Motor Sudah Keyless Masih Bisa Dicuri? Ini Alasannya

- Pencurian motor keyless masih marak karena pelaku memakai teknik relay attack yang memperkuat sinyal remote, membuat sistem mengira kunci asli berada di dekat motor.
- Kelalaian pemilik dalam menjaga kerahasiaan nomor pin darurat membuka peluang pencuri untuk menyalakan motor tanpa merusak komponen fisik kendaraan.
- Kebiasaan tidak mematikan remote sepenuhnya setelah parkir memungkinkan pencuri memanfaatkan sinyal aktif untuk menyalakan dan membawa kabur motor.
Kehadiran teknologi keyless atau sistem penguncian pintar tanpa anak kunci konvensional pada sepeda motor modern awalnya digadang-gadang sebagai solusi mutakhir untuk menghentikan aksi pencurian kendaraan bermotor. Sistem ini memangkas fungsi lubang kunci mekanis yang selama ini menjadi sasaran empuk bagi komplotan maling yang biasa berbekal kunci leter T.
Namun, dalam realitas di lapangan, kasus hilangnya sepeda motor yang sudah mengusung teknologi keyless ternyata masih kerap terjadi. Mengapa sistem pengaman berbasis frekuensi radio dan komputerisasi yang tampak canggih ini tetap bisa ditembus dan diakali oleh para pelaku kejahatan?
1. Metode pencurian modern memanfaatkan teknologi penguat sinyal jarak jauh

Faktor utama yang membuat sepeda motor keyless tetap rawan dicuri adalah kemunculan metode pencurian digital yang dikenal dengan istilah relay attack atau serangan penguat sinyal. Sistem keyless bekerja menggunakan komunikasi frekuensi radio jarak pendek antara remote (fob) yang dibawa oleh pemilik dan sensor penerima yang ada pada unit sepeda motor. Dalam kondisi normal, motor hanya bisa dinyalakan jika remote berada dalam radius kurang dari satu meter.
Para pencuri modern kini melengkapi diri dengan perangkat elektronik khusus berbentuk pemancar dan penguat sinyal (signal amplifier). Ketika sepeda motor diparkir di halaman rumah dan pemiliknya berada di dalam ruangan, salah satu pelaku akan mendekati dinding rumah untuk menangkap sinyal lemah dari remote yang tergeletak di dalam. Sinyal tersebut kemudian diperkuat dan dikirimkan ke pelaku lain yang bersiap di dekat motor, sehingga sistem komputer motor mengira remote asli berada di dekatnya. Seketika itu juga, knop kunci stang dapat diputar dan mesin motor bisa dinyalakan dengan mudah tanpa menimbulkan kecurigaan.
2. Kecerobohan pemilik dalam mengelola nomor kode pin darurat

Setiap pembelian sepeda motor sistem keyless, pabrikan selalu menyertakan sebuah pelat kecil berisi deretan nomor rahasia yang dikenal sebagai nomor pin darurat atau barcode ID. Kode angka ini memiliki fungsi yang sangat krusial, yaitu untuk menyalakan sepeda motor dalam kondisi darurat apabila remote bawaan hilang, rusak, atau kehabisan daya baterai di tengah perjalanan.
Sayangnya, banyak pemilik sepeda motor yang mengabaikan faktor kerahasiaan nomor pin ini dengan membiarkannya tetap tergantung bersama remote, atau menyimpannya di dalam bagasi motor. Jika kode angka ini sempat difoto atau dilihat oleh orang lain yang berniat jahat, mereka dapat dengan mudah mengaktifkan mode darurat pada motor target untuk memutus fungsi enkripsi remote asli. Kelalaian dalam menjaga kerahasiaan data digital inilah yang membuka pintu selebar-lebarnya bagi pelaku kejahatan untuk membawa kabur motor tanpa perlu merusak komponen fisik kendaraan.
3. Modus pengintaian saat pemilik lupa mematikan remote secara total

Celah keamanan lain yang sering dimanfaatkan oleh pelaku curanmor adalah kebiasaan pemilik yang tidak mematikan modul remote secara total setelah memarkirkan sepeda motor. Pada beberapa jenis sepeda motor, sistem penguncian otomatis memang akan aktif saat remote menjauh, namun remote tersebut sebenarnya tetap memancarkan sinyal aktif jika tombol dayanya tidak ditekan hingga lampu indikator berubah warna.
Kondisi remote yang terus memancar ini sangat berbahaya jika pemilik motor kerap bersantai di kafe atau warung makan yang posisinya tidak terlalu jauh dari area parkir. Pencuri yang sudah mengintai dari awal dapat langsung memutar knop pengunci dan menyalakan mesin karena posisi remote aktif milik korban masih berada dalam jangkauan sinyal horizontal sensor motor. Begitu mesin berhasil hidup, sepeda motor dapat terus dikendarai oleh pelaku hingga bahan bakarnya habis, meskipun remote aslinya tertinggal jauh di kantong korban.


















