakan pada permukaan ban. Hal tersebut akhirnya bisa membuat ban kempes hingga bocor jika dibiarkan dalam waktu yang lama.
4. Terdapat masalah pada tambalan ban

ilustrasi ban kempes (unsplash.com/Artem Balashevsky) Ban mobil pernah bocor dan ditambal? Jika tambalannya kencang dan sempurna sebenarnya ban tidak akan bermasalah. Namun, jika kurang kencang tambalan tersebut bisa longgar, rusak, udara mudah keluar, dan akhirnya ban akan kempes.
Hal tersebut cukup sulit untuk dicegah atau diidentifikasi. Jika tambalan memang sudah longgar satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah menambal ulang atau mengganti ban.
5. Ada kerusakan pada ban itu sendiri
Kerusakan juga bisa membuat ban mobil sering kempes saat sedang tidak dipakai. Kerusakan yang dimaksud mencakup banyak hal, seperti ban retak, pelek rusak atau peyang, hingga lubang angin bermasalah. Terkadang kamu juga bisa ceroboh dan lupa menutup lubang angin. Alhasil, udara di dalam ban bisa keluar dan menyebabkan kempes.
Kerusakan ban sendiri merupakan masalah yang serius. Perbaikannya juga beragam tergantung dari kerusakannya mulai dari mengganti ban hingga mengganti pelek.
Alasan kenapa ban mobil sering kempes padahal mobil tidak dipakai berhubungan dengan banyak faktor, bisa internal atau eksternal. Untuk itu, kamu harus menjaga dan merawat ban dengan baik. Dengan begitu, kamu bisa meminimalisir risiko ban kempes.






















