Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa yang Terjadi Pada Ban Saat Mobil Dipacu 150 Km/Jam?
ilustrasi truk di lajur kiri (pexels.com/mikebird)
  • Pada 150 km/jam, deformasi ban terjadi lebih cepat dan menaikkan suhu. Tekanan angin, beban, jalan, suhu lingkungan, serta durasi perjalanan memengaruhi risiko panas berlebih.
  • Ban dapat berputar sekitar 1.250 kali per menit, sehingga struktur menerima tekanan mekanis besar. Ban aus, retak, benjol, atau tak sesuai spesifikasi lebih berisiko gagal.
  • Daya cengkeram dipengaruhi kondisi ban, jalan, dan cuaca; jalan basah meningkatkan risiko aquaplaning. Pada 150 km/jam, jarak pengereman sekitar 2,25 kali dibanding 100 km/jam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Melaju dengan kecepatan 150 km per jam membuat mobil bergerak sangat cepat, tetapi bagaimana dengan ban yang menopang seluruh bobot kendaraan? Komponen berbahan karet ini harus bekerja keras menjaga kontak dengan permukaan jalan, menyalurkan tenaga mesin, sekaligus membantu mobil tetap stabil ketika bermanuver.

Pada kecepatan tinggi, ban menghadapi beban dan kondisi kerja yang berbeda dibandingkan saat mobil melaju santai di jalan perkotaan. Suhu, tekanan udara, gaya sentrifugal pada bagian ban yang berputar, hingga kemampuan mencengkeram aspal menjadi faktor penting. Lantas, apa saja yang sebenarnya terjadi pada ban ketika mobil dipacu hingga 150 km per jam?

1. Suhu ban meningkat akibat gesekan dan perubahan bentuk

ilustrasi ban mobil (freepik.com/standret

Ketika mobil melaju, ban terus mengalami perubahan bentuk saat bagian tapaknya menyentuh dan meninggalkan permukaan jalan. Proses ini disebut deformasi. Karet dan lapisan penyusun ban mengalami siklus perubahan bentuk secara berulang, sehingga menghasilkan panas. Pada kecepatan tinggi, siklus tersebut berlangsung lebih cepat dan dapat meningkatkan suhu ban.

Panas juga dipengaruhi oleh tekanan angin, beban kendaraan, kondisi jalan, suhu lingkungan, serta lamanya mobil melaju. Jika ban mengalami panas berlebihan, material penyusunnya dapat melemah dan risiko kerusakan meningkat. Karena itu, tekanan ban harus disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan, terutama sebelum perjalanan jauh. Jangan mengurangi tekanan angin hanya karena khawatir ban menjadi panas, sebab tekanan yang terlalu rendah justru bisa memperbesar perubahan bentuk dan penumpukan panas.

2. Ban menghadapi gaya besar saat berputar

ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Hoyoun Lee)

Pada kecepatan 150 km per jam, ban berputar sangat cepat. Sebagai gambaran, jika keliling ban sekitar dua meter, roda dapat berputar sekitar 1.250 kali per menit. Angka sebenarnya bergantung pada ukuran ban dan kondisi kendaraan. Putaran cepat membuat struktur ban terus mengalami tekanan mekanis, sementara gaya yang bekerja pada bagian-bagiannya meningkat seiring bertambahnya kecepatan.

Kondisi ini membuat ban harus berada dalam keadaan prima. Ban yang sudah aus, retak, benjol, pernah mengalami kerusakan struktural, atau tidak sesuai spesifikasi kendaraan lebih berisiko mengalami kegagalan saat digunakan pada kecepatan tinggi. Kerusakan dapat berkembang tanpa terlihat jelas dari luar. Oleh sebab itu, pemeriksaan kondisi tapak, dinding ban, dan tekanan udara penting dilakukan sebelum berkendara. Pastikan pula indeks kecepatan ban sesuai dengan spesifikasi kendaraan dan batas yang berlaku.

3. Daya cengkeram dan kemampuan mengerem ikut berubah

Ilustrasi ban mobil (Freepik/peoplecreations)

Ban harus mempertahankan daya cengkeram ketika mobil melaju cepat. Namun, kemampuan tersebut tidak hanya ditentukan oleh ban, melainkan juga kondisi permukaan jalan, kedalaman tapak, tekanan udara, suhu, dan kondisi cuaca. Ketika jalan basah, misalnya, air di antara ban dan aspal dapat mengurangi kontak permukaan sehingga meningkatkan risiko aquaplaning. Pada kondisi ini, ban bisa kehilangan kemampuan mengarahkan mobil meskipun roda masih berputar.

Kecepatan tinggi juga membuat jarak yang dibutuhkan untuk berhenti bertambah drastis. Secara teori, jika kondisi lain sama, jarak pengereman dipengaruhi oleh kuadrat kecepatan. Artinya, mobil yang melaju 150 km per jam membutuhkan sekitar 2,25 kali jarak pengereman mobil yang melaju 100 km per jam, belum termasuk jarak yang ditempuh selama pengemudi bereaksi. Karena itu, menjaga jarak aman dan mengurangi kecepatan saat kondisi jalan tidak mendukung menjadi langkah penting untuk keselamatan.

Pada akhirnya, ban yang sehat sekalipun memiliki batas kemampuan. Jangan menguji kecepatan maksimum di jalan umum. Periksa tekanan dan kondisi ban sebelum perjalanan, ikuti batas kecepatan, serta gunakan kendaraan sesuai spesifikasi pabrikan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article