Alarm Motor Listrik (unsplash.com/ather energy)
Menariknya, indikator 100 persen juga bukan berarti baterai harus selalu diisi sampai titik tersebut setiap kali melakukan pengisian. Untuk penggunaan harian, pengisian sesuai batas yang direkomendasikan produsen bisa lebih sesuai dibanding terus mengejar kondisi penuh, terutama jika motor akan lama terparkir setelah proses charging.
Namun, bukan berarti mengisi sampai 100 persen otomatis berbahaya. Beberapa motor listrik memang dirancang untuk mencapai 100 persen dan memiliki BMS yang mencegah pengisian berlebihan. Contohnya, TVS menjelaskan bahwa iQube S memiliki smart BMS yang mencegah overcharging ketika baterai sudah menunjukkan 100 persen.
Jadi, angka 100 persen pada baterai motor listrik tetap bisa disebut penuh dalam konteks penggunaan. Hanya saja, “penuh” yang dimaksud adalah batas kapasitas yang ditetapkan sistem, bukan berarti seluruh ruang fisik di dalam sel baterai benar-benar terisi tanpa menyisakan perlindungan. Memahami hal ini penting agar angka di panel tidak disalahartikan sebagai ukuran mutlak kapasitas fisik baterai.