Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BYD Seagull Generasi 2 Jadi RWD, Cikal Bakal Atto 1 Baru?

3 min read
BYD Seagull Generasi 2 Jadi RWD, Cikal Bakal Atto 1 Baru?
BYD Seagull generasi terbaru, calon Atto 1 baru? (Carnewschina)
  • BYD memperkenalkan Seagull generasi kedua di China dengan penggerak RWD, motor 95 kW, kecepatan maksimum 150 km/jam, meningkat dari motor 55 kW pada generasi sebelumnya.

  • Model baru mendapat frunk, suspensi belakang independen multi-link, serta dimensi lebih besar dengan panjang 4.205 mm dan wheelbase 2.650 mm.

  • Seagull dikenal sebagai Atto 1 di Indonesia, tetapi belum ada pengumuman resmi penggantian model; generasi baru juga menawarkan opsi LiDAR dan DiPilot 300.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - BYD memperkenalkan Seagull generasi kedua di China dengan sejumlah perubahan besar.

Mobil listrik mungil yang selama ini mengandalkan penggerak roda depan (FWD) kini beralih menggunakan penggerak roda belakang (RWD), sekaligus mendapatkan sejumlah pembaruan pada sasis dan ruang penyimpanan.

Menariknya, Seagull merupakan nama yang digunakan BYD untuk model ini di China, sementara di Indonesia mobil tersebut dipasarkan dengan nama BYD Atto 1.

BYD Atto 1 merupakan small hatchback listrik dengan motor 55 kW, torsi 135 Nm, baterai hingga 38,88 kWh dan jarak tempuh hingga 380 kilometer berdasarkan metode NEDC.

  1. 1. Motor listrik pindah ke belakang, tenaga ikut meningkat

    Tampilan kendaraan dengan desain eksterior yang terlihat lebih segar dalam foto yang dikutip dari Carnewschina.
    Tampilannya terlihat lebih segar (Carnewschina)

    Perubahan paling mendasar pada Seagull generasi kedua berada di sistem penggeraknya. Jika generasi sebelumnya menggunakan motor listrik di bagian depan, model terbaru memindahkan motor ke sumbu belakang sehingga konfigurasi penggeraknya berubah dari FWD menjadi RWD.

    Berdasarkan informasi dari CarNewsChina yang mengacu pada data regulasi China, motor listrik generasi terbaru memiliki tenaga maksimum 95 kW atau sekitar 127 dk.

    Angka tersebut cukup jauh meningkat dibandingkan motor 55 kW pada Seagull generasi sebelumnya. Kecepatan maksimumnya juga tercatat mencapai 150 km/jam.

    Perubahan layout ini bukan sekadar mengejar performa. Dengan motor tidak lagi berada di bagian depan, ruang di bawah kap mesin dapat dimanfaatkan untuk penyimpanan tambahan.

  2. 2. Kini punya frunk dan suspensi belakang independen

    Bagasi depan atau front trunk pada mobil listrik BYD Seagull, yang juga dikenal sebagai Atto 1 terbaru.
    BYD Seagull atau Atto 1 terbaru dibekali front trunk (Carnewschina)

    Ruang kosong di bagian depan kemudian dimanfaatkan BYD sebagai front trunk atau frunk. Kapasitas resmi kompartemen tersebut belum diumumkan, tetapi keberadaannya menjadi salah satu perubahan yang cukup menarik untuk sebuah EV mungil di kelas harga terjangkau.

    Perubahan juga terjadi pada bagian sasis. Seagull generasi kedua meninggalkan suspensi belakang torsion beam dan menggunakan suspensi independen multi-link.

    Kombinasi RWD dan suspensi belakang independen membuat konfigurasi mekanisnya berbeda cukup jauh dari model sebelumnya.

    Dimensi bodinya turut membesar. Seagull generasi kedua memiliki panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm dan wheelbase 2.650 mm. Model ini tercatat 425 mm lebih panjang dibandingkan Seagull generasi sebelumnya.

  3. 3. Apakah bakal menjadi Atto 1 baru?

    Kabin BYD Seagull atau Atto 1 terbaru dengan setir multifungsi, layar sentuh tengah, panel instrumen digital, dan jok depan.
    Interior BYD Seagull atau Atto 1 terbaru (Carnewschina)

    Di Indonesia, Seagull dikenal sebagai BYD Atto 1. Karena itu, perubahan besar pada Seagull generasi kedua menarik untuk dilihat dari perspektif pasar Indonesia, meski belum ada pengumuman resmi bahwa model generasi kedua tersebut akan langsung menggantikan Atto 1 yang saat ini dijual di Tanah Air.

    Atto 1 yang dipasarkan BYD Indonesia saat ini masih menggunakan motor PMSM 55 kW dengan torsi 135 Nm. Mobil tersebut tersedia dengan baterai Blade Battery dan menawarkan jarak tempuh hingga 380 km NEDC.

    BYD juga membekalinya dengan fitur V2L hingga 2,2 kW serta kapasitas bagasi 230 liter yang dapat diperluas menjadi 930 liter ketika kursi belakang dilipat.

    Sementara itu, Seagull generasi kedua membawa konfigurasi yang jauh lebih berbeda. Selain RWD, model ini menggunakan motor 95 kW, suspensi belakang independen dan frunk. BYD juga menyiapkan opsi LiDAR yang terintegrasi dengan sistem bantuan berkendara DiPilot 300 atau God’s Eye B.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More