Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Begini Cara Kerja dan Fungsi TPS di Mobil

Begini Cara Kerja dan Fungsi TPS di Mobil
Ilustrasi mesin mobil (Pexels/Anna Shvets)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Mobil-mobil keluaran terbaru yang sudah menggunakan teknologi ECU (Engine Control Unit), biasanya memiliki berbagai macam sensor yang berguna untuk mengatur kinerja mesin mobil.

Salah satunya ialah TPS atau throttle position sensor, yang menjadi bagian dari komponen throttle body. TPS terpasang menyatu dengan throttle body yang berhubungan dengan katup gas.

1. Fungsi TPS

Throttle body (Suzuki)
Throttle body (Suzuki)

Dikutip dari berbagai sumber, TPS punya fungsi utama untuk mengatur serta menyeimbangkan bahan bakar dan emisi pada mesin mobil. Sensor ini bertugas untuk memastikan throttle gas tetap pada posisi dan sudut bukaan yang sesuai.

Jika terjadi pergeseran, maka sensor akan mengirimkan sinyal elektrik yang dikirim ke ECU. Kemudian setelah sinyal tersebut diproses, kemudian akan dilakukan injeksi atau suplai bahan bakar, termasuk dalam sistem fuel injection ke dalam ruang bakar.

2. Fungsi lainnya

pria berbaju hitam memperbaiki mesin (unsplash.com/Sten Rademaker)
pria berbaju hitam memperbaiki mesin (unsplash.com/Sten Rademaker)

Selain itu, TPS juga punya berbagai fungsi lainnya, seperti:

  • Mengontrol bahan bakar agar terhenti ketika mesin melakukan deselerasi.
  • Mengoreksi takaran perbandingan jumlah udara dan bahan bakar.
  • Mengoreksi ada tidaknya peningkatan tenaga pada mesin kendaraan.
  • Mengontrol emisi, terutama ketika throttle gas sedang dalam posisi terbukan penuh serta saat AC mati.
  • Menjadi engine mode saat posisi throttle gas menutup, setengah membuka, dan terbuka penuh.

3. Kerusakan TPS

ilustrasi komponen mesin mobil (pexels.com/Jose Ricardo Barraza Morachis)
ilustrasi komponen mesin mobil (pexels.com/Jose Ricardo Barraza Morachis)

Sama seperti komponen mobil lainnya, TPS mobil bisa saja suatu saat bermasalah. Ciri-cirinya ialah gas yang tiba-tiba naik sendiri secara tidak teratur. Untuk mengetahui penyebab pasti kerusakan, lakukan pemeriksaan menyeluruh pada fisik sensor.

Cek kondisi kabel sensor apakah ada kabel yang putus atau rusak. Cek juga apakah ada kotoran atau karat pada bagian connectornya. Terakhir, periksa badan sensor apakah ada keretakan atau tidak. Agar lebih pasti, segera bawa mobil ke bengkel untuk pengecekan lebih lanjut.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fadhliansyah Fadhliansyah
Dwi Agustiar
Fadhliansyah Fadhliansyah
EditorFadhliansyah Fadhliansyah

Related Articles

See More

Apakah Sepeda Motor Perlu Spooring seperti Mobil?

23 Mei 2026, 21:05 WIBAutomotive