Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah Mobil Listrik Tetap Bisa Dipakai saat Hujan Deras?
ilustrasi mobil listrik (pexels.com/dumitru B)
  • Mobil listrik tetap aman dikendarai saat hujan deras karena komponen kelistrikannya terlindungi dari air.

  • Risiko terbesar muncul ketika mobil melewati banjir atau genangan yang terlalu dalam.

  • Saat hujan, pengemudi sebaiknya mengurangi kecepatan, menjaga jarak, dan menghindari genangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hujan deras sering membuat pengemudi lebih waspada, terutama ketika jalan mulai tergenang. Bagi pemilik mobil listrik, kekhawatiran lain yang mungkin muncul ialah soal baterai dan komponen kelistrikan. Apakah air hujan bisa membuat mobil listrik mengalami korsleting atau bahkan membahayakan pengemudi?

Jawabannya, mobil listrik tetap aman digunakan saat hujan deras selama kondisi jalan masih memungkinkan untuk dilalui. Baterai, motor listrik, dan berbagai komponen bertegangan tinggi pada mobil listrik dirancang dengan perlindungan terhadap air. Justru masalah utama bukan terletak pada hujannya, melainkan pada risiko banjir dan genangan yang terlalu dalam. Yuk, kita bahas lebih dalam!

1. Mengapa mobil listrik aman dikendarai saat hujan

ilustrasi mobil listrik (unsplash.com/Tesla Fans Schweiz)

Mobil listrik dirancang dengan sistem perlindungan yang cukup ketat terhadap paparan air. Baterai dan komponen kelistrikan bertegangan tinggi ditempatkan dalam rumah pelindung yang dirancang untuk mencegah air masuk. Sejumlah produsen juga menggunakan tingkat perlindungan seperti IP67 atau IP68 pada komponen tertentu meski spesifikasi dapat berbeda pada setiap model.

Sebagai gambaran, IP67 menunjukkan bahwa perangkat terlindungi dari debu dan dapat bertahan terhadap perendaman sementara dalam air hingga kedalaman tertentu. Sementara itu, IP68 menawarkan perlindungan terhadap perendaman yang lebih tinggi. Namun, batas kedalaman dan durasinya tetap bergantung pada spesifikasi masing-masing produk.

Perlindungan tersebut penting karena mobil listrik tidak hanya menghadapi hujan. Kendaraan juga harus mampu melewati genangan, terkena cipratan air dari kendaraan lain, hingga dicuci menggunakan air bertekanan. Sistem kelistrikan bertegangan tinggi juga dirancang dengan isolasi dan perlindungan khusus untuk meminimalkan risiko gangguan akibat air. Dengan kata lain, air hujan tidak otomatis membuat mobil listrik berbahaya untuk dikendarai.

2. Hujan deras berbeda dengan jalan yang kebanjiran

ilustrasi mobil terendam banjir (pexels.com/Juan Moccagatta)

Hal yang perlu diperhatikan ialah membedakan antara hujan deras dan banjir. Saat hujan turun dengan lebat, tetapi permukaan jalan masih terlihat dan tidak memiliki genangan dalam, mobil listrik umumnya tetap bisa digunakan seperti biasa. Namun, situasinya berbeda ketika air mulai menggenangi jalan. Semakin tinggi genangan, semakin besar pula risiko yang dihadapi kendaraan, baik mobil listrik maupun mobil berbahan bakar bensin.

Air yang terlalu dalam dapat masuk ke kabin, mengganggu berbagai komponen kendaraan, mengurangi kemampuan pengereman, hingga membuat mobil kehilangan traksi. Risiko tersebut bahkan semakin besar jika air banjir mengalir deras karena kendaraan bisa terdorong atau kehilangan kendali. Karena itu, jangan menganggap mobil listrik aman menerobos banjir hanya karena baterainya tahan air. Perlindungan terhadap baterai bukan berarti seluruh bagian mobil kebal terhadap air.

3. Seberapa dalam genangan yang masih aman dilewati

ilustrasi hujan (unsplash.com/reza shayestehpour)

Tidak ada satu batas kedalaman yang berlaku untuk semua mobil listrik. Setiap kendaraan memiliki spesifikasi dan batas kemampuan menerjang genangan yang berbeda. Karena itu, pemilik sebaiknya selalu mengikuti rekomendasi pabrikan mengenai kedalaman air maksimum atau kemampuan kendaraan menerjang genangan.

Sebagai patokan umum, genangan yang sudah mendekati bagian bawah pintu atau membuat permukaan jalan tidak lagi terlihat sebaiknya dihindari. Air yang lebih dalam juga dapat mencapai komponen lain yang tidak dirancang untuk terendam dalam waktu lama. Selain itu, air banjir bukan sekadar air biasa. Lumpur, sampah, dan kandungan garam pada banjir tertentu dapat mempercepat korosi atau memicu masalah tersembunyi pada komponen kendaraan. Jadi, kendati mobil masih bisa menyala setelah melewati genangan dalam, bukan berarti tidak ada risiko kerusakan.

4. Tips mengendarai mobil listrik saat hujan deras

ilustrasi mobil listrik (pexels.com/dumitru B)

Berikut ini beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan ketika membawa mobil listrik di tengah hujan deras.

1. Hindari genangan yang terlalu dalam

Jika tidak bisa melihat permukaan jalan atau air sudah terlalu tinggi, lebih baik cari jalur lain. Jangan ambil risiko hanya karena kendaraan terlihat mampu melewati genangan.

2. Kurangi kecepatan

Jalan basah memiliki daya cengkeram yang lebih rendah. Berkendara dengan kecepatan lebih rendah juga membantu pengemudi mengantisipasi genangan dan mengurangi risiko aquaplaning atau ban kehilangan traksi karena lapisan air.

3. Jaga jarak dengan kendaraan lain

Saat hujan deras, jarak pandang dan kemampuan pengereman dapat berkurang. Berikan jarak lebih panjang agar memiliki waktu yang cukup untuk mengerem jika kendaraan di depan tiba-tiba berhenti.

4. Periksa kendaraan setelah melewati banjir

Jika mobil terpaksa melewati genangan yang cukup dalam, sebaiknya lakukan pemeriksaan setelahnya, terutama jika air mencapai bagian bawah kendaraan. Pemeriksaan menjadi semakin penting jika kendaraan terkena air berlumpur atau air laut.

5. Bagaimana dengan mengisi daya mobil listrik saat hujan

ilustrasi mobil listrik (unsplash.com/Ed Harvey)

Mengisi daya mobil listrik saat hujan pada dasarnya juga dirancang agar tetap aman. Soket pengisian daya dan konektor memiliki perlindungan terhadap air, sementara sistem kendaraan menggunakan mekanisme pengaman sehingga aliran listrik tidak bekerja sembarangan ketika koneksi belum terpasang dengan benar. Meski begitu, tetap gunakan peralatan pengisian sesuai petunjuk pabrikan dan pastikan konektor serta instalasi dalam kondisi baik. Hindari menggunakan kabel atau peralatan pengisian yang rusak, terutama jika terdapat bagian yang terbuka.

Jadi, mobil listrik tetap aman digunakan saat hujan deras selama tidak melewati banjir atau genangan yang terlalu dalam. Hujan bukan masalah, tetapi banjir tetap perlu dihindari. Coba ingat baik-baik tips di atas, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article