Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Alasan Xiaomi dan Huawei Terjun ke Mobil Listrik, Apple Menyusul?

Xiaomi SU7 Ultra (mi.com)
Xiaomi SU7 Ultra (mi.com)

Pergeseran industri otomotif dari mesin pembakaran internal menuju kendaraan listrik (EV) telah membuka pintu bagi pemain baru yang sebelumnya tidak pernah bersentuhan dengan dunia manufaktur mobil. Fenomena ini terlihat jelas dengan kehadiran raksasa teknologi asal Tiongkok, seperti Xiaomi dan Huawei, yang kini secara agresif meluncurkan lini kendaraan pintar mereka sendiri sebagaimana dilaporkan carnewschina.com.

Langkah ini bukan sekadar upaya diversifikasi bisnis biasa, melainkan strategi untuk menguasai pusat kendali kehidupan manusia di masa depan. Bagi perusahaan teknologi, mobil listrik bukan lagi dipandang sebagai kendaraan transportasi tradisional, melainkan sebuah perangkat elektronik raksasa yang membutuhkan sistem operasi canggih, konektivitas tanpa batas, dan integrasi ekosistem digital yang kuat.

1. Transformasi kendaraan menjadi perangkat elektronik pintar

Xiaomi SU7 Ultra (mi.com)
Xiaomi SU7 Ultra (mi.com)

Alasan mendasar di balik terjunnya produsen ponsel ke industri mobil listrik adalah perubahan paradigma terhadap fungsi kendaraan itu sendiri. Menurut analisis dari carnewschina.com, mobil listrik modern sangat bergantung pada perangkat lunak, sensor, dan chip pemrosesan data—tiga bidang yang telah dikuasai oleh Xiaomi dan Huawei selama dekade terakhir. Dengan beralihnya fokus industri dari keunggulan mesin mekanis ke keunggulan sistem operasi, perusahaan teknologi memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan.

Xiaomi memanfaatkan kemampuan riset mereka dalam menciptakan antarmuka pengguna yang mulus untuk diaplikasikan ke dalam kabin mobil. Sementara itu, Huawei melalui aliansi HIMA fokus pada pengembangan sistem kemudi otonom dan kecerdasan buatan. Bagi perusahaan-perusahaan ini, memproduksi mobil listrik adalah evolusi alami untuk memperluas sistem operasi mereka dari layar ponsel menuju layar dasbor kendaraan, menciptakan pengalaman pengguna yang terintegrasi secara total.

2. Potensi pasar kendaraan listrik yang sangat menggiurkan

Xiaomi SU7 Ultra (mi.com)
Xiaomi SU7 Ultra (mi.com)

Pasar mobil listrik menawarkan potensi pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan pasar ponsel pintar yang saat ini mulai mengalami kejenuhan. Berdasarkan data industri yang dikutip dari carnewschina.com, di Tiongkok sendiri penjualan kendaraan energi baru telah melampaui separuh dari total penjualan mobil nasional pada awal 2026. Angka ini menciptakan peluang bisnis senilai miliaran dolar yang sangat menggiurkan bagi perusahaan teknologi dengan modal besar.

Margin keuntungan dari mobil listrik, terutama di segmen premium, sering kali lebih menjanjikan dibandingkan margin tipis pada perangkat keras ponsel. Selain itu, kepemilikan mobil memberikan akses ke data perilaku pengguna yang lebih mendalam. Dengan masuk ke pasar otomotif, Xiaomi dan Huawei dapat mengamankan aliran pendapatan baru dari layanan purna jual berbasis perangkat lunak serta pembaruan fitur berbayar yang menjadi tren masa depan di industri otomotif Tiongkok.

3. Kekuatan ekosistem digital dan loyalitas merek

Screen Shot 2026-01-31 at 8.21.31 AM.png
Mobil mewah Huawei (huaweimaextro.com)

Strategi terintegrasi menunjukkan betapa pentingnya ekosistem digital dalam memikat konsumen baru. Pengguna ponsel yang sudah memiliki berbagai perangkat pintar di rumah akan merasa jauh lebih nyaman jika kendaraan mereka dapat terhubung secara otomatis ke dalam jaringan yang sama. Berdasarkan ulasan di carnewschina.com, kekuatan ekosistem ini menciptakan "dinding" yang membuat konsumen cenderung tetap setia pada satu merek karena kemudahan sinkronisasi antarperangkat.

Huawei juga menerapkan pola serupa dengan mengintegrasikan sistem HarmonyOS ke dalam berbagai model mobil mitra mereka. Loyalitas merek yang sudah terbangun kuat memberikan modal kepercayaan besar saat mereka meluncurkan mobil listrik. Konsumen cenderung lebih percaya pada keandalan sistem cerdas yang dibuat oleh perusahaan teknologi berpengalaman daripada sistem digital yang dikembangkan secara mendadak oleh perusahaan mobil tradisional, sehingga penetrasi pasar mereka menjadi sangat cepat dan agresif.

Langkah Xiaomi dan Huawei bukan tak mungkin diikuti Apple. Produsen smartphone Iphone ini sebelumnya pernah dikabarkan tengah memproduksi mobil listrik, namun sampai saat ini belum ada kabar lanjutan mengenai proyek mobil tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Bikin Kabin Wangi Terus, Ini 5 Pilihan Air Purifier Mobil Terbaik!

31 Jan 2026, 18:05 WIBAutomotive