Kenapa Tangan Terasa Kebas Saat Naik Motor? Ini Penyebabnya

- Tangan kebas saat naik motor sering dipicu tekanan berlebih pada setang, pergelangan terlalu menekuk, atau siku terkunci; posisi rileks membantu mengurangi keluhan.
- Getaran dari mesin, roda, atau jalan dapat merambat ke tangan, terutama dalam perjalanan lama; pemeriksaan motor, sarung tangan berbantalan, dan istirahat berkala dapat membantu.
- Kebas berulang juga bisa terkait saraf terjepit atau gangguan kesehatan; periksa ke dokter bila menetap, memburuk, atau disertai lemah genggaman maupun gejala darurat stroke.
Pernahkah tangan terasa kesemutan atau kebas saat berkendara motor dalam waktu lama? Kondisi ini cukup sering dialami pengendara, terutama ketika menempuh perjalanan jauh atau terjebak kemacetan. Awalnya mungkin hanya terasa seperti ditusuk jarum, tetapi lama-kelamaan jari bisa terasa mati rasa dan kurang nyaman untuk digerakkan.
Meski terkadang hilang setelah beristirahat, tangan kebas saat naik motor sebaiknya tidak selalu dianggap sepele. Keluhan ini bisa berkaitan dengan posisi berkendara, tekanan pada saraf, hingga getaran dari setang. Jika terus berulang, penting untuk mengenali penyebabnya agar perjalanan tetap nyaman dan aman.
1. Posisi tangan terlalu menekan setang

ilustrasi setang motor (pexels.com/aboodi vesakaran) Salah satu penyebab tangan kebas saat naik motor adalah posisi tangan yang terlalu menekan setang. Ketika pengendara menopang sebagian besar berat tubuh melalui telapak tangan, saraf dan jaringan di sekitar pergelangan bisa mengalami tekanan. Kondisi ini dapat memicu kesemutan, terutama pada telapak tangan dan jari-jari tertentu.
Masalah tersebut juga bisa muncul ketika pergelangan tangan terlalu menekuk atau siku terkunci dalam posisi lurus selama perjalanan. Untuk menguranginya, usahakan menggenggam setang dengan rileks, menjaga pergelangan tetap relatif lurus, dan mempertahankan siku sedikit menekuk. Sesuaikan pula posisi duduk agar berat badan tidak bertumpu berlebihan pada kedua tangan.
2. Getaran motor memengaruhi saraf tangan

ilustrasi setang motor (pexels.com/Ekaterina Belinskaya) Getaran yang berasal dari mesin, roda, atau permukaan jalan dapat merambat melalui setang hingga ke telapak tangan. Jika paparan berlangsung lama, sebagian pengendara bisa mengalami rasa kebas, kesemutan, atau pegal. Besarnya pengaruh getaran bergantung pada intensitasnya, durasi berkendara, kondisi motor, serta sensitivitas tubuh masing-masing.
Untuk mengurangi keluhan, periksa kondisi ban, roda, dudukan mesin, dan komponen lain yang berpotensi menimbulkan getaran tidak normal. Sarung tangan berkendara dengan bantalan yang sesuai juga dapat membantu meningkatkan kenyamanan, meskipun tidak sepenuhnya menghilangkan getaran. Saat melakukan touring, sempatkan berhenti secara berkala untuk melemaskan jari, menggerakkan pergelangan tangan, dan mengistirahatkan lengan.
3. Saraf terjepit atau gangguan kesehatan tertentu

ilustrasi setang motor (pexels.com/Cottonbro studio) Tangan kebas tidak selalu disebabkan oleh posisi berkendara. Tekanan pada saraf median di pergelangan tangan, misalnya akibat sindrom lorong karpal, dapat menimbulkan kesemutan pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis. Sementara itu, gangguan saraf dari leher bisa menyebabkan kebas yang menjalar ke lengan hingga jari-jari.
Jika keluhan sering muncul, berlangsung lama setelah turun dari motor, semakin berat, atau disertai kelemahan genggaman, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Jangan mengabaikan kebas yang terus berulang karena mungkin membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Jika kebas muncul mendadak pada satu sisi tubuh disertai wajah menurun, gangguan bicara, atau kelemahan lengan, segera cari pertolongan medis darurat karena bisa menjadi tanda stroke.
Pada akhirnya, tangan kebas saat naik motor dapat dipicu oleh kebiasaan berkendara maupun masalah kesehatan. Memperbaiki posisi tangan, mengurangi tekanan pada setang, dan beristirahat secara berkala bisa membantu mencegah keluhan. Namun, jika kebas terus terjadi, pemeriksaan medis tetap menjadi langkah yang tepat.




















