Kapasitas baterai sering menjadi angka pertama yang dilihat saat seseorang membandingkan mobil listrik atau electric vehicle (EV). Semakin besar kapasitas dalam satuan kWh, semakin banyak energi yang tersedia untuk menggerakkan kendaraan sepanjang perjalanan. Namun, angka tersebut gak otomatis berarti sebuah EV dengan baterai lebih besar selalu mampu menempuh jarak lebih jauh.
Jarak tempuh EV sebenarnya dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berkaitan selama kendaraan digunakan. Efisiensi motor, bobot kendaraan, gaya berkendara, kondisi jalan, sampai penggunaan pendingin kabin dapat membuat konsumsi energi berubah cukup signifikan. Karena itu, sebelum menilai kemampuan sebuah EV hanya dari kapasitas baterainya, yuk pahami faktor lain yang turut menentukan jarak tempuhnya.
