Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Kesalahan yang Membuat Usia Ban Jadi Lebih Pendek dan Cepat Aus

4 Kesalahan yang Membuat Usia Ban Jadi Lebih Pendek dan Cepat Aus
ilustrasi ban mobil (pexels.com/Mike Bird)
Intinya Sih
  • Tekanan angin ban yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan dapat menyebabkan keausan tidak merata dan menurunkan kenyamanan berkendara.
  • Gaya berkendara agresif seperti akselerasi dan pengereman mendadak mempercepat keausan ban serta memengaruhi sistem pengereman dan suspensi.
  • Tidak melakukan rotasi ban rutin dan sering melaju cepat di jalan rusak membuat struktur ban cepat rusak serta mengurangi stabilitas kendaraan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Ban merupakan salah satu komponen yang sangat penting pada mobil karena secara langsung bersentuhan dengan jalanan, sehingga bisa mempengaruhi stabilitas, kenyamanan, dan keselamatan dalam berkendara. Meski memang dirancang untuk digunakan dalam jangka waktu yang lama, namun usia pakai pada ban bisa saja berkurang secara signifikan.

Banyak pemilik kendaraan yang mungkin tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari dalam proses berkendara atau perawatan justru bisa mempercepat risiko kerusakan pada ban mobil. Dengan memahami beberapa kesalahan berikut ini, maka pemilik mobil bisa menjaga kondisi bannya agar tetap optimal dan juga mengurangi biaya penggantian yang tidak perlu.

Referensi:

https://speedwaymedia.com/2026/05/07/common-mistakes-damaging-your-tires/

https://www.carcarejoondalup.com.au/top-8-things-ruin-tyres/

https://advancedautoclinic.ca/common-causes-of-tire-damage-and-how-to-prevent-them/

1. Mengabaikan tekanan angin ban

ilustrasi tekanan ban mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi tekanan ban mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Salah satu kesalahan yang kerap dilakukan oleh banyak orang adalah dengan membiarkan tekanan angin pada ban mobil tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Ban yang kekurangan angin bisa memiliki area kontak yang lebih luas dengan permukaan jalan, sehingga menyebabkan gesekan berlebih yang mempercepat risiko keausan.

Sebaliknya, takaran angin yang terlalu tinggi bisa dianggap kurang baik karena dapat menyebabkan bagian tengah tapak ban jadi lebih cepat aus jika dibandingkan sisi lainnya. Kondisi ini akan membuat permukaan ban tidak mengalami keausan secara merata dan mengurangi kenyamanan dalam berkendara.

2. Sering melakukan pengereman dan akselerasi mendadak

ilustrasi mobil hybrid
ilustrasi mobil hybrid (pexels.com/Diana ✨)

Gaya berkendara yang cenderung agresif ternyata sangat rentan memberikan tekanan besar pada permukaan ban dalam waktu yang relatif singkat. Kebiasaan untuk melakukan akselerasi secara mendadak atau proses pengereman secara tiba-tiba akan membuat gesekan yang ada menjadi lebih tinggi antara ban dan permukaan jalan.

Bukan hanya mempercepat keausan pada ban, namun kebiasaan ini juga dapat mempengaruhi komponen kendaraan lain, seperti sistem pengereman dan juga bagian suspensi. Pengemudi yang menerapkan gaya berkendara lebih halus biasanya dapat menjaga kondisi ban agar tetap baik dalam jangka waktu yang lebih lama.

3. Tidak melakukan rotasi ban secara berkala

ilustrasi ban mobil
ilustrasi ban mobil (pexels.com/Bradley De Melo)

Rotasi ban ternyata merupakan proses memindahkan posisi ban sesuai dengan pola tertentu agar tingkat keausan yang dialaminya menjadi lebih merata. Banyak pemilik mobil yang mungkin kerap mengabaikan perawatan ini, sehingga beberapa ban justru mengalami keausan yang lebih cepat jika dibandingkan dengan ban lainnya.

Pada saat rotasi ban tidak dilakukan secara berkala, maka sebagian besar ban mobil jadi harus bekerja lebih berat dan pada akhirnya kehilangan performanya lebih cepat. Kondisi ini memang bisa mengurangi kenyamanan dalam berkendara dan juga meningkatkan risiko penggantian ban lebih awal dari waktu semestinya.

4. Sering melewati jalan rusak dengan kecepatan tinggi

ilustrasi mobil
ilustrasi mobil (unsplash.com/Amith Ramakrishna)

Jalanan berlubang, permukaan yang tidak rata, atau bahkan benturan yang cukup keras dengan trotoar justru bisa membawa dampak buruk terhadap kondisi ban mobil. Jika kendaraan sering melewati medan seperti itu dengan kecepatan yang cukup tinggi, maka struktur ban nantinya akan sangat rentan mengalami kerusakan yang tidak selalu terlihat dari luar.

Bukan hanya mempengaruhi ban, namun kebiasaan yang ada bisa berdampak pada keseimbangan roda dan juga sistem pada suspensi kendaraan. Kerusakan yang terjadi secara perlahan nantinya akan membuat ban aus tidak merata dan pada akhirnya mengurangi stabilitas pada saat berkendara sehari-hari.

Usia pakai pada ban mobil memang bisa dipengaruhi oleh cara penggunaan dan perawatan dari pemilik kendaraan. Jika kamu melakukan beberapa kesalahan di atas, maka bisa mempercepat keausan pada ban mobil. Terapkan kebiasaan berkendara yang baik dan lakukan perawatan rutin agar ban bisa bertahan lebih lama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian

Related Articles

See More