Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tanda Kamu Belum Layak untuk Memiliki Mobil Pribadi, Punya Garasi?

ilustrasi membeli mobil (pexels.com/nicola)
ilustrasi membeli mobil (pexels.com/nicola)

Memiliki mobil pribadi adalah impian banyak orang. Selain dianggap sebagai simbol prestise, mobil juga memberikan kenyamanan dan kemudahan dalam mobilitas sehari-hari. Namun, tidak semua orang benar-benar siap untuk memilikinya. Membeli mobil tanpa pertimbangan matang justru bisa menimbulkan masalah baru, baik secara finansial maupun praktis.

Sebelum kamu memutuskan untuk membeli mobil pribadi, ada baiknya kamu menilai kesiapanmu dari berbagai aspek. Mobil bukan hanya tentang membayar cicilan atau membeli bensin; perawatan, tempat parkir, hingga biaya tak terduga lainnya juga harus menjadi perhatian. Berikut lima tanda bahwa kamu sebenarnya belum layak untuk memiliki mobil pribadi.

 

1. Belum memiliki garasi

ilustrasi garasi mobil (pexels.com/nicola)
ilustrasi garasi mobil (pexels.com/nicola)

Salah satu hal paling mendasar yang harus kamu miliki sebelum membeli mobil adalah garasi atau tempat parkir tetap. Menyimpan mobil di pinggir jalan atau di trotoar bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan kendaraanmu. Mobil yang terpapar panas dan hujan setiap hari akan lebih cepat rusak, dan potensi pencurian pun meningkat.

Jika kamu tinggal di perumahan yang padat atau di kost yang tidak memiliki lahan parkir pribadi, sebaiknya tunda dulu keinginan membeli mobil. Selain tidak nyaman bagi tetangga, kamu juga akan menambah kemacetan dan risiko ditilang oleh petugas. Pastikan kamu memiliki tempat yang aman dan layak untuk menyimpan kendaraan sebelum membelinya.

2. Keuangan masih belum stabil

ilustrasi keuangan buruk (pexels.com/nicola)
ilustrasi keuangan buruk (pexels.com/nicola)

Memiliki mobil berarti kamu harus siap dengan berbagai biaya, bukan hanya harga beli atau cicilan. Ada pajak tahunan, servis berkala, penggantian suku cadang, asuransi, dan bahan bakar yang harus kamu bayar secara rutin. Jika kondisi keuanganmu masih naik turun atau bahkan sering kekurangan di akhir bulan, artinya kamu belum siap memiliki mobil.

Lebih bijak untuk memprioritaskan kestabilan finansial terlebih dahulu. Jangan sampai kamu membeli mobil hanya demi gengsi, lalu kesulitan membayar cicilan atau biaya operasionalnya. Mobil bukanlah kebutuhan pokok bagi semua orang, jadi pastikan dulu kamu sudah memiliki tabungan darurat dan penghasilan tetap sebelum memutuskan membelinya.

3. Mobil akan jarang digunakan

ilustrasi mobil (pexels.com/craig)
ilustrasi mobil (pexels.com/craig)

Jika aktivitas harianmu tidak membutuhkan kendaraan pribadi—misalnya kamu bekerja dari rumah, atau tempat kerja bisa dijangkau dengan mudah menggunakan transportasi umum—maka memiliki mobil justru bisa menjadi pemborosan. Mobil yang jarang digunakan tetap memerlukan perawatan agar tidak cepat rusak, yang artinya tetap ada biaya rutin yang harus kamu keluarkan.

Lebih bijak untuk mempertimbangkan frekuensi dan urgensi penggunaan mobil. Jika kamu hanya akan memakainya sekali atau dua kali sebulan, maka menyewa mobil saat dibutuhkan bisa menjadi solusi yang lebih hemat. Kepemilikan mobil sebaiknya benar-benar didasari pada kebutuhan, bukan keinginan sesaat atau tekanan sosial.

4. Belum punya dasar tentang perawatan mobil

ilustrasi servis mobil (pexels.com/artem)
ilustrasi servis mobil (pexels.com/artem)

Memiliki mobil bukan hanya soal mengendarainya, tapi juga merawatnya dengan baik. Jika kamu belum memahami perawatan dasar seperti mengganti oli, mengecek tekanan ban, atau mengetahui tanda-tanda mesin bermasalah, kamu bisa saja menghadapi kerusakan parah tanpa menyadarinya. Perawatan yang terlambat akan berujung pada biaya servis yang mahal.

Sebelum membeli mobil, pastikan kamu sudah membekali diri dengan pengetahuan dasar otomotif. Ini tidak hanya akan menghemat pengeluaran, tapi juga membuatmu lebih siap dalam menghadapi berbagai situasi darurat. Jangan mengandalkan bengkel setiap kali ada masalah kecil, karena itu akan membuat biaya kepemilikan semakin membengkak.

5. Masih ada prioritas yang lebih penting

ilustrasi menulis keuangan (pexels.com/anna)
ilustrasi menulis keuangan (pexels.com/anna)

Banyak orang tergoda untuk membeli mobil setelah merasa punya sedikit tabungan atau penghasilan tetap, tanpa mempertimbangkan prioritas lain yang lebih penting. Misalnya, kamu belum memiliki rumah sendiri, belum melunasi utang, atau belum memiliki dana pendidikan untuk anak. Dalam kondisi seperti itu, membeli mobil bisa mengganggu perencanaan keuangan jangka panjang.

Mobil bersifat konsumtif karena nilainya akan terus menurun seiring waktu. Jika kamu belum memiliki aset yang lebih penting dan produktif, maka lebih bijak untuk menunda kepemilikan mobil. Fokuslah terlebih dahulu pada hal-hal yang benar-benar mendukung masa depanmu, seperti investasi, pendidikan, atau usaha yang menghasilkan pendapatan.


Keinginan untuk memiliki mobil memang wajar, apalagi jika kamu merasa sudah cukup mapan. Namun, keputusan tersebut sebaiknya diambil dengan pertimbangan yang rasional dan menyeluruh. Mobil bukan hanya tentang gaya hidup, tapi juga tanggung jawab jangka panjang yang menuntut kesiapan finansial, teknis, dan logistik.

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
febi wahyudi
Editorfebi wahyudi
Follow Us