5 Tanda Engine Mounting Mobil Rusak, Bikin Getaran Makin Terasa

- Engine mounting berfungsi menopang mesin dan meredam getaran, namun jika rusak, getaran di kabin jadi lebih kuat dan kenyamanan berkendara menurun.
- Tanda kerusakan meliputi getaran berlebih, bunyi benturan saat jalan rusak, pergerakan mesin tidak stabil, serta posisi mesin tampak miring.
- Kerusakan engine mounting perlu segera diperiksa karena dapat memengaruhi komponen lain dan mengurangi kestabilan serta kenyamanan mobil.
Engine mounting memiliki fungsi penting untuk menopang mesin sekaligus meredam getaran agar tidak terlalu terasa ke kabin. Jika komponen ini mulai rusak, getaran mesin biasanya akan terasa lebih kuat dan mengganggu kenyamanan berkendara.
Kerusakan engine mounting sering muncul perlahan sehingga banyak pengendara tidak langsung menyadarinya. Berikut lima tanda engine mounting mobil rusak yang membuat getaran semakin terasa.
1. Getaran mesin terasa lebih kuat di kabin

Salah satu tanda paling umum engine mounting rusak adalah getaran mesin yang terasa berlebihan di dalam kabin. Getaran biasanya lebih terasa saat mobil berhenti atau posisi idle.
Kondisi ini terjadi karena mounting sudah tidak mampu meredam getaran mesin dengan baik. Akibatnya, kenyamanan berkendara jadi menurun.
2. Muncul bunyi benturan saat jalan rusak

Engine mounting yang mulai aus sering menimbulkan bunyi seperti benturan dari ruang mesin. Bunyi ini biasanya terdengar saat mobil melewati jalan bergelombang atau ketika akselerasi mendadak.
Hal tersebut terjadi karena posisi mesin tidak lagi tertahan dengan stabil. Jika dibiarkan, komponen lain di sekitar mesin juga bisa ikut terdampak.
3. Mesin terasa bergerak berlebihan

Saat engine mounting rusak, posisi mesin bisa bergerak lebih bebas dari normal. Gejala ini kadang terlihat saat kap mesin dibuka lalu mesin dinyalakan atau digas.
Pergerakan mesin yang berlebihan menandakan mounting sudah mulai lemah. Kondisi ini sebaiknya segera diperiksa sebelum kerusakan semakin parah.
4. Getaran makin terasa saat AC hidup

Banyak pengendara merasa getaran mobil menjadi lebih kuat ketika AC dinyalakan. Hal ini terjadi karena beban mesin bertambah sementara engine mounting sudah tidak optimal meredam getaran.
Akibatnya, kabin terasa kurang nyaman terutama saat mobil berhenti di lampu merah atau kondisi macet. Gejala ini cukup sering muncul pada mounting yang mulai aus.
5. Posisi mesin terlihat tidak normal

Kerusakan engine mounting juga bisa membuat posisi mesin sedikit miring atau tidak sejajar seperti biasanya. Kondisi ini biasanya terjadi jika karet mounting sudah pecah atau sobek.
Selain memicu getaran, posisi mesin yang tidak stabil bisa memengaruhi komponen lain di ruang mesin. Karena itu, pengecekan sebaiknya segera dilakukan jika gejala mulai terlihat.
Engine mounting yang rusak memang sering dianggap masalah kecil, padahal dampaknya cukup besar terhadap kenyamanan berkendara. Mengenali gejalanya sejak awal membantu mencegah kerusakan lebih serius pada bagian mesin dan kaki-kaki.
Kalau getaran mobil mulai terasa tidak normal, sebaiknya segera lakukan pengecekan. Karena pada akhirnya, kondisi engine mounting yang baik sangat penting untuk menjaga mobil tetap nyaman dan stabil digunakan sehari-hari.



















