Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Angka 100 Persen Baterai Motor Listrik, Benarkah Benar-benar Penuh?
Motor Listrik Parkir (unsplash.com/ather energy)
  • Indikator 100 persen pada motor listrik menunjukkan state of charge yang dihitung BMS, yakni batas kapasitas aman untuk penggunaan normal, bukan selalu kapasitas kimia maksimal sel.
  • Produsen dapat menyisakan buffer baterai yang tidak ditampilkan kepada pengendara. BMS mengatur porsi energi yang digunakan demi menjaga keamanan, performa, dan umur baterai.
  • Pengisian hingga 100 persen tidak otomatis berbahaya karena BMS dapat mencegah overcharging, tetapi penggunaan harian sebaiknya mengikuti batas pengisian rekomendasi produsen, terutama sebelum motor lama terparkir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kalau baterai motor listrik bilang 100 persen, itu artinya sudah penuh untuk dipakai. Tapi isi baterainya mungkin tidak benar-benar sampai batas paling penuh. Sistem pintar bernama BMS menyimpan sedikit ruang agar baterai aman dan awet. Motor TVS iQube S juga punya sistem supaya baterai tidak kebanyakan diisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Melihat indikator baterai motor listrik menunjukkan angka 100 persen tentu membuat pengendara merasa lega. Artinya, proses pengisian sudah selesai dan motor siap digunakan untuk menempuh jarak lebih jauh.

Namun, angka tersebut tidak selalu berarti seluruh kapasitas fisik baterai benar-benar terisi sampai batas maksimal sel. Ada sistem pengaman dan pengaturan khusus yang membuat angka 100 persen lebih tepat dipahami sebagai batas pengisian yang bisa digunakan pengendara.

1. Angka 100 persen adalah batas yang diatur sistem

IoT Motor Listrik (unsplash.com/ather energy)

Pada motor listrik, persentase baterai disebut state of charge atau SoC. Angka ini dihitung oleh battery management system atau BMS berdasarkan sejumlah parameter seperti tegangan, arus, temperatur, serta karakteristik sel baterai. Jadi, indikator di panel instrumen bukan sekadar alat yang mengukur energi secara langsung.

BMS juga bertugas menjaga sel baterai tetap berada dalam rentang kerja yang aman. Karena itu, kapasitas fisik baterai dan kapasitas yang dapat digunakan pengendara bisa berbeda. Dalam banyak sistem baterai, angka 100 persen pada layar menunjukkan batas atas dari kapasitas yang memang disediakan untuk penggunaan normal, bukan berarti sel dipaksa mencapai batas kimia tertingginya.

2. Ada kapasitas yang sengaja tidak ditampilkan

Parkir Motor Listrik (unsplash.com/I am Zion)

Produsen dapat menyisakan buffer atau ruang cadangan pada baterai. Tujuannya adalah memberikan perlindungan tambahan agar sel tidak terus-menerus bekerja di titik ekstrem. Dengan begitu, angka 100 persen di panel bisa menjadi 100 persen dari kapasitas yang dianggap aman dan tersedia, sementara sebagian kapasitas fisik baterai tidak diberikan langsung kepada pengendara.

Konsep tersebut juga menjelaskan mengapa kapasitas baterai yang tercantum dalam spesifikasi tidak selalu sama dengan energi yang bisa dipakai untuk berkendara. Baterai dapat memiliki kapasitas nominal tertentu, sedangkan sistem kendaraan mengatur sendiri berapa bagian yang boleh digunakan. Pengaturan ini dilakukan BMS untuk menjaga keamanan, performa, dan umur baterai.

3. Penuh bukan berarti harus selalu diisi 100 persen

Alarm Motor Listrik (unsplash.com/ather energy)

Menariknya, indikator 100 persen juga bukan berarti baterai harus selalu diisi sampai titik tersebut setiap kali melakukan pengisian. Untuk penggunaan harian, pengisian sesuai batas yang direkomendasikan produsen bisa lebih sesuai dibanding terus mengejar kondisi penuh, terutama jika motor akan lama terparkir setelah proses charging.

Namun, bukan berarti mengisi sampai 100 persen otomatis berbahaya. Beberapa motor listrik memang dirancang untuk mencapai 100 persen dan memiliki BMS yang mencegah pengisian berlebihan. Contohnya, TVS menjelaskan bahwa iQube S memiliki smart BMS yang mencegah overcharging ketika baterai sudah menunjukkan 100 persen.

Jadi, angka 100 persen pada baterai motor listrik tetap bisa disebut penuh dalam konteks penggunaan. Hanya saja, “penuh” yang dimaksud adalah batas kapasitas yang ditetapkan sistem, bukan berarti seluruh ruang fisik di dalam sel baterai benar-benar terisi tanpa menyisakan perlindungan. Memahami hal ini penting agar angka di panel tidak disalahartikan sebagai ukuran mutlak kapasitas fisik baterai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article