Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Rantai Motor Jadi Berisik Setelah Kehujanan?

Kenapa Rantai Motor Jadi Berisik Setelah Kehujanan?
ilustrasi ban motor (wahanahonda.com)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Air hujan menghapus pelumas rantai dan membawa kotoran, menyebabkan gesekan logam langsung yang menimbulkan suara kasar dari area roda belakang.
  • Karat cepat muncul di pin dan roller rantai akibat air hujan asam, membuat rantai kaku dan menimbulkan bunyi ketukan saat motor berjalan.
  • Perubahan suhu ekstrem saat kehujanan memicu ketegangan rantai tidak merata, membuatnya bergoyang dan menghantam komponen sekitar hingga menghasilkan suara bising.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Berkendara di tengah guyuran hujan atau melintasi genangan air merupakan tantangan harian yang sering kali tidak bisa dihindari oleh para pengguna sepeda motor di Indonesia. Namun, masalah biasanya tidak berhenti sampai di situ karena setelah motor mengering, sering kali muncul suara gesekan besi yang sangat bising dan mengganggu kenyamanan berkendara dari arah roda belakang.

Suara berisik dari area rantai tersebut bukanlah fenomena gaib, melainkan tanda bahaya mekanis yang membutuhkan perhatian segera. Mengabaikan rantai yang menjerit pasca-terguyur air hujan sama saja dengan mempercepat kerusakan komponen penggerak dan membahayakan keselamatan diri sendiri saat melaju di jalan raya.

1. Hilangnya lapisan pelumas akibat sapuan air dan kontaminasi kotoran jalanan

ilustrasi rantai motor (unsplash.com/Arteum.ro)
ilustrasi rantai motor (unsplash.com/Arteum.ro)

Penyebab paling utama dari rantai yang mendadak bising setelah kehujanan adalah hilangnya cairan pelumas (chain lube atau oli) yang melapisi permukaan logam. Air hujan memiliki sifat melarutkan, dan ketika motor dipacu menembus derasnya hujan, tekanan air akan menyapu bersih lapisan pelumas yang menempel pada mata rantai maupun permukaan gear depan dan belakang.

Kondisi ini diperparah oleh pasir, debu, dan kerikil halus yang ikut terciprat dari aspal dan melekat pada rantai yang basah. Ketika airnya mengering, kontaminan padat tersebut terperangkap di sela-sela roller rantai. Akibatnya, gesekan yang terjadi bukan lagi antara logam dengan pelumas, melainkan logam dengan logam yang ditengahi oleh pasir kasar, sehingga menimbulkan suara gemertak yang sangat kasar.

2. Munculnya karat instan pada sela-sela pin dan roller rantai

Ilustrasi rantai motor (givi.com)
Ilustrasi rantai motor (givi.com)

Air hujan, terutama di daerah perkotaan yang padat polusi, memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi. Sifat asam ini sangat korosif terhadap komponen kendaraan yang terbuat dari bahan besi atau baja tanpa pelindung khusus. Begitu lapisan pelumas hilang tersapu air, permukaan logam rantai akan langsung terekspos secara bebas dan bereaksi dengan oksigen serta air hujan.

Proses oksidasi ini mampu memicu kemunculan karat instan (karat tipis) hanya dalam hitungan jam setelah motor diparkir dalam kondisi basah. Karat tersebut akan menyerang bagian krusial seperti pin, bush, dan roller rantai, membuatnya menjadi kaku dan kehilangan fleksibilitasnya. Saat roda berputar, mata rantai yang berkarat dan kaku ini tidak dapat menekuk dengan sempurna mengikuti lekukan gigi gear, sehingga menciptakan ketukan dan suara berisik yang berulang.

3. Terjadinya perubahan tingkat ketegangan rantai secara mendadak akibat pemuaian suhu

Rantai motor (deltalube.com)
Rantai motor (deltalube.com)

Skenario ketiga yang jarang disadari adalah perubahan tingkat ketegangan (tension) rantai akibat fluktuasi suhu yang ekstrem saat kehujanan. Rantai yang sedang bekerja menghasilkan panas akibat gesekan mekanis. Ketika logam yang panas tersebut mendadak disiram oleh air hujan yang bersuhu dingin, akan terjadi proses pengerutan atau perubahan mikro pada struktur logam secara instan.

Perubahan suhu mendadak ini sering kali membuat rantai menjadi lebih kendur atau justru terlalu tegang di beberapa titik tertentu (kondisi rantai mulur tidak rata). Rantai yang tingkat kekencangannya sudah tidak konsisten ini akan bergoyang secara tidak stabil dan menghantam pelindung rantai (chain guard) atau lengan ayun (swing arm) saat motor berjalan. Hantaman fisik secara konstan inilah yang memunculkan suara bising tersendiri yang sangat mengganggu telinga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More